Selasa,12 April 2016 08:00 WIB

Penulis: otonet

Test Drive BMW X6 xDRIVE 35i

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Layout spidometer biru untuk Ecopro dengan angka kecepatan maksimal sesuai limit, standar layak BMW lainnya di Comfort dan digital dengan background merah pada mode Sport dan Sport+

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Meski jadi SUV besar, sayang sunroof tidak dibuat panoramic agar penumpang belakang bisa ikut menikmati

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kotak berwarna menunjukkan seberapa dekat 6 sensor dengan objek-objek yang terdeteksi

  • Foto: Rian/otomotifnet

    AC Quad-zone untuk suhu, tri-zone untuk kecepatan kipas karena di belakang tidak dapat dibedakan kiri kanan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tombol untuk mengaktifkan selective beam, lampu jauh otomatis menyala di atas kecepatan tertentu namun akan menghindari jika kamera mendeteksi mobil hingga jarak 400 m

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pintu driver tidak ada pegangan vertikal seperti pintu lainnya, menyulitkan proses menutup nih

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Foldable armrest, bukan lagi fixed, menjadikannya proper 5-seater, atap melengkung mengurangi headroom belakang tapi tidak terlalu sempit

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ruang 580 liter bisa dibesarkan dengan melipat rata jok belakang hingga 1.525 liter

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bodi bongsor dan gaya SAV unik jadi penarik perhatian utama

Sloping roof line bisa jadi penarik perhatian utama, tetapi apakah mesin bensin dan sisanya membuatnya pantas berbeda hampir Rp 800 juta dari X5?

Jakarta - Berkaca dari generasi pertamanya yang melahirkan genre SAC (Sports Activity Coupe), X6 terus menjadi trendsetter membawa kata ‘fashion’ dalam sebuah SUV. Keberhasilan BMW menjual lebih dari 250 ribu unit secara global membuktikan bahwa resepnya untuk menggabungkan lifestyle dengan ketangguhan cukup sukses menarik minat masyarakat.

Dengan model all-new, mesin turbo dan interior yang lebih modern, X6 berkode bodi F16 ini menjanjikan performa yang dikombinasi kemewahan. Namun perbedaan harga cukup jauh dengan, X5 xDrive35i xLine, yang hampir Rp 800 juta. Menimbulkan pertanyaan apa yang didapat ketika mengeluarkan Rp 1,999 miliar untuk satu-satunya varian BMW X6 xDRIVE 35i ini.

Apalagi setelah pesaing terderkatnya, GLE Coupe 400 AMG hadir, masih dapatkah SUV terbesar BMW ini mempertahankan apa yang membuatnya sukses selama hampir 1 dekade?• (otomotifnet.com)

Fitur

X6 juga menyediakan bukaan bagasi elektrik dengan metode menendang bagian bawah, hanya saja cukup sulit mengaktifkannya pada unit tes yang dicoba. Sound system premium Harman Kardon dengan 16 speaker juga jadi pemanja telinga, namun pengaturan simpel treble dan bass rasanya kurang detail, sedang jika harus masuk EQ 10 tingkat akan terlalu sulit untuk awam. Yang kami tidak suka, X6 kurang bisa keep up dengan fitur-fitur pintar yang sekarang sedang populer.

Sebut saja cruise control tidak dibarengi mode adaptive, tidak ada fitur pengereman otomatis atau lane keep assist. Bahkan yang lebih simple seperti active parking assist pun absen.

Desain& Dimensi

Beberapa komponen seperti pelek 20 inci dan warna brushed metal di spion, gril twin kidney dan bagian bawah bumper depan pun mengingatkan Ia lebih pantas dipajang di lobi mal, bukan mengarungi hutan. Lampu depan adaptive LED dan belakang LED berbentuk L jadi karakter terkuat, namun sekaligus mulai membosankan karena sudah diaplikasi ke semua model dan kadang membuat SUV bongsor ini terlihat sama dengan X4.

Wheelbase yang sama dengan X5, membuat ruang di belakang sama leganya soal leg room, atap melengkung pun tidak membatasi head room belakang. Meski lebih luas dibanding generasi E71, ruang bagasi tetap tidak sebesar X5, minus 345 liter tepatnya. Oh iya, sayang tidak terdapat tombol khusus untuk membuka jok belakang langsung dari bagasi, namun konfigurasi 40:20:40 cukup membantu ketika ingin memasukkan barang berdimensi panjang

Handling

Kendati dimensinya yang raksasa dan dengan ground clearance di atas 20 cm, sulit untuk merasakan karakter sebuah SUV dari dalam. Jujur, rasanya seperti mengemudikan mobil yang lebih kecil dan pendek, apalagi dengan posisi duduk yang rendah dan visibilitas ke belakang yang sangat minim.

Efek sangat positif jelas hadir saat membelokkan setir di kecepatan tinggi. Tidak ada rasa limbung, bahkan body roll hampir dimatikan saat adaptive damper diset keras pada mode Sport. Kadang kami merasa ini terasa terlalu baik untuk sebuah SUV dan langsung saja harus dibayar dengan sesuatu. Sudut putar minimumnya yang 6,4 m jadi ekstra-merepotkan untuk membuat U-turn dimana saja, bahkan dengan putaran setir yang ringan.

Performa & Konsumsi

Mengandalkan mesin 6-silinder dengan turbocharger dan output di atas 300 dk, X6 pasti akan terasa cepat. Pertanyaannya, secepat apa? Sebut saja, Anda bisa memberi pelajaran ke setiap pemilik 520i F10 dan 320i F30 yang sedang ugal-ugalan di jalan raya, meskipun memiliki bodi yang jauh lebih kecil. Launch control mendongkrak waktu dari 0-100 km/ jam menjadi 6,7 detik, drag race pun terselesaikan dalam 15,1 detik.

Untungnya, semua performa di atas tidak membuat konsumsi jadi boros. Dibantu engine stop/start pada setiap lampu merah dan beberapa kali mengandalkan mode Eco Pro, hanya butuh 12,8 liter bahan bakar saat mengitari 100 km kemacetan kota Jakarta.

Kenyamanan

Karena BMW identik dengan pengendaraan yang dinamis, tidak heran jok berlapis kulit Dakota terasa cukup keras. Pindah ke belakang, kemampuan untuk recline seperti di X5 tidak dibawa berkat terbatasnya ruang yang dibuat atap melengkung. Posisinya terlalu tegak untuk OTOMOTIF, sedikit kurang memanjakan penumpang.Untungnya, privasi bisa lebih terjaga berkat sunshade manual di sisi jendela kiri dan kanan. Kombinasi berat di atas 2 ton dengan pemakaian suspensi udara pun berbuah manis. Perjalanan jauh terasa sangat nyaman karena bantingan yang diset ekstra-empuk pada mode Comfort.

Data Spesifikasi BMW X6 xDRIVE 35i

Mesin 6-silinder segaris dengan twin-scroll turbocharger, Valvetronic, Double VANOS dan High Precision Injection
Kapasitas 2.979 cc
Tenaga Maksimum 306 dk @ 5.800-6.400 rpm
Torsi Maksimum 400 Nm @ 1.200-5.000 rpm
Transmisi Otomatis 8-percepatan Steptronic
Dimensi (p x l x t) 4.909 mm x 2.170 mm x 1.702 mm
Wheelbase 2.933 mm
Ground Clearance 212 mm
Radius Putar 6,4 m
Wading Depth 500 mm
Sistem kemudi EPS (Electric Power Steering)
Suspensi Depan Double Wishbone dengan Air Suspension dan Dynamic Damper Control
Suspensi Belakang
Lightweight Multi-link Integral dengan Air
Suspension dan Dynamic Damper Control
Rem Depan/ Belakang Ventilated Disc / Ventilated
Disc dengan ABS, EBD, BA, DSC, DTC dan DBC
Ukuran Ban 275/40R20
Kapasitas Tangki 85 Liter
Harga Rp 1.999.000.000 (off the road Jakarta)

Data Tes

Akselerasi
0 – 60 km/jam 3,1 detik
0 – 100 km/jam 6,7 detik
40 – 80 km/jam 2,5 detik
0 – 201 m 9,7 detik
0 – 402 m 15,1 detik

Konsumsi:

Dalam Kota 7,8 km/liter
Luar Kota 10,2 km/liter
Konstan 60 km/jam 16,5 km/liter
Konstan 100 km/jam

Pesaing
Mercedes-Benz GLE Coupe 450 AMG
Mesin: V6 Bi-Turbo 2.996 cc
Tenaga / Torsi : 333 dk @ 5.250 - 6.000 rpm / 480 Nm @ 1.600 – 4.000 rpm
Transmisi : Otomatis 9-percepatan 9GTRONIC
Harga : Rp 1.559.000.000 (off the road Jabodetabek)

 

EDITOR

Otomotifnet

Top