Minggu,14 Agust 2016 17:50 WIB

Penulis: otomotifnet

First Impression All New Hyundai i20 GL

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bye-Bye Grand Avega

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Meski proyektor belum dibawa dan lazy eyes tidak bisa menyala, paling tidak sudah manis ada DRL

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Floating roof cocok karena profil bodi panjang, sayang pilar C yang digelapkan bukan hitam gloss

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kontur dasbor kini lebih driver focused mirip Tucson, sayang kurang permainan kombinasi warna seperti piano black atau brushed aluminium

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Jok belakang tanpa headrest adjustable

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bonusnya sudah ada ventilasi AC di belakang

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Spion lipat elektrik, akhirnya ada setelah selalu absen di berbagai edisi Grand Avega

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Masih pakai mesin Kappa 1.368 cc, sayang transmisi otomatisnya justru kembali ke model konvensional 4-percepatan

Lima tahun setelah tergantikan saudaranya, hatchback Korea ini siap mengambil tahtanya kembali
    
Jakarta
- Sempat jadi hatchback idaman karena memiliki hal yang tidak ada di saingannya, seperti sunroof atau mesin diesel, i20 dengan imbuhan ‘All New’ kembali hadir untuk menggeser kedudukan saudaranya, Grand Avega. OTOMOTIF pun mendapat kesempatan untuk melihatnya lebih dekat sebelum akan diluncurkan pada GIIAS 2016.

Soal desain, bahasa Fluidic Sculpture 2.0 mungkin sudah tidak asing lagi setelah kedatangan Santa Fe 2016 Edition dan All New Tucson. Paling menarik adalah bagian belakang, seperti melihat mini Tucson! Lampu berbentuk L terbalik, tiga bilahnya membuat terlihat seperti menggunakan LED bila lampu kecil dinyalakan.

Namun bagian dalam seperti sedikit memudarkan pesona eksterior. Pilihan warna interior jatuh kepada satu tone hitam, yang meski sporty, memberi kesan jenuh apalagi karena semua berbahan plastik dan kurangnya tambahan lis silver atau pemanis black piano.

Kabar baiknya, sebuah HU layar sentuh 8 inci terintegrasi langsung menyapa, siap menghibur penumpangnya dengan pemutar media seperti DVD, USB, AUX, iPod Ready dan perangkat anti-nyasar, GPS.

Untungnya, pilihan warna jok berbahan kain sudah lebih menyegarkan dengan kombinasi hitam dan abu-abu. Kini jok driver ada pengaturan tinggi, sedangkan setir bisa diatur tilt & telescopic dan sudah ada tombol pengatur audio serta MID.

Oh iya, menggantung nama varian ‘GL’, fitur yang diberikan tergolong tidak spesial. Paling istimewa hanya jendela pengemudi auto up/down, spion lipat elektrik, ABS dan dual airbags, hingga tersedianya arm rest tengah dengan konsol penyimpanan.

Soal mesin, yang dibawa masih menggunakan jeroan lama dari Grand Avega, yaitu berkode Kappa 1.400 cc dengan output maksimum 98 dk. Pantaskah jadi pengganti Grand Avega? Tunggu sesi first drive-nya ya…

Data Spesifikasi:
Mesin: Kappa 1.4 4-silinder segaris DOHC dengan Multi Point Injection dan Dual CVVT
Kapasitas: 1.368 cc
Rasio Kompresi: 10,5 : 1
Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Depan
Tenaga Maksimum: 98 dk @ 6.000
Torsi Maksimum: 133 Nm @ 4.000 rpm
Transmisi: (A/T) Otomatis 4-percepatan (M/T) Manual 6-percepatan
Dimensi (p x l x t): 4.035 mm x 1.734 mm x 1.474 mm
Wheelbase: 2.570 mm
Radius Putar: 5,23 m
Ground Clearance: 150 mm
Sistem kemudi: Motor Driven Power Steering (MDPS)
Suspensi Depan: McPherson Strut dengan Stabilizer
Suspensi Belakang: V-Beam, Coupled Torsion Beam Axle
Rem Depan/Belakang: Cakram Bervetilasi/Teromol dengan ABS
Ukuran Ban: 195/55R16
Kapasitas Tangki: 45 liter
Berat: 1.585 kg
Harga: Belum Diumumkan

EDITOR

Bagja

Top