Kamis,5 Nov 2015 12:03 WIB

Penulis: pewete pewete

Test Drive Daihatsu Copen, Sensasinya Ajib!

Foto: F.YOSI

Test Drive Daihatsu Copen, Sensasinya Ajib!



Memang bukan sportcar murni, tapi sensasi mengendarainya boleh lah jadi pilihan dengan syarat tertentu


Jakarta - Rasanya dengan harga di atas Rp 430 juta, butuh orang-orang tertentu untuk membeli Daihatsu Copen. Yang pasti, tak bisa jadi kendaraan untuk jalan-jalan sama keluarga karena hanya tersedia 2 jok. Belum lagi, walau tergolong convertible, namun performanya tak bisa dikatakan seperti sportcar.



kalau saja improvement selanjutnya ada perbaikan kualitas dasbor, pasti lebih keren lagi


Pertama, OTOMOTIF punya postur 172 cm dengan berat badan 80 kg. Saat di kabin, jelas head room dan leg room terasa sempit. Masih wajar sebagai convertible. Untuk masuk, lebih baik duduk dulu di jok, baru setelah itu kaki diangkat naik sembari kepala masuk.



Tweeter di pilar A bikin suara tersebar merata, kualitas HU sangat canggih

Posisi duduknya memang ala sportcar, rendah dan kaki terasa lurus dengan pedal. Tapi mengingat harganya di atas Rp 400 juta, kalau saja Daihatsu meningkatkan kualitas dasbor, pasti Copen terasa lebih menyenangkan lagi. Material pembuatnya terasa biasa banget, belum lagi diameter setir terlalu besar namun diameter batang setir justru terasa kekecilan.



Jok terasa pas-pasan untk postur 172 cm/80 kg

Fiturnya termasuk lengkap, tombol audio di setir memudahkan saat berkendara, mengingat ruang gerak tangan terbatas. Lalu terdapat MID yang dapat menampilkan angka konsumsi bahan bakar rata-rata dan jarak yang masih bisa ditempuh. Hanya saja, yang tertulis pada unit tes masih menggunakan bahasa Jepang walau mudah dimengerti karena kombinasi angkanya.



Oh iya, menyalakan mesin termasuk untuk membuka pintu tak perlu anak kunci lagi. Cukup taruh di kantung saja. Tinggal pencet tombol Start/Stop, lalu terdengar deruman merdu dari sepasang knalpot di belakang. Yup, jangan heran walau mesinnya hanya 3 silinder berkapasitas 658 cc, namun berkat 2 knalpot sporty berlapis krom, suaranya cukup membangkitkan adrenalin.

Mesin 3 silinder terdengar kurang? Jelas saja, makanya Daihatsu memasang turbo plus intercooler untuk menambah tenaga. Tapi lagi-lagi, jangan harapkan performa layaknya sportcar. Tenaga maksimalnya hanya 63 dk dengan torsi 92 Nm. Makanya saat dicoba di area terbatas, mudah saja jarum spidometer mentok. Tapi jangan terlalu takjub dulu. Soalnya angka maksimum yang tertera hanya 140 kpj, hehehe… • (otomotifnet.com)



BODI SERBA PLASTIK

Desainnya terbilang lucu dan manis. Makanya saban OTOMOTIF jalan-jalan, selalu saja ada yang bertanya, mobil apakah ini. Rasanya, paling keren melihat Copen saat senja menjelang atau sebelum matahari terbit. Siluet lampu LED utama dan belakangnya, jujur saja bikin OTOMOTIF kesengsem.

Aslinya di Jepang, Copen termasuk keluarga Kei-car alias mobil mungil. Makanya, untuk mengoptimalkan mesin mungilnya, hampir seluruh bodi terbuat dari plastik. Nyaris tak percaya, buka saja kap mesin atau bagasi termasuk sepatbor. Hanya struktur rangka yang disebut D-frame Structure Technology dan pintu yang andalkan pelat besi, sisanya plastik ringan.



Siluet lampu depan dan belakangnya sangat keren, apalagi kalau sambil berkaca di mall

Namun walau mungil, jangan ragukan soal fitur safety Copen. Pertama, sepasang airbag tersedia untuk pengemudi dan penumpang depan, juga safety belt sudah dilengkapi pretension dan force limiter untuk meminimalkan cedera.

Belum lagi, fitur Brake Over-ride System bakal mengabaikan injakan pedal gas apabila diinjak berbarengan dengan pedal rem. Jadi rem yang akan diutamakan. Ini pun masih dibantu sistem ABS dan EBD, berikut Emergency Stop Signal. Jadi, lampu hazard akan menyala otomatis saat hard braking saat kecepatan lebih dari 60 kpj.



TURBO BIKIN GATAL


Mengusung mesin seri KF, 3 silinder segaris berkapasitas 658 cc. Tenaganya ‘hanya’ 63 dk dengan torsi 92 Nm. Makanya, jangan terlalu berharap lebih soal joy of driving-nya. Sempat beranggapan dengan bodi yang sebagian besar plastik, power to weight ratio-nya akan lebih baik.

Toh begitu dihitung, antara tenaga dengan bobot kosong Copen yang 850 kg. Artinya, tiap 1 dk Copen harus membopong 13,4 kg. Masih kalah jauh dibanding hatchback 1.500 cc bertenaga 109 dk dengan bobot 1.040 kg. Yang tiap dk-nya hanya harus menarik beban 9,5 kg.

Namun, mesin kecilnya juga tidak terlalu menghasilkan konsumsi sangat hemat. Bisa jadi, akibat turbo bikin kaki selalu ‘gatal’ ingin selalu injak pedal gas. Makanya hasil tes untuk rute dalam kota hanya menghasilkan angka 1:11,1 liter per km.

Oh iya, fitur Idle Stop System-nya hanya mampu menahan mesin mati selama 1 menit 18 detik, baik dalam kondisi lampu dan seluruh perangkat kelistrikan seperti AC dan audio menyala atau mati. Lebih dari itu, mesin akan kembali menyala. Jangan heran kalau AC akan terasa sedikit panas ya.

Belum lagi akibat mesin yang hanya 3 silinder, artinya mesin akan berputar lebih tinggi. Makanya saat diuji konsumsi di kecepatan konstan 100 kpj, angkanya juga hanya 1:20,5 liter per km. Sebab mesin masih berputar agak tinggi, di kisaran 3.200 rpm. Konsumsi terbaiknya ada saat berjalan konstan 60 kpj. Angkanya tembus hingga 1:31,8 liter per km. Baru di kisaran itu mesinnya berputar sangat efisien, hanya sekitar 1.500 rpm.



BUKA ATAP 18 DETIK


Cara terbaik mengendarai Copen jelas harus membuka atapnya. Digaransi banyak yang akan menoleh, bahkan di lampu merah tak jarang yang bertanya mobil apakah ini. Bahkan saat diuji OTOMOTIF saja, polisi patroli sampai memberhentikan karena penasaran.

Namun butuh prosedur khusus untuk membukanya. Pertama, pastikan kain pembatas di bagasi terpasang pada dudukannya. Sebab terdapat sensor yang akan menolak atap terbuka apabila pembatas ini tak dipasang.



Traksi di kecepatan rendah masih oke, tapi karena hanya pakai ban 165/50 R16, butuh nyali lebih kalau mau high speed

Lalu posisikan transmisi di P dan pastikan kedua pintu tertutup sempurna. Selanjutnya, buka secara manual pengunci atap yang terletak di sisi kiri dan kanan atas pilar A. Tarik ke belakang, baru setelah itu tombol pembuka bisa diaktifkan.

Tarik tombol ke arah atas untuk membuka atap, sebaliknya untuk menutup, sama seperti operasional power window. Sampai selesai, butuh waktu 18 detik sampai atap tersimpan sempurna di bagasi. Oh iya, dengarkan suara bip bip kecil yang menandakan proses buka tutup selesai ya. Nanti, indikator atap di samping power outlet akan mati.




Testimoni

Ary Nugraha, 33 Tahun, pemilik Toyota Camry V 2009


Ini mobil 600 cc terkencang yang pernah gue coba. Memang, harganya terbilang mahal mengingat kapasitas mesin ataupun rasa suspensinya. Tapi sensasinya saat atap dibuka cukup menyenangkan untuk dipakai jalan-jalan. Kalau dijadikan opsi untuk jalan-jalan sore, Copen boleh jadi pilihan lah. Tampangnya juga lucu.

Data Spesifikasi

Mesin: KF, 3 silinder segaris, DOHC, turbo intercooler, EFI (Electronic Fuel Injection) Kapasitas: 658 cc Diameter x Langkah: 63 x 70,4 mm Tenaga Maksimum: 63 dk/6.400 rpm Torsi Maksimum: 92 Nm/3.200 rpm Transmisi: Otomatis CVT Power Steering: Elektris Rem Depan: Cakram ventilasi, ABS + EBD, Brake Over-ride System Rem Belakang: Teromol Suspensi Depan: McPherson Strut dengan per keong Suspensi Belakang: Torsion beam dengan per keong Ban: 165/50R16 Dimensi P x L x T: 3.3395 x 1.475 x 1.280 mm Wheelbase: 2.230 mm Ground Clearance: 115 mm Radius Putar: 4,6 m Bobot Kosong: 850 kg Kapasitas Tangki: 30 liter Harga: Rp 431,550 juta

Data test

Akselerasi 0 – 60 kpj: 5,9 detik 40 - 80 kpj: 6,1 detik 0 – 100 kpj: 14,4 detik 0 – 201 m: 12,5 detik 0 - 402 m: 19,4 detik Konsumsi (liter:kilometer) Dalam Kota: 1:11,1 Luar Kota: 1:12,5 Konstan 60 kpj: 1:31,8 Konstan 100 kpj: 1:20,5










EDITOR

Otomotifnet

Top