Minggu,21 Feb 2016 10:11 WIB

Penulis: Otomotifnet

Test Drive All New Mitsubishi Triton Exceed A/T

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Test Drive All New Mitsubishi Triton Exceed A/T

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Peredaman kabin pada versi Exceed A/T baik, sehingga tetap kedap

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tampilan instrument cluster cukup menarik

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Performa mesin masih sama seperti generasi sebelumnya

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bantingan suspensinya keras untuk konsumsi dalam kota, karena fungsinya sebagai mobil ‘kerja’

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Easy Select 4x4 memudahkan ketika akan berpindah ke sistem penggerak

Jakarta - Strada Triton memiliki riwayat sejarah yang tergolong baik. Bisa dipakai untuk berbagai keperluan, mudah melewati berbagai rintangan Tampilan eksterior All New Mitsubishi Triton jelas berubah total. Tampil lebih manis dibanding pendahulunya.

Namun jika dilihat dari samping, ciri khas kabin Strada Triton masih tetap dipertahankan, yakni sedikit membulat. Menariknya, tampilan dasbor sangat menarik untuk kelas light commercial. Mencirikan kalau mobil dengan bak terbuka ini bukan saja cocok untuk perkebunan, fleet dan lainnya, tapi juga mampu modis dipakai sehari-hari. Impresi berkendara juga sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dibanding pendahulunya. Posisi duduk yang tinggi serta lantai yang tak terlalu jauh dari jok menjadikannya tergolong nyaman.

Pandangan ke setiap sisi juga luas. Secara kebetulan OTOMOTIF sempat mencoba versi transmisi manual dan otomatis. Harus diakui, transmisi otomatis jauh lebih enak. Plus tenaganya juga lebih baik. Versi otomatis memiliki mesin dengan tenaga 178 dk, sedangkan yang manual (GLS) hanya 136 dk. Saat dicoba, terutama jalur luar kota terasa benar perbedaannya. Versi otomatis, tak perlu terlalu dalam menginjak pedal gas, d-cab gagah ini sudah ngacir.

Sementara yang manual, harus menunggu sesaat untuk bisa ‘kabur’. Sayangnya, OTOMOTIF tak merasakan perbedaan yang signifikan pada akselerasi pertengahan maupun mendadak antara generasi All New Triton dan pendahulunya. Saat mencoba berjalan konstan dan tiba tiba menginjak pedal gas (kickdown), saluran tenaganya kurang terasa. Untuk bantingan suspensi, karena dipergunakan sebagai mobil kerja wajar jika agak keras.

Tapi tak lantas membuatnya limbung dan menghasilkan body roll tinggi. Ini  berkat adanya pengembangan pada sistem suspensi. Nah untuk versi yang matik seharga Rp 406 juta ini, lebih pantas dipakai dalam kota. Sebab, perpindahan transmisinya tergolong halus dan baik. Agak sayang kalau diajak kerja keras di fleet atau perkebunan. •  (otomotifnet.com)

Data Spesifikasi

Mesin: 4D56 DI, DOHC, 16 klep, 4 silinder, common-rail electrical fuel injection, turbocharger, intercooler
Kapasitas: 2.477 cc
Tenaga maksimal: 178 dk/4.000 rpm
Torsi maksimal: 400 Nm/ 2000 rpm
Transmisi: 5 Speed A/T, easy select 4x4 Dimensi (pxlxt): 5,255 x 1,815 x 1,795 mm
Ground clearance: 220 mm
harga: Rp 406.000.000 (on the road Jakarta)

Data test Akselerasi

0 – 60 kpj: 4,5 detik
40 – 80 kpj: 4,5 detik
0 – 100 kpj: 10,5 detik 0 – 201 m: 11,2 detik
0 – 402 m: 17,4 detik

Konsumsi

Dalam Kota: 8,8 km/liter
Luar Kota: 11,6 km/liter
Konstan 100 kpj: 12,8 km/liter

EDITOR

Bagja

Top