Selasa,28 Juni 2016 15:45 WIB

Penulis: otomotifnet

Bedah Head Unit New Suzuki Ertiga Dreza, Raksasa Di Kelasnya

Foto: Rian/otomotifnet

Bedah Head Unit New Suzuki Ertiga Dreza raksasa Di Kelasnya

Selain ukuran 9 inci yang jadi daya tarik, ternyata masih banyak fitur yang disediakan 

Jakarta - Desain berbeda memang jadi andalan Suzuki Ertiga Dreza GS, namun pabrikan Jepang ini masih menyimpan senjata rahasia ketika sudah menapak ke dalam. Apalagi kalau bukan head unit yang disebut New Advance 9 Inch Audio Video Navigation (AVN).

Bukan hanya terbesar di kelasnya, bahkan bersaing dengan mobil seharga di atas Rp 500 jutaan, ukuran layar ini masih termasuk raksasa. Apakah head unit ini sebaik ukuran raksasanya? Berikut review OTOMOTIF. • (otomotifnet.com / Sano)

Media

Bedah Head Unit New Suzuki Ertiga Dreza raksasa Di Kelasnya

Memiliki layar 9 inci, jelas mengkonsumsi media seperti film jadi kelebihan utama. Slot USB dan Bluetooth jadi standar pengkoneksi ke device media tambahan, sedangkan adanya File Manager dari sistem operasi Android, membuat memilih file mana yang mau diputar jadi jauh lebih mudah.

Namun besarnya layar yang tersedia membuat hilangnya slot untuk memasukkan optical drive seperti CD dan DVD. Untungnya, beberapa lagi kelebihan yang ditawarkan OS ini seperti adanya Browser untuk menjelajah dunia maya.

Fitur Dualzone untuk memisahkan layar yang diputarkan antara di depan dan di belakang juga tersedia. Yang belum tersedia adalah monitor tambahan di belakang, seperti yang dulu tersedia di Ertiga Elegant.

Beberapa fitur ekstra seperti Calendar dan Voice Assistant untuk membuka beberapa menu via perintah suara juga tersedia sebagai poin tambahan, begitu juga navigasi yang memerlukan data dari SD Card.

Mirroring

Bedah Head Unit New Suzuki Ertiga Dreza raksasa Di Kelasnya

Memudahkan menikmati konten media, sistem AVN ini menyediakan fitur screen mirroring dari smartphone. Disebut E-Link di deretan aplikasi, penggunaannya cukup fleksibel, yaitu kompatibel untuk smartphone berbasis iOS atau Android. Kami mencoba mengkoneksikan sebuah iPhone 6 via Wifi. 

Caranya terbilang mudah. Buka aplikasi E-Link, lalu nyalakan Personal Hotspot di iPhone, kemudian koneksikan Wifi HU ke Hotspot tersebut.

Selanjutnya, tarik Control Center di iPhone dengan menggunakan gestur satu jari dari bawah ke atas, klik AirPlay dan pilih “EC-Mirror-Q5”, maka layar iPhone akan terproyeksikan langsung ke monitor 9 inci AVN. Layar sentuh memang tidak berfungsi langsung di monitor. 

Namun fitur ini cukup menyenangkan untuk streaming media dari smartphone, apalagi menyetel video karena dapat dilakukan secara wireless, meski resolusinya tidak setinggi di device aslinya

Pengaturan Suara 

Bedah Head Unit New Suzuki Ertiga Dreza raksasa Di Kelasnya

Mengungguli jauh dari HU standar Ertiga, sistem AVN pada Dreza memiliki pengaturan suara yang luar biasa lengkap. 

Bukan hanya EQ standar untuk mengubah Bass, Mid dan Treble, juga tersedia berbagai macam hal detail seperti 3D Surround, Subwoofer, Dynamic Compensation dan Channel Preamplifier Volume.

Surround level yang dapat diatur dari low sampai high dapat mengaktifkan suara yang terdengar 3D di kabin. Standard EQ dapat langsung memilih “Best Setting” untuk posisi jok yang diinginkan, sedangkan equalizer lebih detail dapat mengatur sampai 10 Band.

Kemudian di menu Dynamic Compensation, dapat mengatur frekuensi bass atau treble mana yang dapat dikeluarkan di speaker. 

“Bila memilih di bawah 55 Hz untuk bass atau 12 KHz untuk treble, harus ada subwoofer dan tweeter yang bisa menunjang frekuensi tinggi dan rendah tersebut,” ujar Moelyadi Susanto, owner gerai Dynamics Auto Sound di Kelapa Gading, Jakut.

Sedangkan pengaturan lebih lanjut untuk subwoofer diset ‘off’ by default, perlu menambahkan sub sendiri untuk bisa mengatur phase, gain dan cutoff frequency yang disediakan.

Penggunaan 

Bedah Head Unit New Suzuki Ertiga Dreza raksasa Di Kelasnya

Dibandingkan Ertiga standar, hampir seluruh frame pada AVN ini diisi layar sentuh. Untungnya, bezel kelir piano black membuat desainnya terlihat modern.

Layar sentuhnya sudah menggunakan teknologi kapasitif, sehingga penggunaanya lebih mudah. Cukup menggunakan jari dan sudah bisa melakukan hal seperti scrolling, tetapi tidak tersedia gesture pintar atau multi touch untuk kembali ke menu utama.

Sedangkan tombol volume dan kembali ke menu aplikasi, perlu menggunakan tombol kapasitif di sisi kanan layar, menghacukup merepotkan dibandingkan memutar kenop konvensional. Namun kehadiran tombol pengatur audio di setir cukup memudahkan.

Oh iya, sewajarnya sistem operasi Android, pengaturan audio dan brightness secara cepat bisa dilakukan via notification center, dengan melakukan gestur satu jari dari atas ke bawah.

 

 

EDITOR

Bagja

Top