Jumat,12 Feb 2016 08:56 WIB

Penulis: Otomotifnet

Teknologi Pada Mobil Toyota, 100 Tipe Mobil 800 Tipe Mesin

  • Foto: Billy

    Titik berat lebih rendah sehingga stabil dan aman

  • Foto: Billy

    Modifikasi pintu agar kabin lebih kedap

  • Foto: Billy

    Mesin 1.200 cc Turbo 114 dk. Bakalan diaplikasi di Tanah Air?

  • Foto: Billy

    Seri GDFTV Resmi menggantikan KD

  • Foto: Billy

    Transmisi dengan power loss rendah bikin irit dan responsif

Ssst, Kelak Begini Bodi, Mesin dan Transmisi Baru Toyota   Merancang mobil itu mudah. Tersulit bagaimana membuatnya tetap disukai konsumen dan punya daya saing global   

Jakarta - Bayangkan sudah ada 100 tipe mobil dengan 800 tipe mesin yang berbeda dibuat untuk seluruh dunia. Inilah yang terjadi pada Toyota dan disampaikan Motoo Kamiya, Project General Manager, Toyota New Global Architecture(TNGA), Toyota Motor Corporation(TMC), saat bertemu OTOMOTIF di Tokyo, bersamaan dengan Tokyo Motor Show(TMS) 2015 lalu. Dalam skala yang lebih kecil juga terjadi pada produsen mobil lain, seperti Mazda misalnya. Pada 2011 mulai merintis Skyactiv untuk meningkatkan daya saing produknya. TMC lewat beberapa engineer lainnya memberi gambaran strategi Toyota untuk bersaing global. Diam-diam sudah dilakukan pada New Prius bahkan menetes ke New Innova dan New Fortuner. Lainnya Apa saja yah? (otomotifnet.com)      

Toyota New Global Architecture (TNGA)    

Model yang terlalu banyak  beresiko sulitnya pengembangan,  performa menurun hingga mahalnya  sukucadang. Alhasil unit enggak  bakalan kompetitif. Konsumen  awalnya senang banyak pilihan.  Namun sayang harga mobil lebih  mahal dan kalau rusak juga bikin  mumet dengan parts yang berbedabeda.  Maka TMC pun merilis TNGA,  sebuah panduan untuk  membuat mobil yang  lebih baik. Targetnya  pada 2020 sebanyak 50%  model sudah TNGA.  Secara garis  besar TNGA bakal  meningkatkan  kemampuan mesin  bensinnya, seperti  performa akan naik  minimal 15% dengan  diikuti konsumsi bahan  bakar yang lebih efisien paling sedikit  25%. Untuk hibrida juga masih bisa  lebih irit 15%.Rancangan platform akan  di-share untuk banyak model namun  dibenahi pada kemampuan komponen  itu. Misalnya frame walau lebih ringan  namun indeks rigidnya nambah 30-65%.  Dikawinkan dengan suspensi baru akan  meningkatkan keamanan, nyaman dan  handling responsif.       

Mesin Bensin      

Sumber tenaga paling banyak   mengalami ubahan. Setidaknya   disiapkan 14 dapur pacu andalan   untuk model terbaru. Tipe mesin ini   digabung dan diberi nama ‘highly   thermal dan fuel efficient engine’.   Contohnya 1.500 cc untuk Corrola,   Turbo 1.200 cc untuk hatchback,   2.000 cc untuk sedan sekelas   Camry hingga versi hibrida Prius.   Menurut Shinagawa Tomohiro,   grup manager engine design dan   engineering division TMC, ada   banyak ubahan di komponen mesin   tersebut. “Mulai dari kepala piston,   kelistrikan, pengaturan panas   hingga minimalisasi gesekan,”   tambah pria ramah kordinator 4   manager lainnya.   Untuk mesin bensin   pembenahan paling utama yakni   ruang bakar meliputi desain piston   sampai flow ruang bilas yang   mengalirkan adonan bahan bakar   dan udara. Lantas pengapian   mencegah knocking dengan koil   bertegangan tinggi, mengatur   percikan busi sekaligus grounding   elektroda. Begitu juga pengaturan   panas dengan desain water   jacket pada silinder. Nah saat   diaplikasikan pada mesin 1.800   cc Prius, didapat efisiensi thermal   hingga 40%.   Di pojokan dipamerkan mesin   bensin 1.200 cc dengan Turbo.   Mesin 1.200 cc Turbo 114 dk. Bakalan diaplikasi di Tanah Air?      

Mesin Diesel      

Paling diunggulkan adalah   pengembangan mesin favorit generasi   KD. Saat presentasi diambil contoh   1KD-FTV 3.000 cc dibanding mesin   anyar 1GD FTV 2.800 cc milik Prado.   Varian 1GD lebih unggul 42% dalam   hal akselerasi bawah. Sementara   putaran atas lebih baik 53%. Saat   digas juga diukur berapa persen   penurunan noise. Ternyata lebih diam   3 dB. Nah hal senada jufa diaplikasi   pada mesin diesel Grand New Kijang   Innova dan New fortuner yang pakai   tipe 2GD-FTV 2.400 cc   Di Jepang dipakai untuk Toyota Auris.   Tenaga yang dihasilkan mencapai 114 dk.   Melihat dimensi, bobot dan performa yang   lebih baik, apakah bisa dipakai untuk   Etios atau Yaris? “ Belum ada rencana,”   bisik Tomohiro-san. Saat ini di Tanah Air,   Etios bermesin 1.200 cc 80 dk sementara   Yaris 1.500 cc 109 dk.         

 Transmisi CVT   

Sistem pemindah daya juga sudah disiapkan,    selain manual dan matik biasa dikembangkan    CVT. Julukannya ‘fun to drive’ CVT dan belum    diberi nama resmi. Namun intinya mengadopsi    linear shift control agar kerjanya lebih halus dan    mampu berakselerasi lebih baik. Pada CVT ini    putaran mesin naik beriringan dengan kecepatan    mobil melaju.   

Ssst, Kelak Begini Bodi, Mesin dan Transmisi Baru Toyota   Merancang mobil itu mudah. Tersulit bagaimana membuatnya tetap disukai konsumen dan punya daya saing global   

Jakarta - Bayangkan sudah ada 100 tipe mobil dengan 800 tipe mesin yang berbeda dibuat untuk seluruh dunia. Inilah yang terjadi pada Toyota dan disampaikan Motoo Kamiya, Project General Manager, Toyota New Global Architecture(TNGA), Toyota Motor Corporation(TMC), saat bertemu OTOMOTIF di Tokyo, bersamaan dengan Tokyo Motor Show(TMS) 2015 lalu. Dalam skala yang lebih kecil juga terjadi pada produsen mobil lain, seperti Mazda misalnya. Pada 2011 mulai merintis Skyactiv untuk meningkatkan daya saing produknya. TMC lewat beberapa engineer lainnya memberi gambaran strategi Toyota untuk bersaing global. Diam-diam sudah dilakukan pada New Prius bahkan menetes ke New Innova dan New Fortuner. Lainnya Apa saja yah? (otomotifnet.com)      

Toyota New Global Architecture (TNGA)    

Model yang terlalu banyak  beresiko sulitnya pengembangan,  performa menurun hingga mahalnya  sukucadang. Alhasil unit enggak  bakalan kompetitif. Konsumen  awalnya senang banyak pilihan.  Namun sayang harga mobil lebih  mahal dan kalau rusak juga bikin  mumet dengan parts yang berbedabeda.  Maka TMC pun merilis TNGA,  sebuah panduan untuk  membuat mobil yang  lebih baik. Targetnya  pada 2020 sebanyak 50%  model sudah TNGA.  Secara garis  besar TNGA bakal  meningkatkan  kemampuan mesin  bensinnya, seperti  performa akan naik  minimal 15% dengan  diikuti konsumsi bahan  bakar yang lebih efisien paling sedikit  25%. Untuk hibrida juga masih bisa  lebih irit 15%.Rancangan platform akan  di-share untuk banyak model namun  dibenahi pada kemampuan komponen  itu. Misalnya frame walau lebih ringan  namun indeks rigidnya nambah 30-65%.  Dikawinkan dengan suspensi baru akan  meningkatkan keamanan, nyaman dan  handling responsif.       

Mesin Bensin      

Sumber tenaga paling banyak   mengalami ubahan. Setidaknya   disiapkan 14 dapur pacu andalan   untuk model terbaru. Tipe mesin ini   digabung dan diberi nama ‘highly   thermal dan fuel efficient engine’.   Contohnya 1.500 cc untuk Corrola,   Turbo 1.200 cc untuk hatchback,   2.000 cc untuk sedan sekelas   Camry hingga versi hibrida Prius.   Menurut Shinagawa Tomohiro,   grup manager engine design dan   engineering division TMC, ada   banyak ubahan di komponen mesin   tersebut. “Mulai dari kepala piston,   kelistrikan, pengaturan panas   hingga minimalisasi gesekan,”   tambah pria ramah kordinator 4   manager lainnya.   Untuk mesin bensin   pembenahan paling utama yakni   ruang bakar meliputi desain piston   sampai flow ruang bilas yang   mengalirkan adonan bahan bakar   dan udara. Lantas pengapian   mencegah knocking dengan koil   bertegangan tinggi, mengatur   percikan busi sekaligus grounding   elektroda. Begitu juga pengaturan   panas dengan desain water   jacket pada silinder. Nah saat   diaplikasikan pada mesin 1.800   cc Prius, didapat efisiensi thermal   hingga 40%.   Di pojokan dipamerkan mesin   bensin 1.200 cc dengan Turbo.   Mesin 1.200 cc Turbo 114 dk. Bakalan diaplikasi di Tanah Air?      

Mesin Diesel      

Paling diunggulkan adalah   pengembangan mesin favorit generasi   KD. Saat presentasi diambil contoh   1KD-FTV 3.000 cc dibanding mesin   anyar 1GD FTV 2.800 cc milik Prado.   Varian 1GD lebih unggul 42% dalam   hal akselerasi bawah. Sementara   putaran atas lebih baik 53%. Saat   digas juga diukur berapa persen   penurunan noise. Ternyata lebih diam   3 dB. Nah hal senada jufa diaplikasi   pada mesin diesel Grand New Kijang   Innova dan New fortuner yang pakai   tipe 2GD-FTV 2.400 cc   Di Jepang dipakai untuk Toyota Auris.   Tenaga yang dihasilkan mencapai 114 dk.   Melihat dimensi, bobot dan performa yang   lebih baik, apakah bisa dipakai untuk   Etios atau Yaris? “ Belum ada rencana,”   bisik Tomohiro-san. Saat ini di Tanah Air,   Etios bermesin 1.200 cc 80 dk sementara   Yaris 1.500 cc 109 dk.         

 Transmisi CVT   

Sistem pemindah daya juga sudah disiapkan,    selain manual dan matik biasa dikembangkan    CVT. Julukannya ‘fun to drive’ CVT dan belum    diberi nama resmi. Namun intinya mengadopsi    linear shift control agar kerjanya lebih halus dan    mampu berakselerasi lebih baik. Pada CVT ini    putaran mesin naik beriringan dengan kecepatan    mobil melaju.   

EDITOR

Bagja

Top