Sabtu,23 April 2016 14:15 WIB

Penulis: otomotifnet

First Impression Toyota Sienta Q, Penyesuaian Apa Saja untuk Indonesia?

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Disesuaikan Untuk Indonesia

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tuas transmisi bergerser dari posisi awal di dasbor pindah ke bawah

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Head unit sudah kompatibel HDMI, ada Apple CarPlay?

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Vanity mirror belum ada lampunya nih

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Double blower menonjol keluar terkesan tidak well-designed untuk mobil modern, apalagi bentuk ventilasinya yang mengotak terlihat sedikit kuno

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mekanisme lipat dive in, cukup unik untuk memberi ruang lebih di bagasi, namun merepotkan karena harus lipat baris kedua terlebih dahulu

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ban serep pakai jenis space saver, diameter pelek lebih besar dengan profil ban tipis, maksimal hanya boleh 80 km/jam

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Eksterior. Pintu geser yang memanjang sampai bawah

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Varian Q membedakan dirinya dengan warna piano black pada gril ‘kumis’ dan lis krom, sedangkan V dan G hitam doff.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Saat jok baris kedua di-slide paling maju dengan jok pengemudi di-set sesuai ukuran tester, tersisa legroom sekitar 19 cm, sedangkan ketika slide mentok ke belakang melonggar hingga 25 cm

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Duduk jok baris ketiga akan, lutut akan mentok jok di depannya jika di-slide ke paling belakang. Saat dimajukan hingga mentok, tersisa legroom pas-pasan sekitar 9 cm

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Duduk di baris ketiga sebelah kanan dengan dudukan safetybelt tengah, kepala tidak terganggu terutama saat sandaran, tersisa headroom sekitar 7-8 cm yang berarti masih cukup lega untuk kepala

Jakarta - Menjadi salah satu bintang terpenting di IIMS 2016, tentu sebuah momen krusial bagi Toyota Sienta. Walau PT. Toyota Astra Motor (TAM) tidak seberani itu untuk menghadirkan Sienta dengan warna-warna yang lebih eye catching seperti di negara asalnya.

Bagaimana pun, ekspektasi masyarakat cukup tinggi dengan MPV yang satu ini. Mengapa mereka harus membeli ini dibandingkan Grand New Avanza dan Veloz? Apakah ini lebih baik dibandingkan Freed? Apakah banyak fitur yang disunat?  Untuk itu, baca impresi pertama OTOMOTIF mengenai Sienta dengan varian tertinggi ya. * (otomotifnet.com)

Eksterior

Enak atau tidak untuk dilihat, itu keputusan anda. Tapi varian Q membedakan dirinya dengan warna piano black pada gril ‘kumis’ dan lis krom, sedangkan V dan G hitam doff.   Tetapi, terdapat hal yang cannot be unseen bila dicermati dari samping.

Coba lihat bagian bawah sambungan pintu tengah dan depan, seakan seperti tidak tersambung atau putus di tengah, karena pintu geser yang memanjang sampai bawah. Hal ini pun diperjelas side skirts varian Q yang didesain tidak memanjang hingga ke ujung belakang.

Desain Interior

Kalau desain eksterior Sienta terlalu ekstrem sebagai sebuah MPV? Tunggu sampai masuk ke dalam. Interior pun didesain berlekuk-lekuk sana sini, paling terlihat dari dasbornya. Namun beberapa mata tajam pasti sadar kalau tuas transmisi tidak menyambung di dasbor seperti versi JDM.

Ya, memang sengaja dipindahkan ke bawah untuk menyesuaikan jika mini-van 7 penumpang ini menggunakan transmisi manual. Yui Hastoro, Direktur Technical dan Project Planning & Management Toyota beranggapan masyarakat Indonesia tidak menyukai posisi tuas transmisi di dasbor.

Sensasi walk-through-cabin pun jadi hilang, juga karena efek tidak ada captain seat di tengah. Bukan masalah besar, toh jadi bisa memuat 3 penumpang. Masalahnya, kok tidak ada center arm rest ya?

Lainnya, tak tahan melihat kualitas plastik yang digunakan, terutama di dasbor dengan gap-gap yang cukup terlihat. Untungnya, isu ini sedikit tertutupi jika memilih kombinasi interior berwarna fromage. Soal door trim ala-ala jahitan berbahan plastik seperti di Yaris dan Vios, lebih baik diganti bahan kain seperti versi JDM.

Fitur

Standar mobil Toyota terkini, fitur yang diberikan cukup banyak. Smart key dan passive keyless entry sudah pakai model garis halus di handel pintu, tombol start/stop engine juga sudah tersedia. Setir sudah bisa tilt & telescopic, MID pun sudah TFT 4,2 inci di varian Q yang bisa menampilkan berbagai macam informasi.

Namun paling menarik adalah HU yang terlihat terintegrasi dan sudah ada fitur mirroring via HDMI, navigasi, multi-gesture dan opsi yang membuat kami bingung, sudah bisa menyetel Apple CarPlay kah? Sayangnya, kamera mundur turut absen meskipun opsi di HU sudah tersedia.

Akomodasi

Berbeda dengan Honda Freed yang menerapkan kabin rata hingga belakang, desain Sienta hanya rata dari baris pertama dan kedua, sedangkan barisan paling belakang lebih tinggi. Namun soal pelipatan jok baris ketiga yang paling unik dan berbeda. Disebut pelipatan dive-in seat, jok ini tidak dilipat ke samping seperti Innova atau rata ke depan.

Ketika tali di belakang jok ditarik, bagian sandaran otomatis terlipat, lalu jok terangkat sampai ke baris kedua dan membuat lantai jadi rata. Ada catch­-nya? Ya, merepotkan karena baris kedua harus dilipat dulu untuk melipat jok baris ketiga.

Sempat skeptis ketika melihat sisa ruang bagasi ketika jok belakang terbuka. Ternyata, galon air mineral 19 liter masih muat ketika posisi recline dimentokkan hingga ke belakang. Estimasi kami, tiga galon masih muat nih di belakang.

Sedikit catatan, pengemudi belum disediakan sandaran kaki kiri untuk varian dengan transmisi CVT dan ruang bergeraknya cukup terbatas. Soal bagaimana leg room dan head room yang tersedia dengan tester OTOMOTIF setinggi 175 cm, bisa langsung cek gambar di bawah ya agar lebih detail.

Data Spesifikasi Toyota Sienta Q :

Mesin: 2NR-FE 4-silinder segaris dengan Dual VVT-i

Kapasitas Mesin: 1.497 cc

Tenaga Maksimum: 107 dk @ 6.000 rpm

Torsi Maksimum: 140 Nm @ 6.200 rpm

Transmisi: Manual 6-percepatan / Otomatis CVT 7-percepatan

Dimensi (p x l x t): 4.235 mm x 1.695 mm x 1.695 mm

Wheelbase: 2.750 mm

Ground Clearance: 170 mm

Sistem kemudi: EPAS (Electronic Powered Assisted Steering)

Suspensi Depan: MacPherson Strut

Suspensi Belakang: Torsion Beam

Rem Depan / Belakang: Cakran / Cakram dengan ABS, VSC, HSA

Ukuran Ban: 165/55 R16

Harga: Rp 295 juta on the road (estimasi)

EDITOR

Bagja

Top