Senin,14 Maret 2016 12:04 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Impression Lexus LX 570, Kemewahan Berbalut Kegagahan

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Mesin V8 kini dipasangkan ke transmisi baru 8-percepatan

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Desain dasbor baru T-Shaped membuat LX generasi anyar jauh lebih mewah dibanding sebelumnya

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Monitor raksasa 12,3 inci dikendalikan dari tuas seperti mouse ini, lebih baik dibandingkan trackpad pada NX

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Banyak pengaturan yang bisa dilakukan di jok baris kedua

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Jok baris ketiga bisa dilipat turun dan naik menempel ke jendela secara elektrik via tombol di belakang ini. Menarik sandaran masih harus dilakukan manual, terasa cukup berat!

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Buka bagasi dari belakang secara manual, elektrik kalau via tombol di remote atau dari depan. Bagian bawah hanya bisa dibuka tutup secara manual

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    tampak belakang

Meski bukan full model change, tampilan signature Lexus yang diterapkan ke LX bersama limpahan teknologi mutakhir seperti membuat kepribadian yang sangat berbeda

Jakarta - Sama seperi hubungan RX dan Harrier, Lexus sebelumnya tidak memberikan diferensiasi yang besar antara SUV terbesarnya, LX dengan Toyota Land Cruiser. Pun sama dengan generasi terbarunya, perbedaan signifikan baru terlihat pada generasi anyarnya. Brand mewah Toyota ini menerapkan konsep Muscular Premium hingga menyebut karya terbarunya tersebut sebagai ‘Ultimate Lexus SUV’. grill raksasa “Single Piece Spindle Grille” atau gril raksasa yang menjadi signature Lexus LX 570  masa kini cukup membuat terkejut ketika proses unveilling di showroom Lexus Proklamasi (1/3). Bohong kalau presensi SUV sepanjang 5,065 meter ini tidak akan mencolok di keramaian.

Headlight LED yang dibagi menjadi 3 sekat dengan DRL berbentuk boomerang, membuatnya semodern saudara kecilnya NX dan RX, sedangkan fog lamp LED berbentuk L terbalik dibagi menjadi 2 proyektor dengan yang satu untuk cornering light. Meski pintu adalah satu-satunya bagian yang tidak berubah dari generasi ke 3 Lexus ini,

namun bagian samping tetap terlihat atraktif dengan warna baru Sonic Titanium dan pelek 21 inci berpalang 10-nya yang diberi warna seperti brushed metal. Di belakang, Lexus kembali melakukan kerja yang luar biasa dalam melakukan facelift, agar terlihat berbeda meski masih mengusung kode bodi J200. Lampu diganti dengan bentuk khas L-Finesse yang lebih tipis dengan LED. Sayangnya, penggantian ini membuat harus ada tambahan pelat yang sangat terlihat sambungannya.

Oh iya, passive keyless entry juga sudah meninggalkan tombol kotak hitam di handel pintu seperti yang digunakan sebelumnya, kini cukup menyentuh bagian dalam handel untuk membuka dan ujungnya yang memiliki garis untuk mengunci. Sambutan menyalanya puddle light LED dari spion dan bagian depan foot step yang diterangi pun terasa cukup meriah.

Sudah dipesan sebanyak 65 unit, bahkan sebelum diluncurkan hari ini, menunjukkan betapa loyalnya konsumen Lexus, serta berhasilnya perubahan yang membawa personality yang baru ini dalam menarik minat kaum super rich. Bagaimana dengan Anda? • (otomotifnet.com)

Interior untuk Aristokrat

Menapak ke dalam, ternyata cukup mudah karena tidak terasa terlalu tinggi karena suspensi udara yang cukup rendah di konfigurasi awal. Hilang sudah desain dasbor membosankan dari LX sebelumnya. Suasana mewah dari sedan termewah anyarnya, LS, rasanya seperti dipindahkan ke SUV ladder frame ini.

Konsep bentuk huruf T diterapkan di dasbor, dengan panel kayu dan metal memeriahkan bagian horizontal dari huruf tersebut. Bagian vertikalnya pun berkelir piano black dengan tombol-tombol yang disusun rapi dalam krom. Jadi pusat perhatian adalah jam analog yang membawa aura luxury ke dalam kabin, kini di atasnya ditambah monitor 12,3 inci yang diklaim terbesar di kelasnya.

Meski bahan material tinggi seperti soft touch di atas dasbor, leather wrapped di bagian bawahnya, door trim, jok dan centre console, masih terlalu banyak bahan plastik yang tersebar seperti di laci dasbor, bagian bawah pintu dan pada lekuklekukan di baris ketiga yang sepertinya tidak pantas di SUV yang berlabel harga Rp 3,015 miliar on the road Jakarta.

Lexus Climate Concierge

Kedua jok depan bisa diatur secara elektrik, pun begitu fungsi slide di baris kedua, sedangkan recline dan baris ketiga diatur secara manual. Jok baris kedua pun akan jadi tempat terbaik bagi kaum aristokrat yang membeli SUV 7-seater ini. Selain headrest monitor berukuran 11,6 inci pada tiap jok, arm rest tengah yang bisa digunakan untuk mengatur AC membuat konfigurasi terasa seperti captain seat.

Selain desain, fitur tentu jadi bagian yang dibanggakan di SUV yang dirancang selama 4 tahun ini. Speaker premium Mark Levinson sebanyak 19 buah dengan Surround Sound System, Wireless Charging, Lexus Climate Concierge yang merupakan nama lain dari 4-zone climate control yang ditujukan untuk tiap baris memenuhi syarat standar sebuah mobil mewah. Sedangkan di bawah kap mesin, masih digunakan mesin V8 naturally aspirated 3UR-FE, berkapasitas 5.700 cc yang menghasilkan tenaga 362 dk dan torsi 530 Nm. Yang baru, monster tersebut kini disambungkan ke empat roda secara permanen via transmisi otomatis 8 percepatan baru.

Data Spesifikasi:

Mesin: 3UR-FE V8 dengan Dual VVT-i
Kapasitas: 5.663 cc
Tenaga Maksimum: 362 dk @ 5.000 rpm
Torsi Maksimum: 530 Nm @ 3.200 rpm
Transmisi: Otomatis 8-percepatan
Layout: Penggerak 4 Roda
Dimensi (p x l x t): 5.065 mm x 1.980 mm x 1.865 mm
Wheelbase: 2.850 mm
Ground Clearance: 225 mm (Terendah)
Approach & Departure Angle: 25° - 27° & 20° - 23°
Sistem kemudi: Hydraulic Power Steering
dengan VGRS (Variable Gear Ratio Steering) Radius Putar: 5,9 m
Suspensi Depan: Coil Spring, Double Wishbone Independent
Suspensi Belakang: 4-Link Coil Spring, Lateral Rod
Rem Depan/Belakang: Cakram VEntilasi 13,9
inci/Cakram VEntilasi 13,6 inci dengan ABS, BA,
EBD, TSC, A-TRAC, HAC, Crawl Control
Ukuran Ban: 275/50R21
Kapasitas Tangki: 93 Liter dengan 45 Liter Cadangan
Berat Kosong: 2.510 – 2.740 kg
Harga: Rp 3,015 miliar (on the road Jakarta)

EDITOR

Bagja

Top