Senin,16 Nov 2015 13:06 WIB

Penulis: pewete pewete

First Drive All New Nissan X-Trail Hybrid

Foto: SANO

First Drive All New Nissan X-Trail Hybrid



Untuk pasar Indonesia tentunya. Akhirnya pecinta lingkungan hidup kembali diberikan pilihan


Jakarta - Dibandingkan mobil listrik dan hidrogen yang dipatok sebagai kendaraan masa depan, hybrid motor listrik dan mesin bensin lebih bisa dianggap untuk masa transisi. Tidak sepenuhnya mengandalkan baterai atau hidrogen terkompresi untuk bahan bakar berarti SPBU konvensional masih menjadi pemasok hidup mobil hibrida.



Motor listrik RM31 bertenaga 40 dk menemani mesin MR20DD, torsi instan 160 Nm kini dapat diperoleh langsung semenjak pedal gas diinjak

Karena minim emisi, torsi instan dan konsumsi yang lebih baik, tidak salah dong kalau mesin ganda seperti ini salah satu favorit OTOMOTIF. Sama halnya dengan All New Nissan X-Trail yang menyabet Best High SUV Gasoline pada OTOMOTIF Award 2015. Lalu bagaimana bila digabungkan?



Jarang-jarang spidometer hybrid masih disisakan takometer, kini dengan tambahan indikator pemakaian energi dan penyesuaian MID

Setelah menunggu lebih dari 2 bulan pasca-diperkenalkan, akhirnya PT Nissan Motor Indonesia memberi kesempatan kami untuk mengetes X-Trail Hybrid pada peluncurannya di Jatiluhur, Purwakarta (4/11). Penasaran?

BUMPER XTREME

Selama ini, penguasa segmen mobil hibrida di Indonesia berupa sedan karena langkanya jenis lain. Kehadiran X-Trail Hybrid juga sekaligus perdana bagi segmen SUV di Indonesia, apalagi harganya yang RP 625 juta (on the road Jabodetabek) akan menjadikannya sangat kompetitif.



Jok ekstra empuk khas Nissan dengan putaran setir ringan pada kecepatan rendah

Dari luar, bedanya dengan versi mesin bensin pun sangat minim. Beberapa tambahan panel pada bumper depan, side skirts dan bumper belakang diambil dari versi XTREMER di Jepang meningkatkan sisi elegan dari X-Trail. Sedangkan fog lamp LED menambah kesan futuritik.



Maaf anak-anak, sekarang tidak bisa duduk di baris ketiga yaa, joknya diganti baterai nih soalnya

Sementara itu, daerah perbukitan di sekitar Bendungan Jatiluhur telah menunggu untuk dijajal. Menurut Budi Nur Mukmin, GM Marketing Strategy NMI, daerah ini dipilih sudah menjadi rumah bagi sebuah SUV dan dapat merasakan kinerja terbaik dari mesin hybrid.

KEUNGGULAN MESIN GANDA

Sesi pertama, tanjakan terjal langsung menyapa SUV 5-seater ini. Beberapa detik pertama, hanya motor listrik yang bekerja menggerakkan kedua roda depannya. Namun setelah membaca beratnya beban yang dibutuhkan, mesin bensin seperti pada varian 2.0 mengintervensi untuk membantu.



Selain motor listrik, sisi aerodinamis juga diperbaiki dengan penambahan cover underbody untuk menambah koefisien drag

Enaknya, getaran saat mesin bensin tiba-tiba menyala tidak terlalu terasa seperti sistem idling start/stop. Mungkin ini karena penggunaan dua kopling yang langsung menyambungkan motor dan mesin MR20DD ke drivetrain.



Emblem ini nih yang dicari para pecinta lingkungan, bukti pengurangan NOx dan NMHC hingga 75%

Ketika kedua mesin bekerja bersama, kemiringan curam pun mudah saja dilahap berkat torsi instan dari motor listrik, membantu mesin bensin tidak perlu bekerja dan meraum keras seperti biasanya. Namun ketika indikator baterai yang terlihat dari MID sudah kurang dari 3 bar, maka mesin akan bekerja double untuk menggerakkan mobil sekaligus mengisi baterai.

REGENERATIVE BRAKING

Selain dari mesin bensin, motor listrik juga dapat digunakan untuk mengisi baterai 202 Volt yang digunakan. Saat melewati sesi kedua, tanjakan tadi dilewati dengan arah sebaliknya hingga menjadi turunan. Ketika pedal gas tidak diinjak, motor listrik yang digerakkan putaran ban akan menjadikannya generator.



Uji coba kondisi stop and go, sunyi banget karena mesin bensin enggak nyala!

Uniknya, dua fungsi ini hanya dilakukan oleh satu motor dibandingkan dua seperti pada kebanyakan mobil hybrid lainnya. Agak canggung, karena pedal rem juga terasa hampa di awal karena regenerative braking, yaitu pengereman yang dilakukan oleh motor listrik dengan sedikit menghambat laju mobil saat menurun sembari mengisi baterai.

Menariknya, proses ini dapat dilihat pada animasi di MID. Kombinasi kedua mesin ini juga memberi X-Trail Hybrid kemampuan Hill Start Assist. Saat perlu mendaki tanjakan dengan sudut kemiringan hampir 40 derajat, mobil otomatis menahan posisi selama 4 detik saat pedal rem dilepas dengan memutarkan mesin hingga sekitar 1.500 rpm, memberikan kesempatan kami untuk berpindah kaki ke pedal gas.

Kemudian tiba sesi yang menirukan kemacetan di Jakarta. Sebuah Nissan March yang melaju stop and go menghalangi dan kami harus mengikutinya. Langsung terasa keunggulan utama mesin hybrid, yaitu kabin terdengar sangat senyap berkat hanya EV Mode yang aktif. Seakan belum cukup, konsumsi bensin juga sangat terbantu di sini.

Namun soal angka tepatnya, harus tunggu sesi test drive yaa. Kencan singkat kami dengan X-Trail tercanggih ini terasa berakhir sangat cepat, membuat kami tidak sabar untuk menguji kemampuan dua mesinnya di kemacetan Jakarta.

Kesan kami, teknologi hybrid yang seamless ini sangat membantu kinerja mesin bensin dan memberi progress positif dalam hal NVH, efisiensi dan emisi. Semua hal ini tanpa harus kehilangan fitur-fitur unggulan X-Trail seperti Around View Monitor, bagasi elektrik dan masih banyak lagi. • (otomotifnet.com)


DATA SPESIFIKASI

Mesin: MR20DD 4-silinder segaris 1.997 cc dengan Direct Injection dan Dual CVTCS (Continous Valve Timing Control System) dan motor listrik RM31 dengan baterai Lithium-Ion 202 Volt Output Maksimum: Bensin 142 dk @ 6.000 rpm, Motor 40 dk Torsi Maksimum: 207 Nm @ 4.400 rpm, Motor 160 Nm Transmisi: Otomatis XTRONIC CVT Dimensi (p x l x t): 4.640 mm x 1.820 mm x 1.720 mm Wheelbase: 2.705 mm Ground Clearance: 210 mm Sistem kemudi: EPS (Electronic Power Steering) Suspensi Depan: Independent MacPherson Strut dengan Stabilizer Bar Suspensi Belakang: Independent Multi-link dengan Stabilizer Bar Rem Depan / Belakang: Ventilated Disc / Disc dengan ABS, EBD, BA Ukuran Ban: 225/60 R18 Kapasitas Tangki: 60 liter Harga: Rp 625 juta on the road Jabodetabek









EDITOR

Otomotifnet

Top