Rabu,9 Maret 2016 11:00 WIB

Penulis: Bagja

Mengenal Sistem Hybrid CR-Z

Kenapa Mesin Bensin Tak Bisa Mati di Sistem Hybrid Honda CR-Z?

Foto: F. Yossi

Honda CR-Z facelift

Jakarta - Honda CR-Z yang merupakan mobil sport hybrid punya sistem hybrid yang berbeda dengan kebanyakan mobil hybrid lainnya. Pada Honda CR-Z, tugas utama motor listrik tak beda halnya dengan turbo pada mesin konvensional--untuk mendongkrak tenaga.

Itu kenapa pada sistem hybrid yang disebut Honda sebagai Integrated Motor Assist (IMA) ini, motor listrik yang tersedia fungsinya hanya mensupport tenaga untuk mesin bensin, sekaligus memperingan kinerja mesin bakarnya, sehingga selain mendapatkan tenaga lebih, juga irit bahan bakar.

Motor listrik dipasang antara mesin bensin dan transmisi untuk bertindak sebagai motor starter, penyeimbang mesin, dan membantu traksi motor. Motor listrik pada IMA terbilang kecil, sehingga tidak bisa memajukan mobil dengan mode listrik saja--harus bersamaan dengan mesin, sehingga mesin akan tetap hidup meski motor listrik aktif.

Teori di balik IMA adalah dengan menggunakan pengereman regeneratif untuk menghasilkan kembali energi yang hilang melalui perlambatan dan menggunakan kembali energi tersebut untuk membantu mempercepat kendaraan.

Honda IMA
Sistem hybrid Honda (Integrated Motor Assist)

Ini berbeda dengan Honda Jazz hybrid atau Accord Hybrid misalnya, yang punya pilihan tiga mode berkendara, EV mode, Engine Mode dan Campuran. Sehingga, Jazz dan Accord bisa berjalan hanya dengan mengandalkan listrik saja, tanpa bantuan mesin.

Apakah bisa dibilang sistem hybrid pada CR-Z merupakan sistem lawas? Karena dalam pengembangannya Honda pun kini sudah bisa menawarkan EV mode, sementara CR-Z tetap membiarkan motor listrik hanya sebagai suplemen dari mesin bensin.

Kepala Perancang Honda CR-Z, Terukazu Torikai mengungkapkan, CR-Z sama sekali tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Dikatakannya, Honda punya beberapa sistem hybrid yang berbeda-beda untuk setiap mobil, tergantung dari karakter mobil itu sendiri. Salah satunya CR-Z.

"Kenapa CR-Z dibedakan dari Jazz atau Accord? Karena memang ini adalah mobil sport. Dalam pengembangannya kami fokus pada performa, bukan efisiensi bahan bakar. Karenanya, untuk mobil sport kami tidak membutuhkan EV mode," jawabnya.

Sehingga kedepannya, Honda sama sekali tidak ada rencana untuk menghadirkan versi lain dari CR-Z, misalnya yang mengusung sumber tenaga 100 persen listrik atau sebaliknya, 100 persen mesin bakar konvensional yang lebih bertenaga.

"Tidak, tidak. Kami sama sekali tidak ada rencana dan arah ke situ. CR-Z adalah apa yang Honda tawarkan pada para pecintanya. Sebuah mobil yang merupakan hasil kombinasi antara performa mobil sport dan kenyamanan mobil harian," tutup Torikai.

EDITOR

Bagja

Top