Minggu,28 Agust 2016 17:30 WIB

Penulis: otomotifnet

First Impression BMW i8, Dua Tahun Masih Mengagumkan

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Masuk memang sedikit sulit, tapi center of gravity sangat rendah serasa duduk di dalam sports car sejati

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Wallbox Charger tipe Pure sudah termasuk di setiap pembelian i8, butuh listrik 13 A dan minimum jalur khusus 1.300 W untuk instalasi rumah

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Bahkan dibanding kebanyakan Ferrari atau Porsche, bagasi 154 liter ini termasuk jauh lebih kecil

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Desain ‘Black Belt’ memanjang dari bagian belakang layering, tutup bagasi kaca, atap carbon fibre hingga ke kap mesin

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Carbon Fibre Reinforced Plastic pada mayoritas struktur, alasan i8 hanya seberat 1,5 ton atau kira-kira sama dengan Honda Civic

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Masih desain BMW yang familiar, namun dibuat kesan floating dan driver-focused

Melihat BMW EfficientDynamics Concept pertama kali pada tahun 2012, seakan sedan sport hybrid konsep tersebut lebih pantas berada di tahun 2025

Jakarta - Percepat ke 2016, akhirnya masyarakat Indonesia dapat memiliki versi produksinya dengan harga Rp 3,499 miliar (off the road). Menariknya, terlihat setiap pengunjung yang mampir ke booth BMW-MINI masih tercengang melihat i8 dari balik pagar kaca, seakan tak percaya karena bentuknya sangat mirip versi konsep.

Mulai dari bodi hingga inti teknologi yang sudah dibahas di edisi 13:XXVI lalu, semua bagian dari i8 berteriak futuristik atau ‘Progressive’ kalau kata BMW. Juga mengagumkan bagaimana setiap lekukan pada bodi memiliki fungsi aerodinamika, demi tercapainya cd 0,26 dan downforce yang membuat bodi ekstra-ringannya tetap menempel ke tanah.

Namun paling keren, adalah desain pelek 20 inci baru bergaya turbin, tidak terlihat kaku seperti kebanyakan hybrid demi menjaga aliran udara tidak menembus ke dalam. Lihat ban Bridgestone Potenza dengan profil 215/45R20 di depan dan 245/40R20 di belakang? Yup, didesain khusus untuk i8 demi rolling resistance rendah, berdiameter besar untuk traksi maksimal, namun tidak terlalu lebar untuk mengutamakan konsumsi BBM.

Meski pintu harus dibuka ke atas samping ala butterfly doors, yang cukup menyulitkan di parkiran dengan ruang terbatas, bobotnya termasuk ringan karena bahan CFRP (Carbon Fibre Reinforced Plastic).
Masuk kabin terasa cukup sulit.

Sebab OTOMOTIF harus duduk di rangka CFRP besarnya terlebih dahulu, baru menggeser ke dalam. Secara mengejutkan, di dalam terasa ‘strange yet familiar’, karena masih kental gaya BMW namun konsep floating membuatnya lebih futuristik. Terdapat pemisah besar antara pengemudi dan penumpang, namun isinya bukan transmisi seperti di kebanyakan sports car sejati.

“Di tengah terdapat tumpukan sel baterai, untuk versi Indonesia kapasitasnya 7,1 kWh,” jelas Sri Utami Notohutomo, Product Planning Manager PT BMW Indonesia. Baterai ini digunakan untuk mentenagai motor elektrik di depan yang terhubung ke kedua roda dengan transmisi 1-speed 2-step, sanggup untuk menjalankan i8 dalam mode listrik eDrive sejauh 37 km, dengan kecepatan maksimum 120 km/jam.

Sedangkan ketika ingin memanfaatkan mode default di Comfort, motor listrik akan berjalan sendiri hingga kecepatan 60 km/jam, baru kemudian mesin bensin 3-silinder 1.499 cc bertenaga 228 dk mengintervensi layaknya sebuah hybrid.

EDITOR

Bagja

Top