Selasa,1 Maret 2016 11:08 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Drive All New Ford Everest 3.2L Titanium (4x4)

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Head unit Ford SYNC 8 inci memang termasuk yang paling canggih bisa mengontrol AC, namun terasa kurang sensitif

  • Foto: Rian/otomotifnet

    One touch tumble tidak membuat jok tengah terangkat, hanya slide dan recline kedepan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pre Collision Alert sering berbunyi sendiri jika diset sensitivitas tertinggi meski tidak ada apa-apa di depan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Terrain Management System pasti kurang terpakai di Jakarta

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Posisi duduk terasa sangat tinggi dan commanding, pengaturan jok depan semua elektrik kecuali lumbar

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bukan hanya pintu bagasi, jok baris ketiga pun bisa dinaikturunkan secara elektrik dengan sentuhan tombol

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Parkir paralel otomatis cukup tekan satu tombol kemudian cari ruang yang kosong

Impresi awal yang memuaskan sampai kami mendengar berapa perkiraan harganya jika dirilis di Indonesia

Jakarta - Dibanding pesaingnya, Everest terlihat paling konvensional dengan desain tetuanya paling dipertahankan, meski dibuat lebih modern misal dengan lekukan muskular di kap mesin. Positifnya, paling tidak tampang Ford yang punya nama lain Endeavour ini akan bertahan seiring waktu paling baik dibanding lainnya.

Coba masuk ke dalam, OTOMOTIF kaget saat membuka pintu karena sudut titik bukaan pertama terasa sangat lebar. Bahkan hal ini membuat kami dan penumpang beberapa kali mementokkan pintu ke mobil yang parkir di sebelah. Untung ada footstep, karena terasa tinggi dan cukup sulit untuk masuk ke kabin Ford Everest. Ternyata hal tersebut untuk mengakomodasi wading depth SUV 7-seater ini yang terbaik di kelasnya, hingga 80 cm! ideal untuk melewati banjir di Jakarta. Posisi duduk terendah pun commanding. Sayang setir masih tidak bisa diatur secara telescopic.

Nyalakan mesin masih dengan memutar kunci, langsung terdengar raungan diesel kencang dari mesin 5-silinder berkapasitas hampir 3.200 cc. Ya, dibandingkan mesin All New Fortuner dan All New Pajero Sport atau bahkan X5 Advanced Diesel dan ML250 CDI, mesin Everest generasi ketiga ini memang jadi yang paling gambot, cukup terdengar dari suara idle-nya yang lumayan keras, meski saat pintu ditutup terisolasi dengan baik oleh peredaman kabinnya.
 
Namun, kami harus membiasakan diri dulu terhadap instrument cluster-nya yang memiliki dua layar digital mengapit spidometer analog di tengahnya. Canggih, tetapi justru menyulitkan jikabelum biasa

Buas, terkendali, Nyaman

Masukkan tuas transmisi ke D,injak pedal gas dan.. Wow! Akselerasinya sangat menjambak! Tidak salah kapasitas besar pada mesin kompresitinggi dan variable turbo membuat torsi besar 470 Nm langsung tersediadi rpm 1.250. Sayang, transmisi otomatis 6-percepatannya sering‘nyangkut’ alias sulit naik ke gigi selanjutnya saat menyentuh rpm 2 ribuan meski kaki sudah sedikit ditarik dari pedal gas.

Lingkar setir yang besar namun terasa pas di genggaman tangan juga terasa memberikan feedback yang sangat baik dari kontur jalan dan saat menikung, sebagian thanks to pelek 20 inci yang terbesar di kelasnya. Mengejutkan juga, profil ban cukup tipis 265/50R20 tetap membuat bantingan terasa empuk hingga membuat perjalanan nyaman.

Penasaran dengan transfer case elektronik yang digunakan, kami coba memutar kenop di samping tuas transmisi. Wah, ternyata itu bukan pemindah jadi penggerak 4 roda, karena Everest yang dirancang di benua Kangguru ini menggunakan permanent 4-wheel drive. Sedangkan kenop tadi disebut TMS (Terrain Management System), sistem off road pintar yang dapat mengatur torsi dan transmisi untuk menyesuaikan medan yang dipilih (Normal, Grass/Gravel Snow, Sand, Rock).

Fitur berlimpah, tarikan luar biasa di putaran rendah, kenyamanan yang berpadu harmonis dengan gaya pelek 20 inci membuat Ford Everest yang diproduksi di Thailand ini terdengar too good to be true. Hmm, siap untuk kabar buruknya? Berkat skema pajak yang menyulitkan kapasitas mesin di atas 3.000 cc dan penggerak 4 roda permanen, sumber internal Ford mengatakan All New Everest 3.2 L Titanium Plus 4x4 ini akan memiliki price tag di atas Rp 1 miliar ketika tadinya akan diluncurkan Februari 2016. Wah, menyentuh teritori hwarga Mercedes dan BMW nih ya? • (otomotifnet.com)

Data Spesifikasi

Mesin  Diesel 5-silinder segaris 3.198 cc dengan Variable Geometry Turbocharger
Output Maksimum 198 dk @ 3.000 rpm
Torsi Maksimum 470 Nm @ 1.750-2.500 rpm
Transmisi Otomatis 6-percepatan
Dimensi (p x l x t) 4.893 mm x 1.862 mm x 1.836 mm
Wheelbase 2.850 mm
Ground Clearance 225 mm
Approach & Departure Angle 29°& 25°
Wading Depth 800 mm
Sistem kemudi Electronic Power Assisted Steering (EPAS)
Suspensi Depan Independent Double wishbone dengan Coil Over Shock dan Anti Roll Bar
Suspensi Belakang Live Axle, 4 Bar Link, Coil Spring, Anti Roll Bar dan Watts Link
Rem Depan / Belakang Ventilated Disc / Disc dengan ABS, EBD dan BA

EDITOR

Bagja

Top