Senin,9 Nov 2015 12:02 WIB

Penulis: pewete pewete

First Drive Honda BR-V, Cross Over Cross!

Foto: TRIBOWO LAKSONO/AUTOBILD

First Drive Honda BR-V, Cross Over Cross!



Mengusung konsep crossover, BR-V memadukan performa SUV dan kenyamanan MPV. Berbasis platform Mobilio dan mesin i-VTEC, jawara baru Honda ini siap merajai pasar SUV dan MPV Indonesia


Jepang - Mulai Januari 2016, kiriman pertama crossover buatan Honda ini akan sampai di garasi konsumen. Mobil hasil kawin silang MPV dan SUV ini sudah mendulang 3.500 inden sejak pertama dilansir di pameran otomotif nasional (IIMS dan GIAAS), akhir Agustus lalu. Tapi, meski sudah banyak dipesan, belum satu pun yang menjajalnya langsung! Hmmmm...!



Dasbor elegan dan fungsional

DEVELOP SANA-SINI


Sosoknya ganteng. Tinggi dengan perawakan berisi, tidak terlihat ringkih dan punya raut wajah mirip dengan saudara-saudaranya (Mobilio, HR-V). Itu impresi pertama saat berjumpa Honda BR-V di area Active Safety Training Park, salah satu bagian dari Sirkuit Twin Ring Motegi yang sohor itu (27/10). Pastinya, sudah lihat fisik, jadi pengin jajal performanya.



Ergonomi kabin pengemudi menunjang pengendalian

Basis BR-V pakai punya Mobilio, boleh saja kalau muncul asumsi ‘rasa’ handling, stabilitas dan akselerasi, mirip saudara MPV-nya itu. Apalagi mesin, “Pakai punya Honda Jazz, 1.500 cc i-VTEC yang juga dipakai di Mobilio (juga di HR-V, red.),” kata Jonfis Fandy, Direktur Marketing & Aftersales PT Honda Prospect Motor saat mengajak OTOMOTIF dan jurnalis Tanah Air lainnya mampir ke Motegi sebelum perhelatan 44th Tokyo Motor Show. Ah, apa bener ya?



Kabin penumpang, baris kedua, ruang kepala dan dengkul juara, ruang kaki biasa saja

Begitu panitia panggil OTOMOTIF, langsung deh membenamkan diri di jok sopir. Setel posisi alas duduk, sandaran, kaca spion kiri-kanan dan tengah, terus pegang kemudi. Pas! Buat driver setinggi 166 cm, kabin driver mobil tujuh penumpang ini akomodatif.



Ruang bagasi bisa dimuati 2 koper besar

Termasuk jangkauan ke tuas dan tombol kontrol (sein, lampu, wiper, AC, head unit). Marshal memberi aba-aba go, tuas matic CVT masuk ke D, pedal gas diinjak, bruuum! Akselerasi cukup baik, diisi dua penumpang, BR-V melaju lancar hingga 80 km/jam karena keterbatasan trek lurus di area tes.



Stabilitas di tikungan dijaga konstruksi kaki-kaki yang dibuat rigid

Impresinya, BR-V ini ‘ringan’ dan ‘bertenaga’. Rupanya, hal ini yang di-develop R&D Honda agar karakteristik SUV (bertenaga, red) bisa menyatu di mobil berkonsep crossover ini. Detailnya, gesekan piston dengan dinding silinder dalam mesin dikurangi menggunakan metode coating berpola zigzag.



Akselerasi enteng dibantu teknologi coating piston terbaru


Efeknya, gerak piston jadi lebih enteng karena gesekan sangat berkurang, otomatis tenaga tersalur maksimal. Ini masih ditambah sektor transmisi (CVT) yang juga ikutan diperbarui. Yakni melebarkan range rasio, mengurangi gesekan dan mereduksi bobot ‘casing’-nya. Terakhir, final gear-nya juga ikut disesuaikan dengan karakteristik SUV.



Ground Clearance paling tinggi di antara low MPV

Lanjut, ketika masuk ke tikungan kecepatan dikurangi, ada sedikit pertanyaan, apakah bodi akan limbung mengingat ground clearance-nya yang 201 mm (Mobilio 189 cm)? Nyatanya, BR-V tidak menunjukkan gejala limbung. Jadi teringat apa yang disampaikan Large Project Leader BR-V, Atsushi Arisaka.

“Kami menyetel konstruksi kaki-kaki BR-V agar lebih rigid. Yakni dengan membuat bushing (ganjal karet, red) lebih keras. Selain itu, wheel base yang panjang, penampang roda lebih lebar, dan optimalisasi geometri mobil, diklaim Honda meningkatkan stabilitas BR-V,” paparnya.

Lalu, bagaimana kenyamanan di kabin sebagai refleksi wujud MPV? Untuk jok baris kedua, ruang kepala (head clearance) dan ruang dengkul (knee clearance) BR-V termasuk lega. Namun jok baris ketiga, head dan knee clearance-nya mirip-mirip dengan low SUV atau MPV lainnya.

Tapi kalau bicara ruang kaki (leg room), jok baris ketiga BR-V lumayan lega. Soalnya, jok baris kedua sedikit dikorbankan (dimajukan, red) untuk mengurangi rasa pegal penumpang paling belakang. Oke deh! • (otomotifnet.com)


Data Spesifikasi:
Tipe S Tipe E Tipe Prestige Mesin 1.5L SOHC 4 silinder sejajar i-VTEC Kategori Crossover 7 seater (SUV + MPV) Transmisi 6MT 6MT/CVT CVT Daya Maksimum 120 dk/6.600 rpm Torsi Maksimum 145 NM/4.600 rpm Rem ABS, EBD Pelek 16 inci, alloy wheel Harga Rp 230 juta N/A Rp 265 juta ]







EDITOR

Otomotifnet

Top