Kamis,5 Mei 2016 11:30 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Drive Volkswagen Polo 1.2 TSI, Lebih Fun To Drive

  • Foto: Istimewa

    Pengaturan AC yang digital dan sederhana, namun perlu adaptasi untuk pengoperasiannya

  • Foto: Istimewa

    Interior sederhana namun terasa nafas sporty berkat lingkar kemudi baru, sayang masih banyak trim plastik yang teraplikasi di kabin

  • Foto: Istimewa

    Kapasitas boleh hanya 1.200 cc, namun dapat menandingi performa kompetitor dengan teknologi TSI

  • Foto: Istimewa

    Posisi duduk di belakang masih tergolong memadai untuk postur umum orang Indonesia

  • Foto: Istimewa

    Harganya masih sama seperti saat peluncurannya kemarin, yaitu sekitar Rp 259 juta

Setengah tahun setelah kehadirannya di pameran otomotif nasional 2015, akhirnya Volkswagen Indonesia memberikan kesempatan untuk mencicipi hatchback yang diposisikan sebagai entry level ini

Jakarta - Secara penampilan, nyaris serupa dengan versi lawasnya. Hanya terlihat lebih segar dengan perubahan desain air dam dan fog lamp. Tambahan lainnya, VW Polo 1.2 TSI juga memiliki warna cover spion dan rear spoiler yang tidak sewarna bodi, aliashitam glossy.

Menuju interior, posisi mengemudi jadi salah satu unggulan. Fitur tilt steering dengan teleskopik, membuatnya leluasa untuk diatur. Dengan postur 170 cm dan posisi duduk diatur paling rendah, visibilitas ke depan, samping, maupun belakang tetap terasa baik.

Saat mencoba dengan rute Jakarta – Bandung PP, baru terasa performa sesungguhnya. Mesin 4 silinder baru berteknologi Turbo Stratified Injection (TSI) berkapasitas 1.200 cc, punya tenaga sebesar 105 dk dan torsi 175 Nm. Bikin akselerasinya terasa lebih menggebrak dan cocok untuk meladeni hatchback pabrikan Jepang.

Ketika menghadapi berbagai kondisi lalu lintas, seperti kemacetan pada tol Cikampek, sampai mendaki tanjakan panjang di tol Cipularang, performa mesin yang bersinergi dengan transmisi otomatis Dual Shift Gearbox (DSG) alias kopling ganda 7 percepatan, tergolong mumpuni terutama pada putaran menengah ke atas, karena bantuan ‘rumah keong’ tersebut.

Namun jangan berekspetasi terlalu tinggi untuk putaran bawahnya, karena terasa terlalu lembut hingga menyentuh angka 2.000 rpm. Tetapi ada keuntungan tersendiri nih untuk penggunaan stop and go di kepadatan lalu lintas, jadi lebih aman dan tidak melelahkan lantaran laju mobil tidak mengentak. Cocok untuk pengemudi berkarakter santai atau pemula.

Mengejutkannya, semua keasyikan berkendara hatchback yang memiliki tagline “My First German Car” ini bisa didapatkan dalam harga yang tergolong ‘kurang wajar’ bagi pabrikan dengan build quality sekelas Volkswagen. “Harganya masih sama seperti saat peluncurannya kemarin, yaitu sekitar Rp 259 juta untuk kawasan Jakarta,” ujar Rony Syarif selaku Head of Marketing Volkswagen Indonesia yang ikut menemani saat sesi media test drive pekan lalu. • (otomotifnet.com)

EDITOR

Bagja

Top