Jumat,4 Nov 2016 09:22 WIB

Penulis: Bagja

Toyota Yaris Heykers, Kala 'Lets Go Beyond' Bukan Cuma Slogan

Foto: Bagja

Toyota Yaris Heykers

"Let's Go Beyond adalah cara kita dalam menginspirasi masyarakat untuk mengalami lebih banyak hal dan menjalani hidup dengan sepenuh hati. Mari kita pergi melampaui segala sesuatu yang kita tau. Mari kita merengkuh segala sesuatu yang tidak kita ketahui," 

Jakarta - Sejak Toyota Indonesia memperkenalkan slogan itu menggantikan 'Moving Forward', siapaun juga pasti menganggap kalau kalimat tersebut hanya sebatas slogan semata. Tapi nyatanya tidak, salah satunya terlihat dari rangkaian produk baru yang diluncurkan Toyota.

Berawal dari Toyota Sienta sebenarnya. Sejak awal diperkenalkan dan dipasarkan di Indonesia, MPV pintu geser ini menimbulkan tanda tanya besar pada masyarakat. Untuk apa mobil seperti ini dipasarkan? Tampangnya saja tidak biasa, belum fitur-fiturnya.

Tapi Toyota tetap Moving Forward. Toyota seolah makin berani untuk bermain-main dengan produknya, dengan segmentasi pasarnya, tidak lagi konvensional dan main aman seperti citranya selama ini. Padahal, kiprahnya di Tanah Air sudah genap berusia 45 tahun.

Dan barangkali baru di usia ke 45 ini Toyota akhirnya benar-benar berani untuk melakukan banyak hal yang diluar dugaan, diluar ekspektasi masyarakat. Setelah Toyota Sienta, kini dipertegas lagi dengan lahirnya Toyota Yaris Heykers.

Sebenarnya sama saja lah, ini tetap Toyota Yaris. Toh, Toyota juga tidak mau menyebutnya sebagai crossover. Tapi yang istimewa dari Toyota Yaris Heykers adalah mobil ini awalnya hanya sebagai pajangan dan referensi modifikasi.

Kalau bicara mobil modifikasi pabrikan mungkin sudah banyak. Meski banyak, tapi kebanyakan dilakukan sepotong-sepotong. Maksudnya, hanya beberapa bagian yang disematkan karya modifikasi pabrikan.

Tapi Yaris Heykers tidak. Mobil ini seolah menjawab imajinasi orang-orang saat melihat pajangan konsepnya. Kalau sebuah mobil mengawang-awang seperti Heykers bisa dimiliki tanpa harus repot-repot melakukan modifikasi, itu mungkin namanya 'Lets Go Beyond'.

Memang bumper, roof rail, side skirt, sampai over fender, semuanya 'ditempel' namun tidak sekedar 'ditempel'. Ada riset yang dilakukan Toyota. Termasuk ketika Toyota bekerjasama dengan TRD untuk menggarap sektor kaki-kaki Yaris Heykers.

Wajar, sebagai mobil petualang, sektor kaki-kaki harus lebih fit. Apalagi kini tingginya bertambah dengan usungan ground clearence mencapai 184 mm. Banyak risiko yang bisa dirasakan pengemudi saat mengubah tinggi mobil dan pusat gravitasinya.

Belum lagi bobot yang pasti lebih berat berkat bodikit dan penyematan pelek dengan lingkar lebih besar dari versi standar. Pastinya ada sedikit performa mesin yang dikorbankan.

Belum lagi usungan mesinnya. Baru memang, seperti mesin yang dipakai Toyota Sienta dan Avanza Veloz. Berteknologi Dual VVT-i. Mesin ini dirancang sepertinya hanya untuk hemat BBM. 

Hasilnya, Toyota pun pede mengklaim kalau Yaris terbaru lebih irit 17 persen untuk transmisi manual dan 30 persen untuk transmisi CVT!

Namun jangan langsung sumringah, karena ada yang harus dikorbankan. Yakni output tenaga dan torsi yang kini justru lebih rendah dari mesin sebelumnya. 

Lantas jadi timbul pertanyaan. Dengan penambahan bodikit, dengan lingkar pelek lebih besar dan ban lebih berat, sudah pasti Yaris Heykers jauh lebih berat bobotnya dari versi standar. Apa malah tidak semakin 'lemot' performanya?

Kalau Toyota berani gembar-gembor Yaris Heykers tetap 'Fun to Drive' dan menyasar anak-anak mudah berjiwa petualang, mana mau mereka disodorkan mobil yang performanya lemot? 

"Ya mesin baru ini lebih irit berkat Dual VVT-i. Tapi juga benar, tenaga dan torsi berkurang. Namun, coba perhatikan sebenarnya tidak berkurang, karena kita hanya mengalihkan puncak tenaga dan torsi pada RPM lebih rendah," ujar Deputy Division Head Product Planning & Development Sutrimono.

Dirinya menilai, putaran mesin yang sering digunakan di Indonesia tak lebih dari 3.000 - 4.000 RPM. Sehingga, Toyota lebih memilih untuk mengoptimalkan tenaga dan torsi pada putaran mesin dibawah itu.

"Mesin sebelumnya memang terlihat lebih bertenaga, tapi baru bisa dirasa optimal pada 6.000 RPM. Sangat jarang digunakan disini," tambahnya.

Clear ya urusan mesin dan transmisi? Jadi tidak sekedar menempelkan kosmetik-kosmetik pada tubuhnya, Toyota juga tak mau nanggung menawarkan usungan mesin dan transmisi baru pada Yaris Heykers. 

Nah, sampai disini silakan tarik nafas dulu dan lihat video peluncurannya. Nih: 

Faktor lain kenapa 'Lets Go Beyond' tidak sekedar slogan, khususnya untuk Yaris Heykers adalah saat Toyota begitu percaya diri mengandalkan Toyota Yaris Heykers untuk berkontribusi sampai 70 persen dari total jualan New Yaris. Ini bukan strategi sembarangan dan asal main hitung saja.

Pasti ada sesuatu yang disiapkan Toyota agar Yaris Heykers benar-benar bisa memenuhi target sebesar itu sebagai pendatang baru yang tak hanya diposisikan sebagai flagship, tapi bertugas juga mengangkat pamor Yaris sekaligus penjualannya.

Salah satunya soal harga jual. Dengan banderol Rp 277 jutaan, memang jadi lebih mahal dari Honda Jazz RS CVT misalnya. Namun Toyota mengklaim kalau kenaikan harganya hanya sekitar Rp 7 jutaan saja! dan konsumen bisa mendapat mobil yang sebelumnya hanya bisa dikhayalkan, Yaris Heykers.

Poin terakhir yang tak kalah penting untuk menunjukkan kalau Lets Go Beyond bukan sekedar slogan, adalah bagaimana Toyota berhasil meyakinkan prinsipalnya di Jepang untuk membiarkan orang Indonesia yang menggarap Yaris Heykers sejak dari konsep sampai dipasarkan.

Jadi, Toyota mulai berani meninggalkan citra konvensional dan kecenderungan main aman dengan hadirnya Yaris Heykers. Dipersiapkan serius, digarap serius dan mungkin dijual dengan serius--tak hanya sebagai pajangan di dealer yang malas dibeli.

Dan kalau sering mendengar Toyota mengucap 'Lets Go Beyond, Lets Go Beyond' harapannya bakal ada produk maupun layanan lain dari Toyota yang memang bakal 'Lets Go Beyond'. (otomotifnet.com)

EDITOR

Bagja

Top