Senin,17 Okt 2016 12:03 WIB

Penulis: otomotifnet

First Drive All New Chevrolet Captiva 2.0 Diesel A/T FWD LTZ, Benarkah All New?

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Posisi duduk bisa diatur secara elektrik, pengaturan telescopic setir unik karena bagian di belakang lingkarnya ikut maju mundur

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tire Pressure Monitoring System untuk mengukur tekanan ban jadi satu-satunya di kelasnya

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tidak banyak ‘blanks’ atau tombol kosong, kebanyakan fitur dari Captiva Global turut dimasukkan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Side Blind Zone Alert akan menyalakan lampu kecil bila mendeteksi obyek di blind spot

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Sudut recline jok tengah cukup fleksibel, sayang tidak ada ventilasi AC, justru ada di baris ketiga

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Benarkah All New?

Di balik tampang dan fitur canggih barunya, rasa Captiva yang ada sejak 2008 masih sangat kental
    
Jakarta
- Jauh sebelum Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento menghebohkan pasar SUV Diesel monokok di Tanah Air dengan mesin CRDi VGT yang ekstrakuat, Chevrolet sudah lebih dulu punya jagoan. Torsi 320 Nm di varian pertamanya pada tahun 2008 dan 360 Nm ketika facelift di tahun 2012, menunjukkan hebatnya performa mesin diesel di masa itu.

Melewati GIIAS 2016, angka tersebut sekali lagi melonjak, kali ini jadi 400 Nm! Tenaga pun meningkat menjadi 161 dk dari mesin VCDi berkapasitas 1.998 cc dengan variable geometry turbocharger yang sama. Oh jangan lupa, kali ini ada tambahan ‘All-New’. Benarkah All New? OTOMOTIF mencobanya langsung di Puninar, gudang PT General Motors Indonesia, kawasan Cakung, Jakut.

Bonus fitur, masuk ke dalam cukup kantungi kunci karena fitur passive entry. Lalu di mana tombol start engine-nya? Ternyata digunakan switch seperti kunci yang sudah menempel di sisi kanan setir, cukup putar sambil injak pedal rem untuk menyalakan mesin. Pindahkan tuas ke D dan injak pedal gas, rem parkir elektrik otomatis terdeaktivasi. Respon akselerasi tidak terlalu ringan dan terasa sedikit tertahan.

Oh pantas, ternyata mode ECO masih diaktifkan. Tak mau menyiakan kesempatan, langsung saja tombol yang terletak di fascia tengah tersebut kami tekan. Akhirnya terasa tenaga Captiva yang dari dulu selalu membuat kagum. Bahkan sebelum boost dari VGT-nya bereaksi penuh di 2.000 rpm, mesin ini cukup responsif mengangkat bodi bongsornya.

Meski menyambangi nama ‘All New’, Captiva masih menggunakan basis yang sama seperti yang pertama kali keluar 8 tahun lalu. Memutarkan setir ketika berakselerasi, sekilas menyumbangkan banyak body roll ke dalam kabin. Bahkan membuat beberapa part di kabin kerap kali bunyi.

Kami paling tertarik dengan Apple CarPlay dan Android Auto yang masih terhitung langka di Indonesia, apalagi GM Indonesia mengkombinasikannya dengan Arkamy 3D Surround Sound, yang tidak membutuhkan waktu lama ketika dicoba.
Hebatnya, menghitung sistem safety yang diusung juga sulit karena terlampau banyak.

Jika 6 Airbags dan ISOFIX terdengar sudah biasa, kami yakin side blind zone alert yang akan menyalakan lampu kecil di spion ketika mendeteksi sesuatu di sudut buta dan tire pressure monitoring system akan memuaskan. Masalahnya, apakah hal tersebut pantas membuatnya disebut All-New?   Sano/otomotifnet.com

 

EDITOR

Bagja

Top