Senin,23 Nov 2015 11:30 WIB

Penulis: parwata

Jaguar XE 2.0 L Prestige PENGHENTI DOMINASI JERMAN?

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Aura F-type sedikit dihadirkan pada XE

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Aura F-type sedikit dihadirkan pada XE

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Slope ala kupe membuat head room belakang sangat terbatas

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Aura F-type sedikit dihadirkan pada XE

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Slope ala kupe membuat head room belakang sangat terbatas

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Posisi duduk rendah, setir sangat ringan di kecepatan rendah berkat EPAS, pertama untuk Jaguar

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Aura F-type sedikit dihadirkan pada XE

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Slope ala kupe membuat head room belakang sangat terbatas

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Posisi duduk rendah, setir sangat ringan di kecepatan rendah berkat EPAS, pertama untuk Jaguar

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Aura F-type sedikit dihadirkan pada XE

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Slope ala kupe membuat head room belakang sangat terbatas

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Posisi duduk rendah, setir sangat ringan di kecepatan rendah berkat EPAS, pertama untuk Jaguar

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Aura F-type sedikit dihadirkan pada XE

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Slope ala kupe membuat head room belakang sangat terbatas

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Posisi duduk rendah, setir sangat ringan di kecepatan rendah berkat EPAS, pertama untuk Jaguar

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Jaguar Drive Control, terdapat 4 mode berkendara

Enam tahun setelah X-Type diskontinu, bisakah XE menghilangkan kekecewaan terhadap sedan entry level Jaguar?

Soal bentuk, tidak perlu diragukan, Jaguar XE akan membuat calon pembeli BMW Seri 3 dan Mercedes-Benz C Class jadi sedikit ragu. Dibanding kakaknya, XE jelas akan membuahkan banyak lirikan mata saat melewati lobi pusat perbelanjaan.

Jakarta - Atap belakang yang menurun menirukan gaya sebuah kupe jadi daya tarik tersendiri, meski tester OTOMOTIF setinggi 175 cm selalu harus menunduk sebelum masuk ke kabin belakang.
Di dalam, dasbor mendapat turunan dari saudara termewahnya, XJ. Untung saja, mengingat betapa membosankannya kabin XF.

Desain unik serasa memeluk penumpang hadir, sayang center fascia terlihat terlalu standar. Mesin dinyalakan dengan menekan tombol Start/Stop Engine di center console dan putaran tuas transmisi khas mobil mewah Inggris ini muncul dari permukaan yang rata.

Langsung saja, rem parkir elektrik otomatis nonaktif ketika transmisi sudah di D dan pengemudi sudah menggunakan safety belt kemudian menginjak gas. Oh ya, MID dengan layar TFT LCD juga menunjukkan jok mana yang diisi penumpang, cukup unik nih. Posisi jok rendah dan posisi dasbor tinggi, sedangkan pengaturan jok dan setir sudah elektrik.

OTOMOTIF memulai pada mode Eco, cukup terkejut kalau respons throttle tidak terlalu tertahan seperti pada umumnya. Kemudian JaguarDrive Control dipindah ke mode standar, laju mobil terasa ringan dan linear tanpa entakan kasar. Sayang, mode Sport dan performa sebenarnya tidak dapat kami uji karena keterbatasan lintasan. Namun yang buat kami penasaran, untuk apa mode Winter di Indonesia ya?

Sedan yang dilengkapi transmisi ZF 8-percepatan ini menggunakan platform terbaru iQ, dengan 75% konstruksinya dari aluminium untuk mengejar bobot yang ringan, sedangkan besi high-strength digunakan pada pintu, bagasi, underbody belakang dan pilar B sebagai penguat struktur dan perata distribusi berat.

Bermanuver pada kecepatan rendah, sekilas terasa akurat seperti Seri 3. Memang karakter sebenarnya belum dapat kami jelajahi, yang jelas, penggunaan EPAS pertama pada Jaguar membuat putaran setir sangat ringan di awal. Kami cukup terkejut dengan bantingannya yang cukup lembut ketika melewati rintangan gundukan, bahkan dengan pelek 18 inci, karena biasanya karakter suspensi di kelas ini cenderung keras.

Terakhir, fitur ASPC (All Surface Progress Control) makin membuat kami penasaran. Diaktifkan dengan menekan tombol di konsol tengah, fitur ini bekerja layaknya cruise control, hanya saja dalam kecepatan rendah 3,6 km/jam hingga 30 km/jam. Melewati trek dengan tanjakan curam berbelok, fitur ini mampu membuat XE merangkak sehingga kami bisa fokus ke manuver setir. Sedangkan saat menurun misalnya, sistem akan mengerem secara otomatis.

Satu hal yang akan sulit membuat Jaguar XE menghentikan dominasi Jerman adalah harga. Ketika pesaing-pesaingnya diset mulai dari Rp 700 jutaan, penerus X-type ini dibanderol Rp 1,099 miliar (off the road). Jika saja PT Grandauto Dinamika bisa mendatangkannya bersama mesin diesel terbaru Ingenium...• (otomotifnet.com)

DATA SPESIFIKASI:

Mesin: 2.0 L 4-silinder segaris 1.999 cc dengan turbocharger Output Maksimum: 197 dk @ 5.500 rpm Torsi Maksimum: 280 Nm @ 1.750 - 4.000 rpm Transmisi: Otomatis 8-percepatan Dimensi (p x l x t): 4.672mm x 2.075 mm x 1.416 mm Wheelbase: 2.835 mm Ground Clearance: 200 mm Sistem kemudi: EPAS (Electronic Powered Assisted Steering) Suspensi Depan: MacPherson Strut dengan Coil Spring Suspensi Belakang: 4-Link Lateral Rod dengan Coil Spring Rem Depan / Belakang: Disc dengan ABS / Drum Kapasitas Tangki: 63 liter Harga: Rp 1,099 miliar (off the road)

EDITOR

Otomotifnet

Top