Selasa,8 Nov 2016 12:00 WIB

Penulis: otomotifnet

Test Drive New Honda Accord 2.4L VTi-L ES

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Test Drive New Honda Accord 2.4L VTi-L ES

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kekurangan paling terlihat adalah semua lampu kabin yang masih halogen, bahkan vanity mirror tidak dilengkapi lampu tambahan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Krey elektrik belakang hanya bisa dioperasikan dari depan, otomatis turun ketika masuk ke transmisi R

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Akomodasi di konsol tengah tersedia 4 laci dan 1 storage, coba saja dilengkapi separator detacable seperti pada CR-V

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Dengan harga setengahya, dapat leg room yang jauh lebih luas dibanding Mercedes-Benz E-Class atau BMW 5-Series

Andai karakternya sedikit lebih lembut dan hiburan belakang ditingkatkan, Accord akan jadi sedan yang menyenangkan
    
Jakarta
- Jadi flagship di jajaran Honda Indonesia, tentu Accord tidak boleh mengecewakan para eksekutif. OTOMOTIF mencoba duduk di kursi pengemudi dan jok belakang, berikut catatan yang belum tersampaikan di sesi First Drive lalu. Masih sama seperti versi pre-facelift, arch enemy Toyota Camry ini memiliki kualitas pengemudian yang sangat refined di jalan yang cenderung lurus dan rata.

Karakter mesin N/A-nya sangat kuat di putaran bawah dan tengah, hingga menginjak gas sedikit saja dari diam atau bahkan dari 70 km/jam sangat terasa. Melesat untuk melakukan overtake sangat mudah dan enjoyable. Sayang saja transmisi teranyar CVT masih belum diterapkan. Tidak ada yang salah dengan girboks otomatis 5-percepatan yang dipakai sekarang. Namun setelah mencoba CVT milik Civic Turbo, kami tahu respon akselerasi bisa lebih halus dan sigap.

Radius putar 5,8 m yang terparah di kelasnya pun mempersulit U-turn di jalan kecil. Untung dengan panjang 4,8 meteran ini, Accord memang tidak dibuat untuk bermanuver kan? Sementara di belakang, penumpang tetap dimanjakan dengan leg room yang tidak akan habis. Jok yang empuk dan sudut recline cukup rebah meski fixed, sangat membuat rileks perjalanan jauh.

Dan meski menyenangkan memiliki remote di arm rest untuk mengontrol media di depan, rasanya akan lebih menyenangkan bila ruang ekstralega di belakang ini juga diberikan monitor sendiri.
Sebab layar 7,5 inci di depan itupun terlihat mungil dari belakang. HU utama di bawah akhirnya compatible Apple CarPlay dan Android Auto, membuat pemakaiannya sangat smooth. Applause untuk penempatan smartphone dan USB port 1,5A yang benar di dalam laci kecil di bawah HU!

Sayang, resolusi kamera untuk fitur LaneWatch terlalu kecil. Beda cerita dengan kamera mundur yang ditampilkan di layar atas dan bisa diubah sudutnya, dengan memilih satu dari 3 opsi di HU bawah. Kembali hilangnya fitur Honda Sensing sebenarnya cepat terlupakan, toh masih ada fitur seperti cruise control. Namun bila dihadirkan kembali, kami yakin akan jadi senjata paling tepat untuk menyamai Mazda6 yang selama ini selalu dikenal ‘gila fitur’. Tim OTOMOTIF /otomotifnet.com

Data Spesifikasi:

Mesin: K24W4 Honda Earth Dreams 4-silinder segaris DOHC dengan i-VTEC, VTC dan Direct Injection
Kapasitas Mesin: 2.356 cc
Rasio Kompresi: 10,1:1
Output Maksimum: 174 dk @ 6.200 rpm
Torsi Maksimum: 225 Nm @ 4.000 rpm
Transmisi: Otomatis 5-percepatan
Dimensi (p x l x t): 4.870 mm x 1.850 mm x 1.465 mm
Wheelbase: 2.775 mm
Ground Clearance: 135 mm
Radius Putar: 5,8 m
Sistem kemudi: EPS (Electronic Power Steering)
Suspensi Depan: MacPherson Strut
Suspensi Belakang: Independent Multi-Link, Coil Spring dengan Stabilizer
Rem Depan / Belakang: Cakram / Cakram Berventilasi dengan ABS, EBD, BA
Ukuran Ban: 235/45R18
Kapasitas Tangki: 65 liter
Berat Kosong: 1.560 kg
Harga: Rp 635.500.000 on the road Jakarta

Data Tes:

0 - 60 km/jam: 4,6 detik
0 – 100 km/jam: 10,1 detik
40 – 80 km/jam: 4,3 detik
0 – 402 m: 17,3 detik

Data Konsumsi:

Dalam Kota: 9,2 km/liter
Luar Kota: 11 km/liter
Konstan 60 km/jam: 21,5 km/liter @ 1.300 rpm 5th
Konstan 100 km/jam: 17,5 km/liter

EDITOR

Bagja

Top