Jumat,23 Okt 2015 18:05 WIB

Penulis: pewete pewete

Big Brake Kit, Awas Jangan Asal Pakai!

Foto: oct, Hardy

Big Brake Kit, Awas Jangan Asal Pakai!



Jakarta
- Beberapa edisi lalu, OTOMOTIF sudah mengupas tuntas soal perangkat penambah tenaga, seperti turbo berikut sistem piping-nya. Nah setelah melakukan peningkatan performa, sudah sepantasnya ada hal lain yang ikut disesuaikan.

Sistem pengereman harus mengalami peningkatan juga, agar tetap aman saat harus menurunkan kecepatan setelah berakselerasi di kecepatan tinggi. Untuk upgrade di sektor pengereman, biasanya dilakukan penggantian dengan BBK (Big Brake Kit). Brembo yang produk impor dari Italia, jadi merek paling terkenal untuk urusan ganti sistem pengereman.

Berjalannya waktu, mulai muncul beberapa produk BBK yang secara kelas di bawah Brembo. Dengan kemampuan pengereman yang lebih baik dari standarnya, produsen seperti dari Taiwan atau Inggris mulai menawarkan produknya.

Selain fungsi sebenarnya dan bisa jadi alternatif pilihan, tampilan yang keren dari produk-produk tersebut membuat dunia lain ikutan melirik. Dunia lain yang dimaksud adalah modifikasi. Apa dan bagaimana sebenarnya BBK alternatif tersebut? • (otomotifnet.com)




CARA PASANG


Memasang BBK sebenarnya tidak sulit. Namun benar-benar perlu diperhatikan paket pengereman tersebut, apakah memang sesuai dengan kendaraan yang akan dipasang. Sebab jika tidak sesuai tentu harus membuat dudukan kaliper agar sesuai. Belum lagi jika beda PCD kendaraan, disc brake juga harus dilubangi lagi sesuai PCD baru.

Kalau memang kit spesifik pasti sudah sesuai dengan kendaraan yang akan dipasang. Tentu pemasangan sangat mudah dan cepat. Pastinya lebih presisi dibanding custom bracket sendiri. Jika membeli second, pastikan tidak ada cacat atau bekas modifikasi pada braket.

“Lubang pada disk brake pun biasanya hanya 1 model PCD. Jika ada 2 model, bisa jadi telah dilakukan modifikasi oleh pemilik sebelumnya,” ujar Mike Kristianto, salah satu punggawa Excess Motoring di bilangan Pluit, Jakut.

Sekalian periksa juga ketebalan kampas, dan kondisi disc brake apakah masih kondisi baik atau tidak. Jangan sampai malah nanti piringan cakram musti dibubut karena tidak rata. “Sangat beresiko pecah jika terlalu tipis,” terang pehobi motor besar ini. •



RAGAM & UKURAN

Ada beberapa merek BBK yang bisa jadi alternatif pilihan, di antaranya Altech, D2 Racing, WP Pro, K Sport, Wolf dll. “Beberapa merek tersebut dibikin oleh pabrikan dari Taiwan. Ada juga HISpec yang merupakan impor dari Inggris,” kata Denny dari Autotech Motorsport di Pasar Mobil Kemayoran Blok S, Jakpus.

Dalam melakukan penggantian BBK, biasanya ukuran pelek yang digunakan jadi patokan awal bagi pedagang untuk menentukan ukuran yang sesuai. Pasalnya BBK tersebut ditawarkan dengan banyak pilihan ukuran kaliper dan diameter cakram. Kepala babi (kaliper, red) dengan ukuran mini, biasanya dipakai untuk pengereman belakang.

Sedangkan small dan medium, bisa untuk depan serta belakang. Kalau yang big, sudah bisa dipastikan untuk pengereman depan. Diameter cakram paling kecil (286 mm) biasanya dipergunakan untuk kendaraan dengan pelek 15 inci.

Nah kalau pakai pelek yang dipakai 16 inci dengan cakram 304 mm, 17 inci (330 mm), 18 inci (345 atau 356 mm), 19 inci (380 mm) dan 20 inci (405 mm). Dalam satu paket BBK biasanya terdiri dari cakram, kaliper beserta kampas remnya, slang rem, braket dan mur-baut. Ada juga yang menambahkan minyak rem DOT 5.1 untuk pembelian satu paket BBK.

Di dunia modifikasi, Altech jadi salah satu pilihan untuk mengganti pengereman standar jadi BBK.  Itu karena banyak pilihan kelir anodize yang bisa disesuaikan dengan bodi kendaraan. “Enggak hanya itu, konsumen juga bisa pilih sendiri kelir yang diinginkan dan enggak dibatasi kuota.

Untuk pemesanan seperti itu, butuh waktu 2 bulan dan enggak dikenakan biaya,” promo Denny. Satu set BBK (depan kiri dan kanan) dari Taiwan untuk pelek 15 inci, dibanderol di kisaran Rp 19 juta. Untuk yang sisi belakang harganya lebih mahal, yakni di kisaran Rp 21 juta. Sementara HiSpec dari Inggris, angka tebusnya lebih mahal Rp 3 jutaan.

Makin besar peleknya, sudah pasti harganya lebih mahal. Namun selisihnya enggak banyak kok, tiap kenaikan 1 inci itu selisihnya Rp 1 juta. Jadi kalau harga pelek ring 15 inci harganya Rp 19 juta (depan), maka untuk ring 16 inci jadi Rp 20 juta. Itu belum termasuk ongkos pasang Rp 1 juta, dengan catatan enggak ada modifikasi yang dilakukan. Biasanya ada penambahan modifikasi braket yang dinilai Rp 2 jutaan. •



MEREK BRANDED


Di Tanah Air banyak merek branded yang cukup populer. Sebut saja Brembo (Italia), Wilwood (Amerika) dan AP Racing (Inggris). “Merek Brembo dan AP Racing sama-sama bersaing di kancah Formula 1. Jadi sudah tentu kualitasnya tidak perlu diragukan lagi,” sebut Hans Steven, pemilik SpeedZ Performance yang berlokasi di Jl. Biak, Jakpus.

Tentunya merek-merek ini memiliki harga yang cukup mahal juga jika dibandingkan dengan buatan Taiwan. Ambil contoh Brembo GT 4 piston sudah lengkap dengan slang rem, cakram floating drillled 330 mm, braket dan segala keperluannya dibandrol Rp 34 juta. Kalau Brembo GT 6 piston harganya mulai dari Rp 45 juta hingga Rp 49 juta tergantung dari diameter cakram.

Untuk rem belakang juga cukup mahal karena pembuatannya dan pemasangannya lebih rumit. Ada emergency brake-nya. Harganya antara Rp 32 sampai Rp 35 juta. Bicara harga, merek AP Racing juga hampir sama dengan Brembo. “Dengan perbandingan apple to apple, selisih sekitar Rp 1 juta antara kedua merek tersebut,” ujar pria yang akrab dipanggil Hans ini. Kebanyakan lebih murah AP Racing ketimbang Brembo. •




BARANG PALSU


Ada BBK yang palsu? Wah ini jelas bahaya sekali. Pastinya barang palsu memiliki quality control yang rendah. “Produk buatan Tiongkok ini sudah mulai banyak beredar di pasaran. Banyak dikirim ke Malaysia. Sedangkan pedagang-pedagang Indonesia banyak juga yang belanja ke negeri jiran tersebut,” sebut Indra Wijaya, tuner Sigma Speed di Pancoran, Jaksel.

Merek yang dipalsukan, merupakan brand ternama seperti Brembo, AP Racing dan Wilwood. Makanya jangan sampai keselamatan berkendara, dipercayakan pada barang palsu. Salah satu cara untuk membedakan asli atau palsu, dilihat dari sisi harga. BBK branded replika bisa mencapai sepertiga dari harga asli.

Contoh kasus di salah satu situs jual beli online yang menawarkan BBK Brembo dalam kondisi new sepasang depan belakang hanya Rp 11 jutaan. Harga yang sangat tidak masuk akal untuk Brembo original. “Material dan finishing jelas tampak berbeda. Tapi jika konsumen tidak paham tentu sulit menilai tanpa membandingkan kedua barang tersebut,” jelas pengguna Honda Civic EG6 ini.

Belanja barang mahal dan safety lebih baik cari bengkel atau toko parts ternama dan terpercaya. Setidaknya kemungkinan besar mereka pasti menjaga reputasinya dan tidak berani menjual barang replika. •



KAMPAS REM


Penggantian part yang satu ini, enggak bisa sembarangan. Oleh karena BBK asal Taiwan belum setenar Brembo, maka urusan penggantian kampas rem harus sesuai merek. “Sudah pasti kalau sesuai dengan merek, dudukan dari kampas rem tersebut pas dengan kaliper.

Ada yang melakukan custom dari merek lain, tapi itu amat sangat tidak dianjurkan,” tegas Hansyahdian dari Standar Motor yang juga di Pasar Mobil Kemayoran. Peringatan bagi pembeli BBK yang diproduksi pabrikan Taiwan, bahwa jangan sampai lupa dimana saat melakukan pembelian.

Pasalnya kemungkinan besar atau juga bisa pasti, bahwa toko tersebut juga menyediakan kampas remnya. Soal harga, tentunya disesuaikan dengan kaliper yang digunakan. Untuk produk Taiwan, kisaran harga kampas remnnya di angka Rp 2,5-5 juta. Setali tiga uang alias sami mawon atau sama saja, harga kampas rem Brembo juga tergantung banyaknya piston.

Untuk yang pakai 4 piston banderolnya Rp 2 jutaan dan kalau yang 6 piston, Rp 2,5-3,5 juta. Oleh karena Brembo sudah terkenal dan kendaraan standar pabrik banyak yang pakai, maka ada pilihan kampas rem non orisinal. Dengan kualitas yang enggak perlu diragukan dan harga lebih murah, merek Bendix juga mengeluarkan produk kampas rem untuk Brembo. •



MINYAK REM


BBK memiliki standar minyak rem yang harus dipatuhi dan itu adalah DOT 4. Perbedaan yang jelas antara DOT 3 dan DOT 4 adalah soal titik didih dari minyak tersebut, dimana semakin tinggi angkat DOT-nya makin tinggi juga titik didihnya.

Ada juga yang menganjurkan pakai minyak rem dengan spesifikasi DOT 5.1. Biasanya minyak rem spesifikasi ini, banyak dipakai untuk kendaraaan balap. “Minyak rem DOT 3 dan 4 itu menggunakan bahan mineral, sedangkan yang DOT 5 itu silicon sintetis. Oleh karena itu, titik didih DOT 5 lebih tinggi,” jelas Arifin dari Waroeng Oli.

Oleh karena DOT 5 saat ini jarang yang jual, maka pakai BBK cukup dengan minyak rem yang DOT 4. Per ½ liter, minyak rem DOT 4 harganya Rp 35-75 ribu dan kalau mau yang DOT 5.1, dengan takaran yang sama banderolnya Rp 175-280 ribu. •


EDITOR

Otomotifnet

Top