Senin,11 April 2016 17:15 WIB

Penulis: Otomotifnet

Test Drive Hyundai Santa Fe CRDi 2016 Edition

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kualitas output HU termasuk sangat baik, ada opsi suara virtual surround sound

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Teknologi Clean Air kurang lebih mirip Nanoe

  • Foto: Rian/otomotifnet

    MID pintar akan meminta untuk meluruskan setir jika belum saat mesin dinyalakan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Cornering light halogen termakan cahaya HID lampu utamanya, jadi tidak begitu terlihat menerangi bagian samping saat berbelok

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ruang bagasi 516 liter sebaiknya dijadikan penyimpanan barang saja, buka jok tengah tinggal gunakan tuas kecil di belakang dan meluas hingga 1.615 liter

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ini nih yang bikin kabin Santa Fe terasa luar biasa leganya, road noise pun tetap terisolasi kok meskipun sebagian besar atap diganti kaca

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Hyundai Santa Fe CRDi 2016 Edition

Fitur banyak dari D-Spec Limited digantikan tampang yang lebih dewasa dan kenaikan harga, terasa kah ketika dibawa harian?

Jakarta - Masih ingat ketika kami bilang PT. Hyundai Mobil Indonesia akan tetap membawa fitur Eagle Eye’s View, meskipun kami tidak melihatnya saat sesi sneak preview Hyundai Santa Fe 2016 Edition ini?  Well, kenyataannya tidak jadi demikian. Demi menahan harga agar bisa tetap di bawah Rp 550 jutaan, SUV Korea ini harus rela kehilangan beberapa fiturnya, bahkan itu juga tetap membuatnya jadi yang termahal di kelasnya.

Tidak masalah, proses unlock yang disambut terbukanya spion, menyalanya puddle lamp LED hingga headlights HID yang kini berbentuk baru pun tetap membuat kami merasa spesial, terutama di malam hari.

Masih Class-Leading

Hingga kini, deruman mesin R 2.2 L Hyundai-Kia ini tetap yang paling sunyi di kelasnya, baik saat idle, putaran rendah hingga tinggi. Bahkan beberapa orang yang diajak pun tidak sadar ada mesin diesel di balik kapnya. Dikombinasikan performa dahsyatnya, ini yang membuat kerap lupa dengan fitur-fitur yang dihilangkan.

Overtaking jadi proses paling menyenangkan karena boost turbo sedang bekerja maksimum, memberikan dorongan torsi 436 Nm, yang kadang membuat badan setiap penumpang terhempas ke jok. Oh iya, tambahan mode Sport akan lebih terasa ketika bermain di putaran menengah hingga tinggi, karena putaran bawah masih harus sedikit menunggu respon downshift dan turbo lag.

Mau bermain angka?  Waktu 0-100 km/jam berhasil menembus di bawah 9 detik, bandingkan dengan All New Pajero Sport Dakar yang masih berkisar di 9,6 detik atau BMW X5 xDrive25d di 8,2 detik, namun memiliki harga dua kali lipat dan sistem AWD yang canggih. Seandainya ada traction control, kami yakin angka ini akan lebih baik dan tidak banyak tenaga yang terbuang karena spin ketika kick down.

Sistem hiburan kabin juga tidak disangka cukup baik meski tanpa premium sound system atau bahkan head unit layar sentuh. HU terintegrasi menawarkan proses data yang responsif, alias memilih trek lagu dari iPod via kenop sangat minim lag dan terasa cepat.

Kenyamanan Meningkat

Namun yang terasa paling improvement-nya adalah bantingan. Setting suspensi kini mengeleminasi rasa keras yang dulu dimiliki Santa Fe. Baik jalanan berkontur buruk maupun polisi tidur, mudah saja diserap kakikaki yang sekarang empuk meski tetap memakai pelek berdiameter 19 inci.

Apakah memantul saat dipacu di jalan tol? Tidak juga, hebatnya kestabilan saat mengemudi kencang atau saat menikung pun tetap dipertahankan. Kembali ke soal fitur, apakah benar terlalu sedikit yang didapat? Sebenarnya tidak juga. Jika mengutak-atik lebih dalam, banyak yang bisa ditemukan. Contoh saja vanity mirror dengan lampu di kedua sisi, one touch triple turn signal yang bisa diganti kedipan 5 kali dan 8 kali via MID, teknologi Clean Air di AC dualzonenya, pengaturan jok elektris untuk driver, hingga ke panoramic sunroof raksasanya.

Sedangkan tambahan fitur baru sensor parkir depan, sebaiknya hanya dinyalakan saat ingin parkir dalam posisi maju saja, karena justru akan sering berbunyi sendiri sambil jalan atau di kemacetan. Kalau masih perlu diyakinkan mengapa harus mengeluarkan lebih dari setengah miliar Rupiah untuk sebuah SUV Diesel 7-seater. Santa Fe memberikan refinement pada kualitas interior hingga ke mesin pada level yang belum bisa disentuh oleh pesaingnya. Jangan lupa, it is quite a looker. • (otomotifnet.com)

 

Test Drive Hyundai Santa Fe CRDi 2016 Edition
Abel Kelsey

 

Testimoni

Abel Kelsey, 22 Tahun, Pemilik Toyota Kijang Innova 2012

Dari luar lampunya terlihat mantap. Saya suka desain dasbor yang kelihatan menyambung, apalagi panoramic sunroof-nya bikin kabin terasa luas banget. Posisi duduk juga ergonomis, kalau dari penumpang dasbor kelihatan tinggi. Setirnya juga enak banget ringan, effortless

Data spesifikasi  Hyundai Santa Fe CRDi 2016 Edition:

Mesin CRDi dengan Variable Geometry Turbocharger (VGT)
Kapasitas 2.199 cc

Tenaga Maksimum 195 dk @ 3.800 rpm
Torsi Maksimum 445 Nm @ 1.800 – 2.500 rpm
Transmisi Otomatis 6-percepatan
Dimensi (p x l x t) 4.650 mm x 1.880 mm x 1.690 mm
Wheelbase 2.700 mm
Ground Clearance 185 mm
Sistem kemudi Hydraulic Power Assisted Rack & Pinion
Suspensi Depan MacPherson Strut Type
Suspensi Belakang Multi-link Type dengan Gas Shockbreaker, High Performance Damper
Radius Putar 5,45 m
Rem Depan/Belakang Cakram Ventilasi/Cakram dengan ABS, EBD Brake
Torque Disribution System
Ukuran Ban 235/55R19
Kapasitas Tangki 65 liter

Data Tes

0 – 60 km/jam 3,9 detik
0 – 100 km/jam 8,8 detik
40 – 80 km/jam 3,7 detik
0 – 201 m 10,7 detik
0 – 402 m 16,6 detik

Data Konsumsi

Dalam Kota 10,5 km/liter
Luar Kota 13,5 km/liter
Konstan 60 km/jam 22,2 km/liter
Konstan 100 km/jam 17,8 km/liter

EDITOR

Otomotifnet

Top