Kamis,31 Des 2015 08:00 WIB

Penulis: bagja

Toyota NAV1 Pensiun Dini: Merek Toyota, Tak Jamin Panjang Umur

Halaman 1 dari 2

Foto: Bagja

Toyota NAV1 facelift

Jakarta - Seiring dengan terus merosotnya penjualan MPV boxy Toyota NAV1 dalam dua tahun terakhir, membuat isu stop produksi dan penjualan Toyota NAV1 mencuat. Meskipun Toyota Astra Motor (TAM) belum mengkonfirmasi nasib NAV1, tapi indikasi 'pensiun dini' sudah terlihat.

Diprediksi mulai tahun depan Toyota NAV1 sudah tidak akan dijual lagi, sebagaimana terungkap dari sumber internal Toyota Indonesia. "Kita sudah siapkan penggantinya, tahun depan (NAV1) sudah tidak dijual," ungkap sang sumber.

Memang, enak saja mengatakan "kita sudah siapkan penggantinya", namun faktanya tidak semudah itu memunculkan produk ke tengah pasar, meskipun produk tersebut lahir dari pabrikan besar, merek besar sekelas Toyota. Toh, tak juga lantas membuat NAV1 jadi panjang umur.

TAM tercatat meluncurkan NAV1 pertama kali di Indonesia pada Desember 2012. Saat itu, mobil ini diharapkan jadi alternatif baru Toyota dalam menyuguhkan mobil keluarga berjenis MPV. Biasanya yang konvensional saja semisal Avanza maupun Innova, tiba-tiba ada NAV1 dengan ciri khas pintu geser.

Di bulan peluncurannya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) merilis penjualan NAV1 sejumlah 40 unit. NAV1 baru berbicara banyak sebagai primadona baru disegmen baru MPV boxy yang modern. Hasilnya, sepanjang tahun 2013, ada sebanyak 2.830 unit yang dibeli masyarakat.

Namun eforianya sampai disitu saja. Entah karena apa, bisa jadi memang sedari awal NAV1 tidak sendirian disegmen tersebut. NAV1 juga dianggap sebagai 'newbie' disegmen itu, karena sudah ada para senior seperti Nissan Serena dan Mazda Biante.

Jadi, sedari awal juga sebenarnya sudah terprediksi. Sang pendatang baru, meski dilahirkan dari merek besar Toyota, NAV1 tetap harus menyuguhkan kebaruan dibanding para pendahulunya yang sudah lebih dulu hadir. 

"Oh, Toyota akhirnya punya MPV pintu geser yang tak semahal Alphard," beberapa komentar seperti itu bermunculan. Tapi ya sudah, selesai tanpa kelanjutan. Karena memang secara umum hanya nama saja yang baru dari MPV boxy Toyota itu, karena diluaran kita mengenalnya sebagai Toyota Noah.

Nama pun terbilang sedikit lucu. Kenapa? Toyota menyebut nama NAV1 terinspirasi dari Navigator No.1 di kelasnya. "NAV1 artinya adalah Navigator nomor 1 dan kami mengganti nama Noah menjadi NAV1 karena kendaraan ini sangat nyaman untuk dikendarai dan berharap menjadi nomor 1 di kelasnya," ungkap Johnny Darmawan yang saat itu masih menjadi Presiden Direktur Toyota Astra Motor.

Tapi karakter dari nama tersebut belum berhasil terbentuk sampai sekarang. Seberapa canggih fitur navigasi pada Toyota NAV1 selain menyematkan aplikasi peta di head unit? Bisa dibilang, karakter dan ciri khas Toyota NAV1 yang katanya beda segmen dengan Kijang Innova tidak jelas. Wajar kalau pada akhirnya mobil ini ditinggalkan konsumennya.

Halaman 1 2

EDITOR

Bagja

Top