Sabtu,14 Nov 2015 09:52 WIB

Penulis: Pilot

Long Term Test Produk Aftermarket, Ini Pengakuan Driver Lintas Sumatera Yang Ikut Pengetesan

Foto: F Yosi

Long Term Test Produk Aftermarket, Ini Pengakuan Driver Lintas Sumatera Yang Ikut Pengetesan



Jakarta
- Untuk dapat menembus jalur Sumatera dengan maksimal, tim OTOMOTIF dalam melakukan perjalanan Long Term Test produk aftermarket ini juga ditemani oleh ‘kuncen’ trans Sumatera, yaitu Johni Steven.  Pria berperawakan sedang ini sudah sangat mengerti tentang kondisi jalan di pulau Sumatera.  “Saya sering mengantar mobil jalan darat dari Jakarta ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sumatera. Mulai dari mobil mewah sampai sasis bus/truk,” ujar ayah 1 anak ini.

Makanya, pria yang mengantar mobil sejak tahun 1998 ini enggak hanya hapal rute, tapi juga kondisi  jalan hingga tempat-tempat menarik untuk disinggahi. Bahkan kebiasaan di suatu daerah pun Johni juga tahu.  “Karena sudah sering lewat dan singgah jadi hapal,” ucapnya sambil tertawa.

Hebatnya, kemampuan membawa mobil dan menjaga stamina termasuk luar biasa. Sejak start dari Medan hari Jumat (6/11) hingga finish di Jakarta  (14/11) hanya sekali absen dari kursi pengemudi. Itupun karena 'dipaksa' istrahat. “Sudah biasa mas, yang penting makan teratur. Kalau cape ya istirahat tidur,” lanjut Johni.

Lantaran sering mengantar berbagai macam mobil ke berbagai daerah di  Indonesia membuat pria berusia 36 tahun ini punya segudang pengalaman. Paling apes saat dirampok di wilayah Lahat, Sumatera Selatan. Saat mengganti ban tiba-tiba disambangi segerombolan orang berkendara motor.

“Untungnya masih bisa ngelawan dan kabur ke rumah penduduk. Cuma kena pukul  gagang pistol aja di kepala,” ujar pria hobi nyanyi ini. Seraya menambahkan mobil yang ditinggal kabur ternyata tidak diambil sama kawanan rampok, jadi bisa di bawa lagi. Senangnya bisa banyak teman, sedangkan sedihnya jadi sering kangen keluarga. Karena sekali jalan bisa makan waktu seminggu hingga sebulan lebih.

Menurutnya jalur lintas Sumatera memang cocok digunakan untuk melakukan uji ketahanan produk aftermarket. Selain jalannya yang berliku dan konturnya naik turun, di beberapa ruas banyak yang rusak atau sedang di perbaiki. Cuacanya juga berbeda dengan di Jawa. "Selama saya bawa mobilnya tidak ada masalah, lampu jelas, pengereman bagus, kaki-kaki juga tetap stabil," tutup Johni (otomotifnet.com).


EDITOR

Denta

Top