Jumat,7 Okt 2016 17:09 WIB

Penulis: otomotifnet

First Drive Toyota Crown Majesta Hybrid (S210) Gs

  • Foto: sano/otomotifnet

    Multi-Operation Touch Control Unit, mulai sistem hiburan kabin, climate control, EV Mode sampai sistem kestabilan bisa diatur dari sini

  • Foto: sano/otomotifnet

    Penambahan wheelbase 75 mm dari generasi sebelumnya menambahkan legroom dan knee room

  • Foto: sano/otomotifnet

    Sekilas desain motif estetik tradisional Jepang dari dasbor Crown Majesta ini diselimuti bahan berkualitas tinggi

  • Foto: sano/otomotifnet

    Auto High Beam termasuk Toyota Safety Sense yang didapat dari kamera dan radar yang digunakan

  • Foto: sano/otomotifnet

    Panjang lebih dari 4,9 meter paling cocok bersaing dengan Seri 5 dan E-Class

Motor listrik membuat kembaran Lexus GS berbadan bongsor ini tidak kesulitan ditenagai mesin kecil
 

Jepang - Toyota Crown Majesta generasi ke-14 ini jelas makin membedakan diri dengan saudara kembarnya, Lexus GS dengan mengidentitaskan fascia depan menggunakan gril raksasa berbentuk mahkota. Namun yang membuat tertarik mencobanya, adalah emblem ‘Hybrid Synergy Drive’ di buritan.

Menekan tombol start/stop engine biru, instrument cluster mirip Alphard Hybrid langsung menyala, memberi simbol ‘Ready’ di energy-meter, karena mesin bensin tidak langsung aktif. Posisi duduk luar biasa ergonomis dengan support raksasa, jok fabric premium pun terasa lebih lembut dibanding kulit.

Semua tombol yang disuguhkan masih beraksara kanji. Untung pakai aplikasi penterjemah smartphone, memberi tahu kalau tombol di sebelah kiri hazard berfungsi untuk mengganti bagian bawah layar Multi-Operation Touch Control Unit ke mode berkendara, sedangkan di kanannya untuk pengaturan AC.

Memulai dengan mode EV, motor 1KM bertorsi 275 Nm sama sekali tidak terasa kesulitan, mengangkut sedan yang bobotnya hampir 2 ton ini. Masuk ke lintasan lebih panjang, langsung saja kickdown. Sesuai ekspektasi, monster 2GR-FXE, 3.5L, V6 aktif dan sekejap membuktikan Crown Majesta ini merupakan kendaraan terkuat dari semua yang kami coba hari itu, termasuk Lexus RC300h yang diciptakan untuk tujuan performa.

Asyiknya, setiap dari angka gabungan 338 dk tersebut tidak mementalkan badan ke joknya seperti yang sebuah sports car akan lakukan, distribusi tenaga lebih secara smooth tentu karena Crown berkode S210 ini memang diutamakan untuk kenyamanan. Lebih takjubnya, jangan sangka menikung dengan kecepatan tinggi akan seperti membelokkan kapal gambot. Well, offset tie rod di depan dan toe-control arms di belakang membuat setting suspensinya tidak memberikan body-roll yang sama sekali berlebihan.

Hmm, cocok untuk para eksekutif Indonesia pasti ya?  Sano/otomotifnet.com

Data Spesifikasi:
Mesin: 2GR-FXE, V6, Atkinson Cycle dengan D-4S dan Motor Listrik 1KM
Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Roda Belakang
Kapasitas: 3.456 cc
Tenaga Maksimum (Bensin): 288 dk @ 6.000 rpm
Torsi Maksimum (Bensin): 354 Nm @ 4.500 rpm
Tenaga Maksimum (Motor): 197 dk
Torsi Maksimum (Motor): 275 Nm
Baterai: Nickel-metal Hydride (Ni-MH)
Tenaga Total: 338 dk
Transmisi: CVT
Dimensi (p x l x t): 4.970 mm x 1.800 mm x 1.460 mm
Wheelbase: 2.925 mm
Radius Putar: 5,3 m
Ground Clearance: 145 mm
Sistem kemudi: Electric Power Steering (EPS) dengan Variable Gear Ratio Steering (VGRS)
Suspensi: Navigation/Artificial Intelligence-Adaptive Variable Suspension System (NAVI/AI-AVS)
Rem Depan/Belakang: Cakram Ventilasi/Cakram Ventilasi dengan VDIM, VSC, ABS, EBD, BA dan Toyota Safety Sense
Berat: 1.830 kg

 

EDITOR

Bagja

Top