Selasa,6 Sept 2016 10:11 WIB

Penulis: otomotifnet

First Drive All New Hyundai Tucson XG

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Meneruskan tradisi Tucson XG sebelumnya, Panoramic Sunroof kembai dihadirkan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Drive Mode, taruh di Sport mesin Nu 2.0 yang sudah galak makin agresif lagi

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Lampu sen di dalam kaca spion, satu-satunya nih di kelas ini dan di atasnya?

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bagasi sudah elektrik, sayang tidak ada smart handsfree trunk seperti Tucson versi global

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pelek naik satu inci jadi diameter 18 inci, sayang desain 5 palangnya terkesan aftermarket

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Head unit sudah menggunakan layar sentuh terintegrasi 8 inci, akhirnya tidak polosan lagi ketika buka pintu

Dijejali lebih banyak fitur, Tucson kini lebih siap berperang di kelas medium SUV

Jakarta - Sebelumnya, OTOMOTIF suka bagaimana tampang All New Tucson yang terlihat lebih dewasa dan menarik, lalu sudut recline jok belakang fleksibel, hingga respon mesin Nu yang sangat cekatan untuk dalam kota. Masalahnya hanya satu, yaitu fitur yang sangat minim.

Memang ada alasan PT Hyundai Mobil Indonesia meletakkan emblem ‘GLS’ pada Tucson yang meluncur di IIMS 2016 lalu. Yakni demi menyiapkan paket komplet berlabel XG, yang baru saja diluncurkan pada GIIAS 2016 pekan lalu. Lebih mahal Rp 31 juta, apa saja bedanya?

OTOMOTIF langsung mencoba, sayangnya meski diklaim sebagai versi lebih lengkap dibanding Tucson GLS, masuk ke dalam masih menggunakan tombol dari kunci yang sekarang sudah flip key. Pun menyalakan mesin belum pakai tombol.

Sebelum jalan, baru sadar ada tombol Drive Mode di sebelah kanan tuas transmisi, jadi mirip Santa Fe 2016 Edition nih. Enaknya, meski menggunakan mesin bensin Nu 2.0 yang sama, tapi jadi ada mode Sport dan Eco, aktif loh ya bukan hanya reminder.

Coba dulu mode Sport, yang memunculkan indikator oranye kecil di takometer. Injak gas sedikit saja, respon mesin benar-benar galak di awal, padahal pakai mode Normal saja sudah cukup menyentak. Namun kami suka karena menambah kecepatan tidak perlu injak gas dalam-dalam.

Bagi yang tidak suka feel terlalu responsif, bisa pilih mode Eco. Respon mesin terasa jauh lebih smooth saat berakselerasi dari diam. Apakah mode berkendara ini berefek pada angka akselerasi dan overtake? Tunggu sesi test drive-nya ya.

Yang juga disuka dari Tucson XG generasi sebelumnya, panoramic sunroof yang ekstrabesar di kelasnya, benar-benar membuat ruang kabin terasa lebih lega, terutama jika duduk di jok baris kedua.

Saat mencoba one touch triple turn signal-nya, lampu sein berbentuk tanda panah menyala di kaca bagian dalam spionnya. Terlihat keren dan unik, namun kok terkesan aftermarket, apalagi sisi cover spionnya dan pada bodi samping, justru tidak ada lampu sein tambahan.

Begitu juga bagasi elektris yang digunakan. Kami kira sistem ini sudah menggunakan smart handsfree tailgate seperti Tucson versi global, yang bisa membuka secara otomatis ketika kunci dikantungi, lalu mendekat ke bagasi selama 3 detik.

Sayangnya tidak begitu, apalagi tombol pembuka di depannya diletakkan di dekat tuas transmisi, hingga makin terlihat aftermarket. Untung, paling tidak sudah ada jam protection. * Sano

 

EDITOR

Bagja

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top