Jumat,15 April 2016 11:05 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Drive New Honda CR-Z CVT, Definitely No Jazz

  • Foto: adit/otomotifnet

    Meski ditambah jendela belakang jenis split, tetap saja visibilitas terlihat terbatas

  • Foto: adit/otomotifnet

    Kabin khusus driver terasa seperti kokpit pesawat dengan banyaknya tombol dihadapkan ke pengemudi, instrument cluster 3D terutama spidometer dengan proyektor seperti HUD terlihat sangat futuristik

  • Foto: adit/otomotifnet

    Mau tahu fungsi tombol S+ ini? Tunggu sesi test drive yaa…

  • Foto: adit/otomotifnet

    Orang dewasa mustahil untuk duduk di jok belakang tanpa melipat kepala dan mengangkat kaki

  • Foto: adit/otomotifnet

    Layaknya sebuah sports car, ruang bagasi pun tidak istimewa

Meski menggunakan mesin yang sama, tambahan motor listrik dan bodi layaknya sports car meninggalkan impresi yang sangat berbeda dengan versi hatchback

Jakarta - Dengan perubahan tidak begitu banyak seperti wheel tread belakang, bumper dan jahitan oranye pada trim interior hingga drive mode, mengemudikan New Honda CR-Z CVT  sudah pasti tidak terasa jauh berbeda dengan versi sebelumnya. Ketika tombol start/stop engine ditekan, suara mesin langsung terdengar, beda dengan hybrid lainnya yang pernah dicoba.

Memulai di rem parkir elektrik aktif, EPB pun otomatis terdeaktivasi ketika pedal gas diinjak saat tuas transmisi dimasukkan ke D. Drive Mode kami set di Normal saat pertama mencoba. Bahkan saat digas awal, responnya berbeda dengan Jazz. Setiap injakan pedal, menghidupkan motor listrik yang selalu siap mulai dari 1.000 rpm.

Ketika pedal diinjak lebih keras, indikator kecil status IMA di sebelah kiri spidometer menunjukkan meteran yang mengarah ke tulisan “Assist”, sedangkan bila mengerem akan mengarah ke tulisan “Charge”. Makin penasaran, mode diubah ke Sport dan lingkar pada spidometer berubah warna jadi merah.

Kali ini, injakan pedal jauh lebih terasa. Kickdown dari diam mudah saja membuat badan menempel ke jok yang memiliki kontur yang sangat memeluk. Paling tidak, Jazz, City maupun Mobilio yang bermesin sama tidak akan memberikan sensasi yang sama.

Berbicara soal mengerem, fitur Engine Stop/Start pada CR-Z bekerja sedikit berbeda dengan kebanyakan mobil. Saat deselerasi mendekati berhenti, getaran mesin menghilang, menyisakan hanya motor listrik yang bekerja sebagai generator dan menandakan fitur Stop Engine pada mesin bensin sudah aktif.

Hal ini menghilangkan getaran berlebihan yang biasa terjadi ketika fitur ini aktif saat mobil sudah berhenti, sedangkan proses menyala kembali seperti biasa membutuhkan pedal rem dilepas atau pedal gas diinjak kembali. • (otomotifnet.com)


Data Spesifikasi New Honda CR-Z CVT

Mesin: L15 4-silinder segaris SOHC dengan
i-VTEC, DBW dan TBR, motor listrik IMA
(Integrated Motor Assist)
Kapasitas: 1.497 cc
Tenaga Maksimum Bensin: Bensin 116 dk @
6.600 rpm
Torsi Maksimum Bensin: Bensin 144 Nm @
4.800 rpm
Tenaga Maksimum Motor: 18 dk @ 2.000 rpm
Torsi Maksimum Motor: 78 dk @ 1.000 rpm
Transmisi: Otomatis CVT
Dimensi (p x l x t): 4.105 mm x 1.740 mm x
1.395 mm
Wheelbase: 2.435 mm
Radius Putar: 5,4 m
Sistem kemudi: EPS (Electronic Power Steering)
Rack & Pinion
Suspensi Depan: MacPherson Strut
Suspensi Belakang: Torsion Beam
Rem Depan/Belakang: Cakram Ventilasi/
Cakram dengan ABS, EBD dan BA
Ukuran Ban: 205/45R17
Kapasitas Tangki: 40 liter
Harga: Rp 535.000.000 (on the road Jakarta)

EDITOR

Bagja

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top