Rabu,18 Mei 2016 08:08 WIB

Penulis: Fransiscus Rosano Adi Prakoso

Apa Arti Dynamic Badging Pada Model Audi Terbaru?

Foto: OTO-Rian

Emblem di belakang audi tidak lagi menunjukkan angka kapasitas mesinnya

Jakarta - Berkaca dari Audi di masa lampau, emblem di depan nama teknologi mesin yang dipakai, TDI atau TFSI, menggambarkan angka kapasitas mesin yang digunakan. Misalnya, 1.8 TFSI berarti kapasitas mesinnya 1.800 cc, 3.0 TFSI berarti kapasitasnya 3.000 cc.

Namun melihat model-model anyar Audi, rasanya angka yang digunakan kadang terlihat terlalu besar.

Contohnya, Audi Q3 yang dipasarkan di Indonesia terpasang emblem “30 TFSI” di belakang, A6 entry level bertuliskan “35 TFSI” dan Q7 tertempel “45 TFSI”. Hmm, masa sih kapasitas mesin di Q3 mencapai 3.500 cc, 3.500 cc di A6 dan 4.500 cc di Q7?

Setelah dijelaskan Krisna Aditia, Kepala Divisi Trainer Product Audi Indonesia, ternyata emblem tersebut tidak menggambarkan kapasitas dari mesin.

“Angka itu merupakan G-Force Badge, menggambarkan gaya G yang diciptakan ketika berakselerasi,” jelas Krisna. G-Force Badge itu juga memiliki nama lain Dynamic Badging.

Bagaimana maksudnya?

Dynamic Badging 2
Bukannya Audi Q7 3.0 TFSI, sekarang emblem di belakangnya bertuliskan 45 TFSI karena dihitung berdasarkan G-Force

Mudahnya, Audi yang lebih cepat akan mendapat emblem dengan angka lebih tinggi, bukannya yang bermesin lebih besar.

Penentuan angkanya pun ditentukan oleh seberapa cepat mobil bisa berakselerasi. Yang berarti, penggunaan ukuran pelek, berat mobil, hingga mesin yang digunakan akan mempengaruhi angka tersebut.

Rumus akselerasi dari hukum Newton kedua digunakan untuk menentukan angka ini, dengan angka akselerasi yang digunakan adalah waktu 0-100 km/jam dan angka kecepatan yang dipakai adalah 100 km/jam.

Ambil contoh Audi A6 1.8 TFSI yang baru saja dijajal OTOMOTIFNET. Emblem Dynamic Badging yang digunakan adalah 35 TFSI. Ini cara menentukannya:

Dengan rumus:

a (akselerasi) x t (waktu berakselerasi) =  v1 (kecepatan akhir) - v0 (kecepatan awal)

Kemudian angka-angka yang dimiliki pada data A6 di atas pun dapat dimasukkan.

Kecepatan akhir yang dipakai adalah 100 km/jam dalam meter/detik yang adalah 27,78 meter/detik. Kecepatan awal 0 km/jam, waktu berakselerasi 0-100 km/jam dari A6 1.8 TFSI adalah 8,1 detik

Bila rumus dimasukkan, maka hasilnya:

a x 8,1 = 27,78 - 0; maka a = 27,78/8,1 = 3,429

Angka tersebut perlu dibagi dengan nilai g sejumlah 9,8, kemudian dikalikan 100 untuk asumsi. Dengan itu, hasilnya adalah 34,98, yang bila dibulatkan menjadi 35 atau angka yang ada pada emblem Dynamic Badging.

 

Jadi, sudah mengerti arti dari Dynamic Badging tersebut kan?

EDITOR

Bagja

Top