Jumat,27 Nov 2015 12:00 WIB

Penulis: parwata

First Drive Mercedes-Benz B200 Urban Facelift

  • Foto: Rian/otomotifnet.com

    Monitor 5,8 inci dikendalikan via tombol putar pada konsol tengah

  • Foto: Rian/otomotifnet.com

    Setir 3-spokes terlihat sporti

  • Foto: Rian/otomotifnet.com

    Kabin belakang lega dan disediakan meja lipat

  • Foto: Rian/otomotifnet.com

    Jok belakang dilipat membuka ruang 1.545 liter

  • Foto: Rian/otomotifnet.com

    Buritan seperti E-class station wagon versi jangkung yaa...

RASA MERCY BUDGET

Dengan segmen yang dianggap nanggung, dapatkah sedikit penyegaran tampang dan fitur menyelamatkan B-Class dari ketidakpopulerannya?

Jakarta - Sebelum memulai, mari ingat kalau ini adalah Mercedes-Benz termurah kedua di Indonesia setelah A200 Urban. Dibanderol Rp 569 juta off the road, sebenarnya tidak bisa berharap banyak terhadap B200 Urban Facelift yang baru diluncurkan pada pameran otomotif nasional 2015 kemarin.

Kemudian kekurangan, seperti tidak adanya fitur smart key, auto climate control, pengangkat hidrolis kap mesin dan pere-damnya, hingga absennya bahan soft touch pada dasbor bagian bawah serta pengaturan jok berlapis kulit Artico masih full manual. Untungnya, posisi duduk ideal mudah saja ditemukan karena pengaturan ketinggian driver dipisah untuk bagian paha dan belakang, setir dengan setting tilt dan telescopic juga membantu.

Saat diset paling rendah, posisi duduk tetap terasa cukup tinggi. Mungkin efek ground clearance yang lebih tinggi 25 mm dibanding A-Class. Menyenangkannya, bantingan justru terasa empuk saat melewati simulasi speed bumps di trek, kontras dengan

karakter A-Class atau bahkan dibanding C-Class. Sepertinya memang harus seperti itu, mengingat sports tourer pesaing BMW Seri 2 ini lebih mengutamakan akomodasi dan menjadikannya sebagai komuter untuk keluarga.

Lihat saja leg room dan head room leluasa di ruang belakang, apalagi ada tambahan meja makan yang tercantol ke jok depan. Dalam sesi singkat, OTOMOTIF merasa performa mesin berkapasitas 1.596 cc dengan turbocharger-nya agak lambat.

Padahal di atas kertas, tenaga 156 dk dan torsi 250 Nm harusnya lebih dari cukup. Entah karena trek terlalu pendek, sehingga performa sebenarnya tidak keluar, yang pasti, perlu tunggu sesi test drive untuk lengkapnya.

Lalu B200 tetap dibekali fitur-fitur pintar seperti Active Parking Assist, Attention Assist yang memonitor tingkat keletihan pengemudi, tire pressure monitoring system dan lampu proyektor Bi-Xenon otomatis. •

(otomotifnet.com)

DATA SPESIFIKASI:

Mesin: 4-silinder segaris 1.595 cc dengan turbocharger Tenaga Maksimum: 156 dk @ 5.300 rpm Torsi Maksimum: 250 Nm @ 1.250 - 4.000 rpm Transmisi: Otomatis 7G-TRONIC PLUS 7-percepatan Dimensi (p x l x t): 4.466mm x 1.786 mm x

1.558 mm Wheelbase: 2.699 mm Ground Clearance: 134 mm Sistem kemudi: Rack & Pinion Suspensi Depan: MacPherson Strut Lower Wishbone dengan Coil Spring dan Anti-roll Bar Suspensi Belakang: Multi-link System dengan Coil Spring

dan Anti-roll Bar Rem Depan / Belakang: Ventilated Disc / Disc dengan ABS Ukuran Ban: 225/45 R17 Kapasitas Tangki: 50 liter Harga: Rp 569 juta (off the road)

 

EDITOR

Otomotifnet

Top