Sabtu,5 Maret 2016 10:15 WIB

Penulis: Otomotifnet

Test Drive Honda BR-V Prestige CVT

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Fitur 1

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Fitur 2

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Fitur 3

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Dimensi

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Kenyamanan

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Performa & Handling

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Meski tidak dibatasi ECU, di atas kecepatan 140 km/jam ada bunyi

 

Baik di atas aspal atau tanah, mantapnya pengendalian MPV Crossover khas Honda ini kerap membuat kami lupa soal kualitas interiornya

Jakarta - Honda strikes again? Menengok sejarah MPV yang populer di Tanah Air dan meningkatnya pamor SUV beberapa tahun terakhir, menghadirkan Honda BR-V Prestige CVT sebagai crossover terdengar jadi langkah yang masuk akal. Tidak heran, Indonesia dipilih sebagai tempat kelahiran crossover 7-seater tersebut. Hasilnya? Angka penjualan luar biasa yang dapat mencapai 6 ribuan unit di bulan pertamanya. Berbasis dari Low-MPV Mobilio yang sudah hadir, wajar jika BR-V memiliki DNA yang mirip di beberapa sektor seperti pengendalian, performa dan dimensi. Sayangnya, hal tersebut membuat beberapa Konstan 100 km/jam: 16,5 km/liter kekurangan di Mobilio turut dibawa. Simak ya hasil test drive OTOMOTIF untuk salah satu mobil yang paling diantisipasi tahun ini. • (otomotifnet.com)

Desain

Honda menamakan konsep desainnya “Active Solid Motion”, dengan yang diambil dari gabungan Solid Wing Face di depan, Tough Solid Hood di kap mesin, Solid Motion Pillar untuk pilar C, Floating Toughness Body untuk ground clearance yang dinaikkan dan Strong & Short Fender di belakang. Bingung karena terdengar terlalu banyak? Begitu pula ketika melihat wujud aslinya. Bagian depan seperti diambil dari CR-V generasi ketiga dan Jazz GK5, bagian samping seperti milik Mobilio, sedangkan belakang seperti gabungan Freed dan Jazz. Buruk?

Sebaliknya, kami menyukai desain BR-V karena terlihat seperti Mobilio yang lebih tangguh dan berisi, terutama karena tambahan diffuser depan belakang, antena shark fin dan lampu proyektor pada varian Prestige. Sayang, di dalam masih sangat terasa DNA dari Mobilio. Door trim yang tidak memiliki lekukan yang berarti hanya terdiri dari plastik tanpa adanya lapisan kain sama sekali.

Belum lagi melihat tuas lampu sein dan wiper yang terlalu tipis. Mengingat harganya, kualitas plastik di kabin terlalu murahan meski sudah dilengkapi desain dasbor segar dari Jazz. Untung kami menemukan beberapa hal yang disuka, seperti desain AC digital, frame center fascia berkelir piano black dan instrument cluster mirip HR-V.

Demensi

Dibanding Mobilio RS, BR-V lebih panjang 58 mm, lebih lebar 52 mm dan lebih tinggi 63 mm. Ground clearance lebih tinggi 11 mm berkat perbedaan pelek yang lebih besar 1 inci dan ketebalan ban, sedangkan wheelbase sama persis. Luas kabin pun mendapat keuntungan besar. Bahkan untuk tester setinggi 175 cm, masih tersisa leg room yang sangat cukup di bangku baris kedua, sedangkan head room luar biasa lapang. Sayang ada gundukan AC double blower yang menimbulkan kesan menyempitkan.

Masuk ke baris ketiga dengan one touch tumble, kami sempat tidak percaya ketika mencoba memundurkan jok baris kedua hingga mentok dan masih mendapat sedikit leg room, akan terasa sangat lega jika di depannya memajukan setengah saja. Sudut kemiringan paha pun normal karena struktur rata monokok sehingga tidak cepat pegal pada perjalanan jauh. Head room? No problemo…

Fitur

Membuka kabin, masih harus menekan tombol pada remote yang memiliki desain kuno. Tombol start/stop engine pun belum tersedia. Wiper belakang memang sudah tersedia, namun defogger absen, bahkan pada varian tertinggi yang kami tes sekalipun. AC digital memang masih belum otomatis, namun sudah terdapat pengaturan embusan ke kaki yang absen di pesaingnya. Belum lagi ionizer Nanoe yang terintegrasi dengan head unit. MID seperti milik Jazz dan HR-V cukup lengkap, termasuk konsumsi bahan bakar real time. Dan favorit kami, konsumsi rata-rata yang dibedakan untuk Trip A dan Trip B.

Performa & Handling

Performa yang didapat dari crossover ini mengingatkan kenapa mesin L15 bisa dipakai di berbagai varian Honda seperti Jazz, City, Freed, Mobilio dan HR-V. Kick down dari diam dapat melesatkan BR-V ke 100 km/jam hanya dalam 11,5 detik saja. Pada putaran rendah sampai kecepatan 60 kpj, gas terasa sangat responsif terhadap injakan pedal, sehingga membuat overtaking jadi mudah dan menyenangkan. Namun di atas itu, perlu sedikit berusaha dan tahan mendengarkan deruan CVT. Memang tidak se-fun to drive Brio, namun untuk sebuah MPV yang pernah kami coba, kami rasa BR-V pantas ditempatkan tepat di bawah BMW Gran Tourer soal handling.

Kenyamanan

Pengaturan kaki-kaki Honda BR-V Prestige CVT cukup keras, namun profil ban 195/60 yang cukup tebal, membuat bantingan sebenarnya terasa nyaman. Jok yang tipis pun ternyata cukup empuk dan tidak masalah untuk perjalanan jauh. Catatan untuk posisi pengemudi, jok tidak terdapat pengaturan ketinggian, sedangkan posisi fixed-nya cukup rendah bila mau mengklaim dirinya sebagai sebuah SUV. Peredaman mesin terasa lebih baik dibanding Brio dan Mobilio karena minimnya engine noise. Namun kami menemukan bunyi ‘nguuung nguuung’ yang sering kali muncul di kondisi stop and go, sepertinya datang dari CVT.

Konsumsi

Setelah berkali-kali mengitari Jakarta dan tripmeter mencatat jarak sejauh 540 km dengan mayoritas kondisi macet dan seringkali idle. Kami masih mendapat angka 10,8 km/liter pada MID. Itu pun dengan kaki sering kali gatal di kondisi stop and go, karena karakter CVT BR-V yang cenderung galak di putaran bawah.

Namun tidak sulit untuk mencetak angka yang jauh lebih baik, asal jangan membuat indikator eco mati karena menginjak pedal gas lebih dari 30%. Rasanya senang dengan karakter mesin L15 dan transmisi Earth Dreams yang sulit dibuat boros. Sedangkan untuk angka konstan sudah sewajarnya tidak begitu baik. Berada di kecepatan 100 km/jam terus menerus hanya bisa menghasilkan angka 16,5 km/liter.

Testimoni

Bernhard Eko Hendrasetyawan, 22 Tahun, pemilik Honda Brio E A/T 1.3 2012

Ternyata asyik juga naik BR-V. Di dalam, rasanya enggak berisik. Nyetir sendiri juga terasa nyaman dan menyenangkan. Mobilnya terasa cocok nih untuk keluarga dan anak muda.

Data Spesifikasi

Mesin L15, 4-silinder segaris dengan i-VTEC dan DBW
Kapasitas 1.497 cc
Kompresi Mesin 10,3 : 1
Tenaga Maksimum 120 dk @ 6.600 rpm
Torsi Maksimum 145 Nm @ 4.600 rpm
Transmisi Otomatis CVT Earth Dreams Technology
Dimensi (p x l x t) 4.456 mm x 1.735 mm x 1.666 mm
Wheelbase 2.662 mm
Sistem kemudi EPS (Electric Power Steering)
Suspensi Depan MacPherson Strut
Suspensi Belakang H-Shape Torsion Beam
Rem Depan/Belakang Cakram Ventilasi/
Teromol dengan ABS dan EBD
Ukuran Ban 195/60R16
Kapasitas Tangki 42 Liter
Berat Kosong 1.222 kg
Harga Rp 261.500.000 (on the road Jakarta)

Data test Honda BR-V Prestige CVT

0 – 60  km/jam: 5,3 detik
0 – 100 km/jam: 11,5 detik
40 – 80 km/jam: 4,9 detik
0 – 201  m: 11,9 detik
0 – 402  m: 18,2 detik

Data komsumsi

Dalam Kota: 10,8 km/liter
Luar Kota: 14,7 km/liter
Konstan 60 km/jam: 20,7 km/liter
Konstan 100 km/jam: 16,5 km/liter


Pesaing

 Toyota Rush TRD Sportivo Ultimo
Toyota Rush TRD Sportivo Ultimo

Toyota Rush TRD Sportivo Ultimo

Mesin: 3SZ-VE 1.495 cc dengan DOHC
dan VVT-i
Tenaga / Torsi: 107 dk @ 6.000 rpm /
141 Nm @ 4.000 rpm
Transmisi: Otomatis 4-percepatan
Harga: Rp 262.450.000 on the road
Jabodetabek

Daihatsu Terios R Adventure
Daihatsu Terios R Adventure

 

Daihatsu Terios R Adventure

Mesin: 3SZ-VE 1.495 cc dengan DOHC
dan VVT-i
Tenaga / Torsi: 107 dk @ 6.000 rpm /
141 Nm @ 4.000 rpm
Transmisi: Otomatis 4-percepatan
Harga: Rp 247.200.000 on the road
Jabodetabek

EDITOR

Bagja

Top