Senin,27 Juni 2016 12:03 WIB

Penulis: otomotifnet

Test Drive Lexus NX 200t F-Sport 4x2

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Test Drive Lexus NX 200t F-Sport 4x2

  • Foto: Rian/otomotifnet

    BSM hanya berkedip, tidak berbunyi ketika mendeteksi sesuatu di blind spot, kurang berguna jika tidak sedang menengok ke spion

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mesin Eco-Turbo pertama Lexus, karakter twin-scroll turbocharger-nya sangat fun karena respon terasa cepat

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ban serep berukuran penuh benar-benar membuat bentuk bagasi NX menjadi aneh dan sangat mengurangi ruang yang tersedia, jok tengah dilipat juga jadi tidak rata

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Heated & ventilated seats, dimana lagi ada fitur ini untuk mobil di bawah Rp 1 miliar?

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Wireless charging memudahkan mengisi baterai smartphone sambil dikoneksikan ke HU via Bluetooth untuk media, kalau device anda tidak kebesaran seperti Samsung Galaxy Note 5 ini

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Desain stacked dasbor membuat interior terasa sangat mewah, apalagi karena jam analognya

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Sudut recline jok belakang fleksibel dengan pengatur jenis tuas

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Selain digital g-meter yang menyenangkan, apakah spidometer dan MID jenis ini rings a bell?

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kamera 360°, terbuka dengan akses tombol di kanan dasbor, masukan transmisi ke R atau saat diset ke Auto dan laju kendaraan memelan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tidak jarang dapat lirikan mata, terutama dengan warna Mercury Gray MC ini

Alternatif yang sangat direkomendasikan ketika bosan dengan pesaing-pesaing Jermannya

Jakarta - Ketika anda kaya, terlihat sama dengan yang lain mungkin jadi hal terakhir yang diinginkan. Bukan hanya dalam hal yang personal seperti jam tangan atau baju yang digunakan, begitu pula dengan pilihan mobil. 

Masalahnya, jika medium SUV premium yang diincar, sulit untuk terlihat berbeda dengan dominasi merek Jerman di jalan.

Untung, sang samurai premium dari Jepang membawa alternatif bagi yang ingin terlihat unik, berbeda atau eye catching. 

Dengan desain radikal dan spindle grille-nya tersebut, dijamin setiap pasang mata akan melirik, seperti yang OTOMOTIF alami selama mengetes Lexus NX 200t F-Sport ini.

Plusnya lagi, desain ‘love it or hate it’ ini bukan hanya yang menjadi daya tarik pesaing BMW X3 dan Range Rover Evoque ini. Simak hasil Test Drive OTOMOTIF untuk tahu lebih jauh 

Desain

Kelir Mercury Gray, lekukan serba tajam, bahasa L-Finesse, akan selalu menjadi eye magnet. Apalagi dengan varian F-Sport, mengaplikasikan gril Spindle yang ort, mengaplikasikan gril Spindle yang mencengangkan.

Pindah ke dalam, desain interior juga sama radikalnya. Dasbor bertingkat yang dilapisi kulit padded, dikombinasikan bahan soft touch dan jahitan berkelir sama dengan jok dual tone-nya, Dark Rose.

Sayangnya, beberapa desain seperti tombol pengatur jok, door trim bagian bawah dan sun visor terlalu mengingatkan dirinya sebagai saudara Toyota.


Fitur

Sebagai SUV mewah yang dijual di bawah Rp 995 juta, NX memiliki fitur yang terhitung komplet. Ada sentuhan Toyota Alphard, dimana ketika pemegang kunci mendekati mobil, LED di balik handel pintu dan lampu kabin akan menyala, bahkan sebelum tangan menyentuh bagian belakang handel untuk membuka kunci.

Lanjut ke auto recalling untuk setir dan jok pengemudi, yang otomatis kembali menyetel ke posisi terakhir ketika mesin dinyalakan, juga sebaliknya setir naik dan jok mundur saat mesin dimatikan untuk memudahkan pengemudi keluar.

Kemudian ada 4 kamera untuk menghadirkan pandangan 360 derajat, fitur yang cukup membantu untuk parkir dan ketika melewati jalan sempit. 

Tidak lupa Blind Spot Monitoring yang ikut membantu, jika mata terus fokus melihat ke spion. Selain Dual Zone Climate Control, NX 200t juga memiliki heated dan ventilated seats.

Meski terdengar keren, namun tidak semua fitur diterapkan dengan sempurna. Contoh bagasi elektrik, proses terbuka dan tertutup memakan waktu terlalu lama.

Begitu juga dengan tombol Voice Command di setir, yang ternyata hanya berfungsi ketika sudah pair dengan smartphone dan hanya berfungsi untuk mencari kontak dengan perintah suara.

Handling & Kenyamanan

Ini salah satu alasan untuk kembali memilih NX. Karena lebih pendek soal panjang 14 cm, lebar 1,27 cm dan tinggi 5 cm dibanding RX, pemakaiannya untuk di dalam kota jelas lebih agile.

Kami suka bentuk lingkar setir yang kecil membuatnya terasa gesit untuk dikemudikan, meski pada ketiga mode (ECO, Normal, Sport) putarannya di kecepatan tinggi tetap terasa terlalu ringan demi city driving yang nyaman.

Paling patut diacungi jempol adalah body roll yang terasa minim dan rasa fun yang didapat tiap kali menikung dan bermanuver, berkat Sports Suspension yang eksklusif untuk varian F-Sport. 

Meski hal ini harus dibayar dengan bantingan yang terasa cukup keras, apalagi tanpa variable damper seperti yang dimiliki para pesaingnya.

Paling tidak, support jok depan terasa maksimal, memeluk tanpa harus membuat pengemudi dan penumpang merasa terjepit. 

Penumpang belakang juga mendapat head room dan leg room yang sangat mencukupi, belum lagi lantai yang hampir rata dan sudut recline fleksibel dengan tuas khas RX yang diturunkan memberi keuntungan lebih.

Belum lagi peredaman kabin dari suara luar yang termasuk sangat baik, terbantu oleh banyaknya peredam karet di sekitar bodi, termasuk pada sisi luar pintu yang biasanya tidak dipakaikan pabrikan lainnya. 
Juga jendela yang memelan ketika hampir tertutup penuh saat auto up untuk membuat suara yang lebih halus.


Performa Dan Konsumsi

Meski hanya 4-silinder, output 235 dk dan torsi 350 Nm sebenarnya sudah mumpuni untuk SUV kompak ini. Dibantu direct injection dan turbocharger jenis twin-scroll, boost tidak terasa dan relatif cepat, meski memang dari 3.000 rpm, perpindahan ke scroll turbo yang lebih besar terasa memberi dorongan lebih.

Enaknya, respon throttle jadi jauh lebih instan, terbantu oleh perpindahan gigi yang relatif halus. Digabungkan, mesin ini jadi alasan utama soal fun to drive-nya SUV Lexus yang pertama menerapkan desain modern ini. Namun klaim Lexus yang mengatakan ini mesin ‘Eco-Turbo’ pertamanya, tidak begitu tercermin.

Mengemudi sehemat mungkin di kemacetan, tetap sulit untuk menembus angka 9 km/liter. Begitu juga bila dibawa konstan dengan kecepatan 100 km/jam yang hanya mencatat 12,4 km/liter, padahal kapasitasnya hanya 2.000 cc.

Data Spesifikasi:

Mesin: 8AR-FTS 4-silinder segaris dengan Dual
Cam, 16 Katup, Direct Injection, VVT-iW dan twin-scroll turbocharger
Kapasitas: 1.998 cc
Rasio Kompresi: 10 : 1
Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Depan
Tenaga Maksimum: 235 dk @ 4.800 – 5.600 rpm
Torsi Maksimum: 350 Nm @ 1.650 – 4.000 rpm
Transmisi: Otomatis 6-percepatan dengan ECT-i
Dimensi (p x l x t): 4.630 mm x 1.845 mm x 1.630 mm
Wheelbase: 2.660 mm
Ground Clearance: 175 mm
Radius Putar: 6,05 m
Sistem kemudi: Electronic Power Steering
Suspensi Depan: McPherson Strut dengan Sports Suspension
Suspensi Belakang: Trailing Arm Double Wishbone dengan Sports Suspension
Rem Depan/Belakang: Cakram Berventilasi (17 Inci)/Cakram (16 Inci) dengan ABS, EBD dan BA
Ukuran Ban: 225/60 R18
Kapasitas Tangki: 60 liter
Berat: 1.755 kg
Harga: Rp 995 juta (on the road Jakarta)

Data tes

Akselerasi
0 – 60 km/jam: 3,8 detik
0 – 100 km/jam: 7,7 detik
40 – 80 km/jam: 3,3 detik
0 – 201 m: 10,3 detik
0 – 402 m: 15,7 detik

Konsumsi

Dalam Kota: 8,5 km/liter
Luar Kota: 12,3 km/liter
Konstan 60 km/jam: 17,4 km/liter @ 1.250 rpm
Konstan 100 km/jam: 12,4 km/liter @ 1.900 rpm


Pesaing

BMW X3 xDrive20i
Transmisi: Otomatis 8-percepatan
Mesin: 4-silinder 1.997 dengan twin-scroll turbocharger
Harga: Rp 848 juta off the road

Mercedes-Benz GLC 250 Exclusive
Transmisi: Otomatis 9-percepatan
Mesin: 4-silinder 1.991 dengan turbocharger
Harga: Rp 999 juta off the road

EDITOR

Bagja

Top