Jumat,24 Juni 2016 13:04 WIB

Penulis: otomotifnet

Test Drive Audi Q7 3.0 TFSI Quattro

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Virtual Cockpit sebesar 12,3 inci menggantikan instrument cluster konvensional

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Interior dipenuhi garis tegas berupa ambient lighting yang warnanya bisa dikombinasikan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pengendali AC Quad Zone ini bersifat unik, jika mendeteksi sentuhan tangan di atas tombolnya, simbol di layar akan bereaksi, namun baru aktif bila tombol ditekan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pengendali MMI Navigation Plus yang mengandalkan terlalu banyak tombol memang belum terlalu praktis, namun pengoperasian jadi lebih cepat dibandingkan iDrive BMW ketika sudah familiar

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Panoramic sunroof kurang menjangkau penumpang depan, lebih diutamakan untuk yang duduk di baris tengah

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Sudut paha yang berlebih naik membuat orang dewasa tidak nyaman untuk duduk di jok baris ketiga

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Jok baris kedua diangkatnya berat di awal, namun setelah setengah langkah dibantu sistem hidrolisnya

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Naik turunkan jok baris ketiga cukup via tombol di belakang ini atau yang ada di tengah, kapasitas bagasi berkisar dari 295 liter hingga jumlah menakjubkan 1.995 liter ketika semua jok dilipat

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Matrix LED, menyalakan salah satu atau semua high beam sekaligus ketika tidak ada halangan yang terdeteksi kamera

  • Foto: Rian/otomotifnet

    What more could you ask?

Jakarta - Teringat peluncurannya di pameran otomotif nasional tahun 2015 lalu, PT Garuda Mataram Motor mengejutkan masyarakat Indonesia dengan mendatangkan SUV mewah ini perdana di Asia Tenggara.

Mengetesnya lebih jauh, ternyata masih banyak hal yang membuat All New Q7 3.0 TFSI Quattro sebagai sebuah SUV mewah sejati. Meski tentu saja, harga di atas Rp 2 miliar selalu jadi hal yang dipertanyakan, mengapa semahal itu padahal setiap pesaingnya masih dibanderol di kisaran Rp 1,5 miliaran.

Untungnya, sangat banyak aspek yang membuat setiap sen dari harga tersebut worth the spending. Penasaran? Hasil test drive OTOMOTIF soal All New Audi Q7 di bawah.

Fitur

Bahas yang satu ini mungkin akan paling lama. Untuk menggambarkan seberapa canggihnya Q7, untuk menaikkan wiper saja ketika ingin cuci mobil, perlu dilakukan via menu settings di MMI (Multi Media Interface). Contoh lain, ketinggian air suspension juga bisa dinaikkan untuk memudahkan proses penggantian ban, juga diatur dari MMI.

Namun hal tersebut baru sebagian kecil. Bagian terkerennya justru ada di pintu yang menutup secara halus, dengan mekanisme vakum yang biasa ada di sedan ultra-mewah, diklaim satusatunya di kelas SUV ini.

Masuk ke dalam, pengaturan jok dan tilt telescopic setir sudah full elektris, tidak kurang layar 12,3 inci dari Virtual Cockpit dan layar retractable 8,3 inci langsung menyambut ketika tombol Start/Stop Engine ditekan.

Oh ya, safety belt juga secara otomatis mengencangkan ikatan, ketika mobil mulai melaju. Bila langsung ingin terhibur, cukup koneksikan smartphone ke MMI via USB atau Bluetooth dan dengarkan lantunan The Four Seasons yang dimainkan Vivaldi dari sound system Bose dengan 19 speaker, 3D Sound dan Advanced Staging Technology-nya.

Kalau mau lebih puas di belakang, harus mengadopsi sound system dari Bang & Olufsen yang juga memberikan suara 3D di kabin tengah. Masih ada lagi HUD, ambient lighting, bagasi elektrik, jok belakang yang dioperasikan secara elektrik hingga Matrix LED yang terus-terusan membantu papan penunjuk di jalan tol tersinari dengan sempurna.

Sedangkan bila membahas kurang, memang fitur pintar seperti Adaptive Cruise Control dan Lane Asssist sangat disayangkan karena tidak dibawa, namun paling tidak Audi Indonesia menyatakan konfigurasi individual memungkinkan beberapa fitur canggih seperti kamera 360° dapat dipesan sebagai opsi tambahan.

Handling

Memang terasa tak lazim untuk membicarakan handling di SUV yang bobotnya lebih dari 2 ton. Tetapi semenjak banyaknya usaha yang dilakukan Audi untuk melakukan ‘diet’ pada Q7 ini, mungkin anda akan terkejut.

Mulai dari penggunaan platform MLB II terbaru, kini 41% dari struktur bodi sudah menggunakan aluminium, bahkan seluruh pintu, kap mesin dan pintu bagasi sudah terbuat murni dari bahan ini dan menghemat 24 kg.

Kemudian perpindahan dari suspensi wishbone ke multilink di keempat roda juga memotong 100 kg. Namun secara total, pengurangan mencapai 325 kg bila dibanding generasi sebelumnya. Bagaimana efeknya ketika menikung? Jangan salah, ini masih SUV yang tetap saja sangat bongsor dan berat.

Body roll memang tidak terhindarkan, tapi kami suka bagaimana efek damper pada mode Dynamic atau Auto membuat sasis terasa sangat rigid ketika menghajar tikungan.

Kenyamanan

Sepantasnya sebuah limosin, SUV di segmen ini memang lebih mengutamakan kenyamanan di atas segalanya. Terbukti dari pemakaian air suspension yang membuat perjalanan terasa sangat halus ketika melewati kontur buruk yang bergelombang atau speed bump. Namun berbeda dengan sedan ultra-mewah seperti A8, kenyamanan ini lebih diutamakan untuk siapapun yang duduk di depan.

Kontur jok yang empuk dan memiliki support maksimal dengan mudah menahan gerakan badan pengemudi dan penumpang depan Jok di belakang memang terpisah untuk tiga individual dan bisa slide recline, namun ukurannya tidak sebesar di depan, meski masih dapat memuat 3 orang dewasa dengan sangat lega. Meski terdapat tunnel gardan di tengah, namun leg room untuk penumpang tengah tidak terganggu.

Performa & Konsumsi

Menggunakan supercharger, output dari mesin V6 berkapasitas 2.995 cc dari pesaing BMW X5 ini terasa sangat smooth. Baik untuk seamless drive atau bermanuver cepat, respon akselerasi Q7 termasuk menyenangkan.

Sedangkan untuk pemakaian transmisi 8-percepatan ZF, memang pergantian gigi tidak bisa secepat Dual Clutch S Tronic pada Audi lainnya, namun paling tidak dapat memberikan rasa perpindahan yang sama halusnya dan memberikan ekstra rasio gigi lebih, sehingga melaju konstan pada 60 km/jam pun putaran mesin hanya ada di 900 rpm!

Namun efek dari mesin yang sangat senang bermain di rpm rendah tersebut, sering sekali terasa stutter atau menyendat ketika ada di kondisi crawling stop & go, seperti dalam kemacetan parah. Soal konsumsi, besarnya kapasitas mesin dan ukuran bodi memang tidak bisa berbohong. Menghabiskan waktu di mode Efficiency saja yang otomatis mengaktifkan sistem Auto Stop/Start dan Intelligent Coasting, tetap saja konsumsi dalam kota hanya mentok di 6,8 km/liter.


Data Spesifikasi Audi Q7 3.0 TFSI Quattro

Mesin: Aluminium V6 (90°) dengan Direct
Injection dan Mechanical Supercharge
Kapasitas: 2.995 cc
Rasio Kompresi: 10,8 : 1
Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Empat Roda Permanen Quattro
Tenaga Maksimum: 333 dk @ 5.500 – 6.500 rpm
Torsi Maksimum: 440 Nm @ 2.900 – 5.300 rpm
Transmisi: Otomatis 8-percepatan dengan Tiptroni
Dimensi (p x l x t): 5.052 mm x 1.968 (2.212)* mm x 1.741mm *lebar dengan spion
Wheelbase: 2.994 mm
Ground Clearance: mm
Wading Depth: 500 mm
Radius Putar: 6,2 m
Sistem kemudi: Electromechanical Power Steering System
Suspensi Depan: Multi-link, Coil Spring, Antiroll bar dengan Adaptive Air Suspension
Suspensi Belakang: Multi-link, Coil Spring, Antiroll bar dengan Adaptive Air Suspension
Damper: Continously Adaptive Damping System
Rem Depan/Belakang: Cakram Berventilasi/ Cakram Berventilasi dengan
Ban: Pirelli Scorpion Verde, 285/45R20
Kapasitas Tangki: 85 liter
Berat: 2.105 kg
Harga: Rp 2,05 miliar (on the road Jakarta)

Akselerasi
0 – 60 km/jam: 3,1 detik
0 – 100 km/jam: 6,3 detik
40 – 80 km/jam: 2,6 detik
0 – 201 m: 9,5 detik
0 – 402 m: 14,6 detik

Konsumsi:
Dalam Kota: 6,8 km/liter
Konstan 60 km/jam: 13,8 km/liter @ 900 rpm
Konstan 100 km/jam: 12,6 km/liter @ 1.500 rpm

Pesaing Audi Q7 3.0 TFSI Quattro:

Test Drive Audi Q7 3.0 TFSI Quattro
Pesaing: BMW X5 xDrive35i M Sport

BMW X5 xDrive35i M Sport

Mesin: 6-silinder 2.979 cc dengan twin-scroll
turbocharger
Transmisi: Otomatis 8-percepatan
Harga: Rp 1,449 miliar off the road

Test Drive Audi Q7 3.0 TFSI Quattro
Pesaing: Mercedes-Benz GL 400 Exclusive

Mercedes-Benz GL 400 Exclusive
Mesin: V6 2.996 cc dengan turbocharger
Transmisi: Otomatis 7-percepatan
Harga: Rp 1,609 miliar off the road

EDITOR

Bagja

Top