Selasa,18 Okt 2016 12:01 WIB

Penulis: otomotifnet

Teknologi Coefficient of Drag Mobil, Makin Kecil Makin ‘Licin’

Halaman 1 dari 2

Foto: Istimewa

Teknologi Coefficient of Drag Mobil Makin Kecil Makin ‘Licin’

Nilai hambatan angin atau coefficient of drag (CD) memberi sumbangsih yang signifikan terhadap efisiensi bahan bakar

Jakarta - Desain mobil boleh berganti sesuai zamannya. Tetapi faktor ini selalu menjadi pertimbangan para desainer. Lalu mengapa nilai hambatan angin yang kecil semakin ‘diagungkan’? Tak lain untuk mendukung performa kendaraan itu sendiri. Selain menghadirkan bentuk yang sedap dipandang mata, sebuah desain mobil arus dapat mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar, tingkat kesunyian dan kestabilan pengendalian di kecepatan tinggi.

Dalam penjelasan sederhana, Cd adalah nilai hambatan yang dialami oleh suatu obyek dalam hal ini mobil saat bergerak. Semakin cepat, maka hambatan yang dialaminya semakin besar. Untuk itu produsen mobil menyiasatinya dengan membuat desain mobil yang mampu menembus hambatan angin secara efektif. Yaitu dengan nilai Cd yang rendah.

Sebenarnya berapa nilai Cd yang paling aerodinamis? Sugihendi selaku Product Knowledge PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memberikan kisarannya. “Angka Cd paling optimal berada di kisaran 0,2 dengan bentuk desain seperti bulir tetes air. Itu sudah paling aerodinamis,” ujarnya. Ia mengambil contoh produk flagshipnya, yaitu Nissan GT-R R35 sudah mencatatkan angka 0,26 untuk nilai Cd-nya.

Nilai CD yang baik sendiri bukan monopoli kendaraan ramah lingkungan semata. Ada juga besutan bermesin konvensional yang juga mengantongi angka Cd rendah. Ada apa saja? bisa simak daftarnya berikut ini. Tejja/otomotifnet.com


Audi A4 (0,23)
Mercedes-Benz S-class W222 (0,24)
Mercedes-Benz C-class W205 (0,24)
Jaguar XE (0,26)
Nissan GT-R R35 (0,26)
Volkswagen Golf Mk7 (0,27)
Toyota 86 (0,27)
Mercedes-Benz CLA-class C117 (0,28)
BMW Seri-3 F30 (0,29)
Lexus CT-200h (0,29)

Halaman 1 2

EDITOR

Bagja

Top