Selasa,23 Feb 2016 10:00 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Drive All New Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2 A/T

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mesin MIVEC 2.4 Liter, turun 100 cc dari generasi sebelumnya namun lebih bertenaga dan galak

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Lingkar kemudi sekarang bisa diatur tinggi renda dan maju mundur

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Electronic parking brake lock, jadi fitur baru di All New Pajero Sport

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Jok belakag masih bisa nyaman diduduki penumpang bertinggi badan 178 cm

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Suspensi mengayun lembut ketika menghadapi jalan yang bumpy

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Perpindahan pendek

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Versi 4x 2

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Perlu perlakukan halus agar performa maksimalnya bisa didapat

Seperti ini rasanya, ketika diberi kesempatan lebih banyak bersama All New Mitsubisi Pajero Sport

Jakarta - Ada dua kondisi trek yang disediakan PT Kramayudha Tiga Berlian (KTB) untuk bisa merasakan kemampuan dari All New Mitsubisi Pajero Sport di acara 1st Driving Impression di Ancol, Jakut (21/1). Kondisi pertama adalah off-road berpasir, bumpy dan berumput. Sedangkan kondisi berikutnya merupakan medan on-road dengan kontur permukaan halus dan sedikit bumpy.

Walau dua trek dengan kondisi berbeda, namun ada persamaannya. Lokasi yang semuanya ada di kawasan Pantai Carnaval Ancol itu memilki banyak tikungan tajam. Kondisi seperti itu, tentunya yang membuat All New Pajero Sport dapat dirasakan dari performa, handling dan kenyamanan berkendara.

Memang tidak maksimal, namanya juga sesi first driving impression. “Nanti setelah resmi diluncurkan pada 29 Januari, All New Pajero Sport akan lebih banyak lagi yang bisa dieksplor,” kata Hishasi Ishimaki, President Director KTB. Nah, kali ini OTOMOTIF berkesempatan menjajal varian tertinggi, yakni Pajero Sport Dakar 4 x 2 A/T. • (otomotifnet.com)

Kabin Senyap

Masuk dan duduk di dalam kabin All New Pajero Sport, langsung terasa kenyamanannya. Jok dilapis bahan kulit yang lebih lembut, jadi penyebab kenyamanan tersebut. Selain itu, suara mesin yang memiliki kapasitas 2.400 cc diesel tereduksi dan membuat ruang kabin lebih senyap. Sebelum menginjak pedal gas kendaraan bertransmisi otomatis 8 percepatan, setting posisi duduk terlebih dulu biar pas. Jok bagian pengemudi sudah menggunakan model eletronik.

Rasanya enggak hanya posisi jok yang harus disetting, supaya bisa dapat fill mengemudi yang pas sehingga berujung pada aman berkendara, menyetel posisi setir yang sudah model telescopic dan tilt, pastinya membantu pengemudi menemukan posisi kemudi yang sesuai keinginan. Pasang safety belt dan saatnya injak pedal gas dan lansung menuju trek berpasir. Pada posisi pengemudi yang dirasakan memang suspensi All New Pajero Sport mengayun lembut ketika melibas trek bumpy.

Oleh karena trek yang disediakan cukup sempit dan ada tikungan tajam juga u-turn, maka enggak sempat lagi melihat jarum spidometer saat melintasi handicap tersebut. Tapi yang jelas ayunan suspensi yang lembut itu, meningkatkan kenyamanan saat berkendara. Jadi pengemudi kok semuanya terasa aman-aman saja? Membunuh penasaran tersebut, dengan cara pindah posisi duduk ke jok tengah. Dengan trek yang sama yakni semi off-road, ayunan suspensinya yang lembut baru terasa sedikit berlebih.

Makin terasa berlebihan, terutama ketika jajal duduk di jok baris ke-3 alias paling belakang. Bisa jadi itu akibat dari All New Pajero Sport digas dengan kecepatan yang agak tinggi. Mungkin kalau pelanpelan saja, akan terasa lebih nyaman. Meski pada kenyataannya seperti itu, jangan lantas Anda menolak untuk duduk di jok baris ke-2 dan ke-3. Pasalnya posisi duduk terasa nyaman, bahkan untuk tinggi badan yang mencapai 178 cm. Bahkan di jok paling belakang, dengan posisi yang pas masih bisa didapat leg room yang lega. Kalau diukur-ukur, jarak antara lutut dengan punggung jok di depannya mencapai 5 jari (plus minus 10 cm).

Bagaimana di kondisi jalan on-road? Sudah pasti All New Pajero Sport siap untuk digas. Tapi ingat sedikit rem kalau mulai masuk pada kodisi trek bumpy, biar kenyamanannya tetap terjaga. Menikung dengan kecepatan sedikit lebih tinggi, juga terasa anteng-anteng saja.•

Perpindahan Pendek

Saat pedal gas diinjak, enggak langsung terasa entakan mesin MIVEC 2.4 Liter yang menggantikan DI-D 2.5 Liter. Padahal mesin baru ini diklaim memiliki power dan torsi lebih besar dari generasi terdahulu. Bila sebelumnya hanya 178 dk/4.000 rpm, mesin sekarang mencapai 181 dk/3.500 rpm. Sedangkan torsi yang bisa dikail menjadi 430 Nm/2.500 rpm, sedangkan produk sebelumnya hanya 350 Nm/1.500-3.500 rpm. Memang melihat dari datanya,

All New Pajero Sport nampak sedikit lebih galak dari generasi sebelumnya. Tapi jangan lantas itu bikin buruburu pedal gas ingin diinjak lebih dalam. Kalau enggak siap, entakan mesinnya malah bikin celaka. Itu dirasakan OTOMOTIF, saat injak gas pedal gas lebih dalam saat hendak keluar tikungan trek berpasir. Kalau saja enggak sigap, niscaya garis pembatas jalur yang hanya dari pita plastik itu putus tertabrak. Di trek on-road, terasa perpindahan gigi transmisinya halus dan enggak butuh waktu lama.

Artinya All New Pajero Sport enggak butuh putaran mesin tinggi saat melakukan perpindahan dari gigi terendah sampai yang paling tinggi. Sudah pasti model perpindahan gigi seperti ini, ada efeknya. Mau tahu efek dari penggunaan transmisi 8 percepatan? Silakan buka halaman 14.•

Versi 4x4

Kebetulan di lokasi yang sama juga ada All New Pajero Sport yang berpenggerak roda 4x4. Dari pada penasaran, maka dari yang 4x2 pindah ke 4x4. Secara desain bodi enggak ada perbedaan antar kedua produk tersebut. Hanya akan terlihat angka 4 x 4 bodi belakang sebagai penanda.

Perbedaan paling mendasar adanya di dalam kabin, terutama di konsol= bawah tuas transmisi otomatis. Dengan sistem tekan putar, pengemudi akan bisa memilih sistem penggerak roda. Ada juga pilihan model kondisi jalan dari berpasir, baru dan salju (sudah pasti yang satu ini enggak akan pernah terjadi di Jakarta dan sekitarnya).•

 

EDITOR

Bagja

Top