Senin,11 April 2016 16:00 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Drive Isuzu D-Max V-Cross 3.0L 4WD, Tenaga Lebih Besar

  • Foto: Julian/otomotifnet

    Interior minimlis

  • Foto: Julian/otomotifnet

    Pusat dasbor terkesan modern

  • Foto: Julian/otomotifnet

    Pilihan 4L karena harus melintasi medan yang ekstrem

  • Foto: Julian/otomotifnet

    Siap melintasi bebatuan yang ekstrem

  • Foto: Julian/otomotifnet

    Daya muat ruang barang sudah teruji di Indonesia

First Drive

Isuzu D-Max V-Cross 3.0L 4WD
Tenaga Lebih Besar

Menjajal langsung di area bebatuan dan kubangan berlumpur serta tanah miring menyeramkan di Pattaya, Thailand

Pattaya - Bagi penikmat kendaraan 4WD (Four Wheel Drive), Isuzu D-Max V-Cross 3.0L 4WD  bertransmisi manual 5-speed dengan penggerak roda 4x4 ini memang layak dilirik. Alasannya, bila dilihat dari sisi performa, bukan saja piawai di jalan lurus beraspal atau kerikil yang cukup menyebalkan, tetapi juga bebatuan yang bergelombang serta kubangan berlumpur.

OTOMOTIF menerima tantangan dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia guna menjajal kendaraan double cabin tersebut di area Isuzu 4x4 Land, Pattaya (23/3). Saat kali pertama melihat tampilan luar, sudah tak asing lagi lantaran senada dengan versi Indonesia. Hanya saja, yang dijajal khusus versi yang belum beredar di Tanah Air, yaitu D-Max 3.0l V-Cross 4WD bertransmisi manual 5-speed.

Pun begitu dengan ruang kabin yang tidak memiliki kebaruan. Namun, mata segera tertuju pada skema perpindahan gigi transmisi pada tuas transfer case 4WD yang terdiri dari 2H-4H-N-4L. Tidak mau ambil pusing, lantaran medan yang akan dilalui cukup berat, pilihan pun jatuh pada model 4L. Sebelumnya, tuas transmisi digerakkan ke posisi terendah, yaitu satu.

Pilihan model 4L ini paling tepat, karena selama pengujian, sangat membantu melintasi medan yang ekstrim seperti tanjakan tinggi dan jalan menurun curam. Bukan itu saja, tidak tanggung-tanggung, OTOMOTIF juga menjajal V-Cross di di jalan yang jelek serta berlumpur. Memang diakui, dengan menggunakan model 4L, V-Cross bergerak lebih lambat, namun punya torsi lebih besar. Selain itu, pengereman mesin atau engine brake yang kuat juga terasa ketika menuruni area yang curam.

Sayangnya, lantaran keterbatasan waktu, V-Cross tidak sempat dijajal dengan menggunakan posisi tuas 2H dan 4H. Sekadar catatan, kalau 2H berarti menggunakan dua roda untuk penggerak dan digunakan di jalanan beraspal di dalam kota. Sementara itu untuk 4H guna melintasi permukaan jalan dengan tanah basah yang licin serta berlumpur. • (otomotifnet.com)

EDITOR

Otomotifnet

Top