Senin,4 April 2016 15:00 WIB

Penulis: Otomotifnet

Test Drive All New Honda CR-V Prestige Fender Audio

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Layout dasbor sama, tapi kini kelir interior full hitam

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Trim pintu fungsional, muat banyak barang

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Fender Audio

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Andrie Wijaya, Pemilik Bassindo Audio Installer

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Adhika Rusly, Pemilik FI (Final Inspection) Audio

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ini yang baru, tinggal pencet remote untuk buka tutup bagasi

Enaknya muncul paling belakang, fitur yang dimiliki kompetitornya mudah saja diusung sebagai nilai lebih

Jakarta - Ingat dong teknologi Touchless Back Door System pada All New Nissan X-Trail yang bikin pemiliknya enggak perlu repotrepot lagi buka bagasi sendiri. Lalu sebelumnya ada juga Mazda CX-5 yang punya sunroof. Lalu, apa hebatnya All New CR-V? Tim riset Honda langsung saja menggabungkan keduanya supaya SUV hasil rancangan Manabu Konaka ini tampil berlimpah fitur. Belum lagi soal safety-nya, misal airbag yang tersedia sampai sisi samping alias side airbag.

Belum lagi nih, Honda sudah punya teknologi nanoe. Sistem pembersih udara, yang bakal bekerja dengan memproduksi elektrostatik nano dalam partikel udara. Tujuannya untuk memperbaiki kualitas udara dalam kabin. Makanya, kalau sekilas desain relatif mirip dengan pendahulunya. Hanya berbeda di gril dan layout bumper dengan lampu kabutnya. Pun begitu soal mesin, belum ada perubahan berarti.

Apa Bedanya? Terus mau tahu dong apa yang bikin beda? Yang pasti ada di rona interior. Kalau sebelumnya masih ada kombinasi kelir krem di jok, kini untuk varian tertinggi dilabur warna senada hitam, dengan aksen kayu di dasbor. Pembeda lain dengan generasi sebelum ya fitur tadi itu. Sunroof kini menghias plafon, plus ada Power Tailgate alias tinggal pencet tombol untuk membuka pintu bagasi. Ingat dong dari siapa kedua fitur ini diambil… Oh iya, kini varian tertinggi tak ada lagi 2.4 Prestige biasa. Hanya ada satu tipe, yakni All New CR-V Prestige Fender Audio.

Hasil tes OTOMOTIF pun terbilang sebelas duabelas alias mirip. Malah hasil akselerasinya lebih lambat 0,3 detik untuk mencapai kecepatan 60 kpj dan jarak 402 meter. Ini bisa dikarenakan kondisi jalan, yang kebetulan pada sesi pengetesan sedang turun gerimis dan jalan masih agak basah.

Menariknya justru soal konsumsi bahan bakar. Untuk rute dalam kota sudah pasti berbeda, karena pengemudinya juga lain. Namun diajak berjalan konstan di kecepatan 100 kpj, All New CR-V Fender Audio justru lebih hemat, sanggup mencatat angka 1:15,8 kpl (kilometer per liter), dari generasi sebelumnya yang hanya 1:14,4 kpl. Sisanya, langsung simak boks berikut ya… • (otomotifnet.com)

Fender Audio

Nah, supaya tak terlihat sama persis dengan pesaingnya. Sekalian deh Honda upgrade sistem tata suara. Bedanya kalau CX-5 bekerja sama dengan Bose, Honda memasang racikan Fender pada All New CR-V. Pada edisi ini, keempat speaker telah berganti racikan Fender, plus ada power amplifier untuk lebih mengangkat suara. Memang, semua komponennya tak terlihat alias tersembunyi di balik

Testimoni

Andrie Wijaya, Pemilik Bassindo Audio Installer

Installer yang beralamat di Ruko SPBU 34-14240 Jl. Boulevard Barat Raya Blok BZ Kelapa Gading, Jakarta Utara ini menggunakan CD lagu dengan format MP3/ WMA untuk mendengarkan output suara standarnya. Mendengarkan lagu Diamond to Dust yang dinyanyikan oleh Don Williams dan Dreaming dari Amanda McBroom, Andrie langsung sigap mencari setelan terbaik dari head unit monitor 7 incinya. Sayang memang, hanya ada pengaturan treble, mid dan bass. Belum ada fitur time alignment, ataupun penyetelan frekuensi lebih detail.

“Pertama fader harus selalu flat atau rata untuk depan dan belakang. Lalu treble ditambah 3 klik ke kanan, mid rata di tengah dan bass disetel 2 klik ke kanan,” ungkap Andrie. Hasil ini diyakini punya keluaran suara terbaik, walau jangan berharap banyak karena suara masih terdengar di bawah banget.

“Tapi output suaranya sudah oke banget untuk mobil standar. Enaknya volume disetel antara 30 sampai 40, dengan setelan DSP di posisi Rock, supaya suara bass dan treble lebih naik lagi,” papar pehobi motor sport ini. Nah buat yang ingin upgrade lagi bukan berarti tak bisa. “Kalau seperti ini, tambah subwoofer slim minimal 8 inci saja. Taruh di bawah jok depan. Pasti suara bakal lebih enak lagi. Biar ada suara bass di depan,” ujar installer yang sudah buka gerai sejak 1991 ini

Adhika Rusly, Pemilik FI (Final Inspection) Audio

Begitu masuk, tanpa buang waktu Adhika langsung memasukkan CD Lee Lessack, penyanyi country Amerika dengan volume di angka 39. Bedanya, semua setelan suara diposisikan di 0. Setelah mendegarkan beberapa lagu, baru deh keluar hasilnya. “Ini suaranya sudah bagus banget nih. Enggak ada vibrasi berlebih di door trim atau bagian interior. Midbass sudah keluar, hanya suara sepertinya lebih terdengar dari kanan,” ungkap Adhika. Mengatasinya tentu mudah saja, tinggal atur posisi balance speaker ke kiri sebanyak 1 klik.

“Setelan fader kalau duduk di depan bisa pol di front, supaya suara berasa dari depan semua. Tapi kalau lagi ramai-ramai, bisa taruh di tengah supaya lebih rata,” sambung pria yang buka gerai di Jl. Guntur No.80, Jakarta Selatan ini. Coba dengarkan musik lain dari Ingram Washington, kali ini sedikit beda posisi pengaturannya. Suara mid cukup ditambah 1 klik, masih dengan volume 39. “Paling kalau mau upgrade, pertama tambahkan saja peredam.

Kalau lebih sering sendirian di mobil, cukup tambah peredam di pintu depan, minimal 3 lembar. Kalau harga per lembar sekitar Rp 200 ribu, berarti total biayanya berkisar Rp 1 juta untuk sepasang pintu,” ulas lulusan teknik mesin di Australia ini. Next step-nya menyesuaikan kebutuhan, lebih suka mendengarkan musik apa. Misal untuk yang suka musik klasik, seperangkat power amplifier bisa jadi lebih memuaskan keluaran suara di depan supaya lebih lantang. Tapi untuk yang suka dengarkan bass, bisa tambah subwoofer slim.

Pesaing

All New Nissa n X-Tra il 2.5 CVT

Mesin: QR25DE, 2.488 cc, Dual CVTS
Tenaga/Torsi: 168 dk @ 6.000 rpm/233 Nm @ 4.000 rpm
Harga: 450,4 juta

Mazda CX-5 Gra nd Tour ing (Soul Red)

Mesin: Skyactiv-G, 2.488 cc,
Tenaga/Torsi: 184 dk @ 5.700 rpm/250 Nm @ 3.250 rpm
Harga: Rp 505 juta

Hyunda i Santa Fe GAS Limited

Mesin: Theta II, 2.359 cc dengan D-CVVT
Tenaga/Torsi: 173 dk @ 6.000 rpm/226 Nm @ 3.750 rpm
Harga: Rp 489 juta

Kia Sorento A/T Gas oline

Mesin: Theta II, 2.359 cc
Tenaga/Torsi: 173 dk @ 6.000 rpm/226 Nm @ 3.750 rpm
Harga: Rp 487 juta

Data Spesifikasi

Mesin: K24Z, 4-silinder segaris, DOHC, i-VTEC dan DBW (Drive By Wire)
Kapasitas: 2.354 cc
Diameter x Langkah: 87 mm x 99 mm
Tenaga Maksimum: 187 dk @ 7.000 rpm
Torsi Maksimum: 222 Nm @ 4.400 rpm
Rasio Kompresi: 10.0:1
Transmisi: Otomatis 5-percepetan
Dimensi (p x l x t): 4.595 mm x 1.820 mm x 1.685 mm
Wheelbase: 2.620 mm
Sistem kemudi: Rack & Pinion dengan Electric Power Steering (EPS)
Suspensi Depan: MacPherson Strut dengan Per Keong
Suspensi Belakang: Double Wishbone
Rem Depan/Belakang: Cakram Ventilasi/Cakram Solid
Ukuran Ban: 225/60R18
Berat Kosong: 1.560 Kg
Kapasitas Tangki: 58 Liter
Harga: Rp 492.500.000 (on the road Jakarta)

Data Test

Akselerasi     CR-V Fender Audio         CR-V 2.4L
0 – 60 kpj       4,9 detik             4,6 detik
40 – 80 kpj     3,9 detik             4 detik
0 – 100 kpj     10,7 detik             10,2 detik
0 – 201 m      11,5 detik – speed 104,8 kpj
0 – 402 m      17,6 detik – speed 132,4 kpj     17,3 detik

Konsumsi
Dalam Kota     1:8,5 kpl             1:8,8 kpl
Luar Kota         1:11 kpl             1:11,4 kpl
Konstan 100 kpj 1:15,8 kpl rpm 1.800, green eco 1:14,4 kpl
Konstan 60 kpj     1:17 kpl rpm 1.500 green eco     -

EDITOR

Bagja

Top