Senin,9 Nov 2015 10:48 WIB

Penulis: pewete pewete

Buat Mechanical Boost Controller modal rp 100 ribu

Foto: KIPLI

Buat Mechanical Boost Controller modal rp 100 ribu



Jakarta
- Merasakan performa mesin dengan turbocharger lebih optimal, cara yang paling instan adalah mengaplikasikan boost controller. Alat ini berguna mengatur tekanan/pressure dan memiliki 2 tipe berdasarkan kinerja masing-masing, yaitu mekanikal dan elektronik.

Nah, boost controller versi mekanikal bisa dibikin sendiri loh. Caranya cukup mudah dengan harga terjangkau dan bahan-bahannya pun bisa didapatkan di toko perkakas atau toko khusus alat pneumatic/angin.

Namun yang perlu diingat, aplikasi boost controller harus diimbangi dengan pemasangan boost meter agar dapat memastikan bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik yang dapat diindikasikan dengan kinerja boost yang stabil.

“Jika terjadi overboost/turbo spike dalam jangka waktu yang lama, maka korbannya adalah piston, stang piston, hingga blok mesin” ujar Shendy Andhika dari GE Racing, Tangerang Selatan. Ayah dua anak yang akrab dengan panggilan Bheler ini juga mengatakan, bahwa faktor overboost atau boost tidak beroperasi sama sekali, juga dapat diakibatkan oleh langkah pemasangan yang tidak benar.

Enaknya boost controller ini bersifat universal yang artinya memiliki skema pemasangan yang sama dan dapat diaplikasikan di tipe mesin berturbo apa saja. • (otomotifnet.com)



01. Yang harus disiapkan adalah 2 buah nepel kuningan sebagai jalur masuk dan keluar angin turbocharger, Kuningan T, gotri dan per sesuai ukuran. Kuningan T untuk diletakkan di dalam kuningan T yang berfungsi sebagai klep, 4 buah klem berdiameter 5/8 inci untuk memastikan tidak ada boost leak pada masing-masing jalur keluar masuk angin turbocharger.

Baut sesuai ukuran kuningan T yang berfungsi mengatur besarnya tekanan angin turbocharger yang diinginkan. Caranya putar searah jarum jam untuk membesarkan tekanan dan sebaliknya untuk mengembalikan, pada tekanan boost standar pabrik dan slang pneumatic berdiameter ¼ inci yang tebal (contoh merek Cobra Mas). Tujuannya agar tidak pecah oleh tekanan angin turbocharger yang besar. Semua bahan tersebut dapat dibeli dengan kisaran Rp 80 ribu – Rp 100 ribu.



02. Pemasangannya, OTOMOTIF menjajal ke Toyota Great Corolla 1995 yang telah engine swap dengan mesin 3S-GTE milik Toyota MR2 tipe turbocharger CT26 yang memiliki model wastegate internal. Pertama-tama, pasang dahulu salah satu nepel pada kuningan T dengan rapat di tempat yang memiliki lubang yang berlawanan (boleh di sisi manapun, berfungsi sebagai jalur masuk boost dari nepel yang terletak di compressor housing).



03. Kemudian, pasang sisanya di lubang yang tidak memiliki sisi berlawanan (berfungsi sebagai jalur keluar boost menuju wastegate).



04. Masukkan gotri terlebih dahulu pada lubang terakhir diikuti dengan per, kemudian tutup lubang tersebut dengan baut



05. Setelah boost controller jadi, tinggal memasang slang bertekanan tinggi pada jalur masuk nepel tersebut untuk dihubungkan pada nepel pada compressor housing dan menghubungkan jalur keluar nepel tersebut pada nepel wastegate. Terakhir kencangkan masing-masing ujung slang dan nepel, menggunakan klem berdiameter 5/8 inci dengan obeng min.


EDITOR

fauzi

Top