Selasa,17 Mei 2016 13:00 WIB

Penulis: Bagja

Waduh, Korsel Akan Menghukum Nissan Karena Manipulasi Emisi!

Foto: Reuters

Nissan dituduh sudah memanipulasi emisi gas buang oleh Pemerintah Kores Selatan

Seoul - Skandal penipuan efisiensi BBM Mitsubishi yang melibatkan mobil Nissan saja masih hangat, kini muncul kabar terbaru yang dilaporkan Reuters, kalau sekarang justru Nissan yang siap terkena hukuman dari Korea Selatan.

Waduh, kenapa? Pemerintah Korea Selatan menuduh Nissan sudah melakukan manipulasi emisi gas buang salah satu mobil dieselnya, yakni Nissan Qasqai yang dipasarkan di Korea Selatan.

Temuan ini dianggap memalukan bagi Nissan kalau nantinya benar-benar terbukti, meski sejauh ini Nissan masih menyangkalnya. Pemerintah Korea Selatan pun siap untuk menghukum Nissan dengan denda dan recall.

Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan mengatakan mereka yakin Nissan telah menggunakan perangkat khusus di Qashqai untuk mematikan sistem pengurangan gas buang dibawah standar suhu reguler saat mesin mobil dijalankan.

Kementerian akan menjatuhkan denda mencapai 279.920 USD dan memerintahkan untuk recall Nissan Qashqai sebanyak 814 unit yang dijual di negara tersebut. Namun Nissan masih membantahnya.

"Nissan belum dan tidak menggunakan alat khusus ilegal atau menipu perangkat pada mobil yang diproduksi," kata Nissan dalam sebuah pernyataan.

Ditambahkan, bahwa pengujian menggunakan metode yang serupa oleh regulator Uni Eropa dan menemukan bahwa Nissan tidak menggunakan perangkat ilegal.

Kasus ini ditemukan saat Korea Selatan melakukan pengujian terhadap 20 jenis dan model mobil diesel yang dijual di negara tersebut, akibat skandal Dieselgate VW.

Nah, Nissan Qashqai model baru bermesin diesel dengan standar emisi Euro 6 ikut diuji, dan juga akan menguji model lama yang standar emisinya masih Euro 5.

"Masih terlalu dini untuk menilai apa dampak tuduhan ini pada merek Nissan. Nissan membantah melakukan kesalahan. Dan ini bukan jumlah yang besar," kata Koji Endo, analis mobil senior di Advanced Research Jepang.

EDITOR

Bagja

Top