Senin,23 Nov 2015 17:30 WIB

Penulis: parwata

Cara Kerja Mesin Nissan X-Trail Hybrid Andalkan Dual Clutch

Halaman 1 dari 5

Foto: Sano/otomotifnet.com

Cara Kerja Mesin Nissan X-Trail Hybrid ANDALKAN DUAL CLUTCH

Pada OTOMOTIF minggu lalu sudah mencicipi Nissan X-Trail Hybrid. Berikut detail cara kerja mesinnya

Jakarta - Tapiii.... Dual clutch ini bukan untuk transmisi X-Trail Hybrid. Penyalur tenaga mesin ke roda masih tetap menggunakan X-Tronic CVT atau Continously Variable Transmission. Lalu apa yang mengandalkan kopling ganda?

Pertama, mesin hybrid bekerja dengan menggabungkan kinerja mesin bensin dan motor listrik. Dalam hal ini mesin MR20DD seperti pada X-Trail 2.0 dan motor listrik RM31 yang menghasilkan tenaga 142 dk dan torsi instan 160 Nm.

Sumber listriknya dari baterai, yang perlu terus-menerus di-charge. Nah pada mesin hybrid yang selama ini beredar, terdapat satu motor tambahan yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai. Beda dengan X-Trail Hybrid yang hanya menggunakan satu buah motor.

"Hybrid pada umumnya punya torque converter di antara mesin dan transmisi. Pada X-Trail Hybrid, ruang itu digantikan dengan motor dengan kopling pada dua sisinya, satu ke sisi mesin dan satu ke sisi transmisi," jelas Nobusuke Toukura, Chief Vehicle Engineer Nissan Motor Corporation. Klaimnya, sistem Intelligent Dual Clutch Hybrid ini merupakan yang pertama di kelasnya.

Mudahnya, konstruksi susunan di ruang mesin jadi mesin bensin - kopling - motor listrik - kopling - transmisi. Berbeda dengan kebanyakan yang memasangkan motor di sisi lain transmisi karena masih menggunakan motor tambahan untuk mengisi kapasitas baterai.

"Cara kerjanya, saat pedal gas ditekan kemudian dilepas kembali, clutch satu akan lepas dan clutch dua akan mengencang sehingga laju mobil akan mengisi baterai. Kemudian saat pedal gas diinjak lagi, clutch satu ikut mengencang sehingga mesin dan motor menjadi penggerak," tambah Toukura-san. Meski terdengar simpel, namun pria yang ikut mengembangkan sistem tersebut memastikan sebenarnya sistem ini sangat sulit dikendalikan.

"Sulit untuk mencapai transisi yang halus, dari membuat motor dan mesin yang tadinya sebagai penggerak, untuk menjadi generator. Namun kami berhasil sehingga tercipta sistem yang lebih kompak," tutupnya.

Sistem yang membuat motor berubah menjadi generator saat deselearasi ini lah yang disebut regenerative braking, dimana beban elektris dari motor yang digerakkan oleh drivetrain akan mengisi baterai yang terpakai untuk menggerakkan motor. • (otomotifnet.com)

Halaman 1 2 3 4 5

EDITOR

Otomotifnet

Top