Kamis,25 Feb 2016 12:18 WIB

Penulis: Otomotifnet

First Impression New Hyundai Santa Fe CRDi 2016

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kini ada 4 sensor parkir di depan yang dapat dimati-nyalakan via switch

  • Foto: Rian/otomotifnet

    HU asli terintegrasi, tenang, versi yang dijual nanti tetap pakai layar sentuh 8 inci dengan Eagle Eye’s View kok

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mode Active Eco diganti Drive Mode dengan pilihan Eco dan Sport, normal kalau dimatikan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    ECM dan kompas diganti spion day & night biasa, lagi-lagi cost saving nih

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Panoramic sunroof tetap yang terbesar di kelasnya

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Desain diamond cut diganti 5 palang, tetap terlihat memenuhi ruang fender dengan 19 inci

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Aplikasi Fluidic Sculpture generasi 2.0 di belakang memang tidak banyak, namun desain awalnya juga sudah stand out kok

Tampil Kian Bersolek Si tampan kini mengikuti jejak Tucson generasi ketiga, tapi kok terasa ada yang kurang ya...

Jakarta - Pertama dapat undangan dari PT. Hyundai Mobil Indonesia (HMI), OTOMOTIF langsung mengira Tucson anyar sudah siap didatangkan. Dua alasan, generasi terbarunya sudah world premiere lebih dari setahun lalu dan kakaknya, Santa Fe, baru saja disegarkan dengan varian DSpec Limited di GIIAS 2015. Ternyata oh ternyata, its big brother comes first.

Fluide sculpture 2.0

Kami langsung terkesan dengan wajah depan Hyundai Santa Fe baru. Hyundai dengan bijak mendewasakan bahasa desain Fluidic Sculpture di generasi keduanya, membuat fascia depan terlihat lebih settle dibanding sebelumnya. Krom gril 3 bilah kini mengecil dan jadi gelap. Headlamp mengadopsi reflektor baru, proyektor HID kotak pun kini berbentuk lingkaran. Paling kental, bumper depan berubah desain. Rumah fog lamp kini dikelilingi lis silver yang membuat presensinya lebih terasa. DRL yang tadi terintegrasi kini seperti menjadi alis lampu kabut tanpa terlihat seperti aksesori tambahan. Cornering light yang menyala saat lampu sein dinyalakan atau setir dibelokkan kini hadir.

Dari samping, perubahan lebih kalem dengan mengganti pelek bermotif diamond cut jadi motif garpu tala 5 palang. Dengan profil cukup tebal 235/55 R19, sedikit membuat pelek terlihat lebih kecil dibanding ukuran sebenarnya. Untung hal-hal seperti lis jendela krom dan pilar A dan B piano black tetap mengesensikan kemewahan SUV berkode bodi DM ini. Pindah ke buritan, perubahan gaya Storm Edge yang dihaluskan tidak sebanyak di depan. Tail lamp yang tadinya serangkaian LED horizontal kini dipisahkan bilah LED bar hingga terlihat lebih modern. Reflektor pun berubah bentuk jadi L agar terlihat lebih banyak lekukan. Begitu pula dengan dual exhaust yang kini berbentuk kotak.

Fitur Cost Saving

Masuk ke kabin, perubahan dibanding versi pre-facelift harus lebih dicari. Layout tombol di sebelah kanan bawah dasbor kini tetap terasa kosong dengan banyaknya tombol-tombol yang dihilangkan. Ya benar, sesuai kebiasaan HMI yang tidak memasukkan sejumlah besar fitur-fitur canggih, hal-hal seperti Autonomous Emergency Braking, Rear-Cross Traffic Alert, Advanced Smart Cruise Control, Blind Spot Detection, Lane Change Assist dan High Beam Assist tidak dimasukkan atas nama cost saving. Menyisakan tombol illumination control dan ‘DRIVE MODE’ saja yang menggantikan ‘active ECO’. Fitur ini menggabungkan fungsi Flex Steer dan respon throttle dan tranmsisi tergantung mode yang dipilih, yaitu Eco, Sport dan mati (normal).

Meski HU yang digunakan saat sesi foto ini masih berupa terintegrasi, namun HMI meyakinkan akan membawa kembali HU layar sentuh 8 inci dengan 4 kamera 360 derajat Eagle Eye’s View seperti yang terakhir kali ada di Santa Fe DSpec Limited. Sisanya, interior Santa Fe masih tempat yang menyenangkan untuk berada seperti sebelumnya. Jok dengan support yang sangat memadai dan desain ergonomis di depan yang dilapis dengan bahan kulit lembut hitam masih sama. Begitu juga dengan jok tengah dengan konfigurasi unik 40:20:40 yang bisa dilipat rata secara instan dari belakang. Perlu diingat, fitur-fitur pintar yang dihilangkan juga absen di pesaingnya.

Lagipula, HU layar sentuh layar besar, 4 kamera, Dual Zone Auto Climate Control, panoramic sunroof raksasa, jok elektrik dan jangan lupa mesin terkuat di kelasnya dengan tenaga maksimum 195 dk dan torsi 445 Nm tetap membuat Santa Fe pantas diperhitungkan jika sedang mencari SUV diesel 7-seater. Apalagi dengan tampang barunya yang kian bersolek. • (otomotifnet.com)

Data Spesifikasi

Mesin: R 2.199 cc CRDi dengan Variable
Geometry Turbocharger (VGT)
Tenaga Maksimum: 195 dk @ 3.800 rpm
Torsi Maksimum: 445 Nm @ 1.800 – 2.500 rpm
Transmisi: Otomatis 6-percepatan
Dimensi (p x l x t): 4.650 mm x 1.880 mm x
1.690 mm
Wheelbase: 2.700 mm
Ground Clearance: 185 mm
Sistem kemudi: Hydraulic Power Assisted Rack
& Pinion
Suspensi Depan: MacPherson Strut Type
Suspensi Belakang: Multi-link Type
Rem Depan/Belakang: Ventilated Disc/Disc
dengan ABS, EBD Brake Torque Disribution
System
Ukuran Ban: 235/55R19

EDITOR

Bagja

Top