Senin,14 Sept 2015 13:11 WIB

Penulis: pewete pewete

First Drive Menikmati Porsche 911 Carrera GTS

Foto: Porsche

First Drive Menikmati Porsche 911 Carrera GTS



Sportcar yang menjadi pusat perhatian ketika kami mengendarainya di salah satu kota bisnis internasional


Singapura - Menerima undangan dari Porsche Indonesia untuk menjajal 911 Carrera GTS langsung di Singapura, tentu saja membawa kesan menakjubkan (3-5/9). Bagaimana tidak? Pihak Porsche di Singapura sengaja memberikan rute yang memiliki ragam kontur jalan berbeda.



Tersedia fitur ubahan suara knalpot

Alhasil kondisi ini bisa membuktikan bahwa Porsche juga mampu diajak ‘bermain’ bukan saja di lintasan bebas hambatan yang bergelombang dan tikungan tajam, tetapi juga jalur yang cukup padat. Penasaran?

SUARA MENGGELEGAR

Hal pertama yang membuat OTOMOTIF jatuh cinta pada pandangan pertama dengan GTS ketika raungan mesin menarik sejumlah pengunjung Hotel Parkroyal di area 3 Upper Pickering Street, Singapura. Sejumlah mata tertuju pada sportcar berkelir merah yang mendapat parkir khusus.



Ruang interior didominasi warna gelap yang kental aura balapnya

Seperti yang diutarakan Karl Daruwalla, selaku Instruktur Porsche di Singapura, bahwa raungan mesin itu memang sudah menjadi ciri khas GTS. “Porsche mendesain bunyi yang dihasilkan knalpotnya,” jelasnya.Masih menurutnya, ada katup di dalam knalpot yang mampu mengubah aliran gas buang sehingga timbul suara menggelegar.



Jok hitam yang mampu mencengkeram tubuh dengan pola jahitan yang sengaja diperlihatkan

“Anda tinggal tekan tombol di konsol tengah dan perhatikan beda suara knalpot yang masuk ke dalam kabin,” jelasnya. Penjelasan singkat dari Karl tersebut langsung terbukti ketika GTS di bawa ke luar area hotel. Memang hanya menekan fitur knalpot, maka terdengar suara menggelegar terutama pada tarikan awal mesin.



Inilah model knalpot yang mampu memecah kesunyian

Menariknya lagi, meski di sejumlah area jalan terbilang minim kepadatan kendaraan, tapi suara menggelegar itu tetap bisa terdengar. Artinya, dalam kondisi laju mulai cepat, suara menggelegar tetap terdengar. Pun begitu, dalam kondisi macet, GTS tetap bisa bersahabat dengan suara khas dari knalpot yang membuat banyak pengemudi lain mencuri pandangan.



Seperti halnya ketika memasuki area Old Upper Thomson Road yang merupakan taman kota dengan nuansa hijau dan jernihnya danau, GTS sempat memecah keheningan. Di luar urusan suara knalpot, ternyata performa GTS juga sebanding. Hal tersebut bisa terlihat ketika GTS dipacu hingga kecepatan 90 km/jam.



Model buritan mudah dikenali dan menjadi ikon Porsche

Jangan tertawa dulu membaca angka yang tertera. Pasalnya, kebijakan berkendara dari pemerintah setempat memang mewajibkan kendaraan hanya bisa dipacu maksimum di angka 90 km/jam.Porsche 911 Carrera GTS sendiri mengusung mesin berkapasitas 3.800 cc flat-6.

Dalam informasi resmi yang didapat dari Porsche International menyebutkan bahwa mesin ini menjalani sejumlah pengembangan dari model 911 Carrera S. Enggak heran kalau GTS diklaim menghasilkan tenaga 30 dk lebih besar, yaitu 430 dk. Tak pelak lagi laju 0-100 km/jam berhasil diselesaikan dalam 4,0 detik saja.

INTERIOR MERAH + KARBON

Setelah letih menjelajah rute perjalanan selama enam jam, Porsche 911 Carrera GTS yang memiliki transmisi otomatis  7-speed itu kembali masuk ke area hotel. Sebelum keluar dari kabin, ada sejumlah catatan menyoal interior yang memang didesain bergaya balap.

Sebut saja balutan suede dan karbon di hampir semua sisi kabin menjadi ikon kebanyakan kendaraan bernafas sportcar. Bila lebih jeli lagi, interior GTS didominasi warna hitam dengan jahitan berwarna merah yang memang sengaja diperlihatkan.

Kemampuan jok yang memiliki headrest menyatu juga layak diacungi jempol dalam urusan mencengkeram posisi tubuh ketika GTS dipacu di tikungan tajam. Selain itu kemudahan dalam mencari lokasi tujuan juga terpandu oleh head unit double DIN dengan layanan GPS dan layar sentuh.

Menariknya lagi, tampilan GPS bukan saja terlihat pada layar head unit monitor, tetapi juga tampil di spidometer. Alhasil, mata pengemudi akan mudah memantau tanpa bantuan seorang navigator. Apalagi layanan GPS itu juga disertai bantuan suara.

Hal menarik lainnya adanya jam di dasbor yang dapat berubah fungsi menjadi stopwatch. Alhasil, Anda bisa memantau waktu terbaik ketika GTS dipacu di jalan bebas hambatan. Pastinya, peranti itu tidak akan bisa dipakai di ruas jalan Jabodetabek.•





EDITOR

Otomotifnet

Top