Selasa,28 Juni 2016 10:14 WIB

Penulis: otomotifnet

Cara Pasang Roof Box, Awas Tinggi Bodi Mobil Nambah

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Foto 1

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Foto 3

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Foto 4

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Foto 6

Salah satu kendala menjelang libur panjang adalah akomodasi yang bikin kabin terasa kurang lega untuk menaruh barang bawaan
Jakarta - Wajar, penumpang di kabin pasti penuh, kalau barang dipaksakan dan membatasi ruang gerak penumpang, tentu tak nyaman. Bagasi tambahan jelas jadi opsi. Salah satunya dengan memasang roof box. Apakan jadi ribet bongkar pasangnya? Atau malah membuat handling dan kenyamanan mobil saat dikendarai jadi berantakan?

Enggak kok, asal paham cara pasang dan memperhatikan batas maksimal bobot yang bisa diangkut. OTOMOTIF mencoba pasang roof box keluaran Hapro jenis Traxer. Jenis ini hanya butuh sebuah roof bar pada atap Suzuki Ertiga. Cara pasangnya juga mudah, setelah mengunci boks dengan roof bar, baru setelah itu posisikan seluruh boks tepat di tengah bodi.

Tujuannya, agar distribusi bobot keseluruhan mobil bisa terbagi rata dan tidak mengganggu handling. Yang mesti diwaspadai lagi adalah total tinggi keseluruhan. Contoh nih untuk Suzuki Ertiga dengan tinggi 1.695 mm. Setelah ditambah tinggi roof bar berikut boks yang berkisar 50 cm.

Artinya tinggi totalnya jadi sekitar 2,2 m. Nah, kalau lagi bayar jalan tol, enggak bisa lagi nih masuk jalur khusus sedan atau mobil kecil, alias mesti antri berbarengan truk atau bus. Juga yang harus diperhatikan, kekuatan menahan beban maksimal dari crossbar yakni 75 kg. Sedangkan roof box 100 kg.

“Tapi disarankan tetap 75 kg untuk keamanan dan kenyamanan, juga pertimbangkan kekuatan atap mobil menahan beban,” kata Santo dari Motoritz. Berikut cara pasang roof box di atap Suzuki Ertiga: 

1.Pilih lokasi penempatan roof bar/roof rail terlebih dahulu. Jangan langsung diikat dengan penguncinya, supaya bisa dimaju-mundurkan

2. Perhatikan kesesuaian antara roof bar kiri dan kanan. Supaya penempatan roof box nantinya tidak miring

3. Setelah didapat posisi yang pas, segera ikat dengan pengikatnya, tapi jangan terlalu kencang. Pemasangan pengikat wajib berada di pilar depan. Saat semua sudah pas, baru dikencangkan

4. Ketika posisi roof bar depan sudah didapat, saatnya roof bar bagian belakang. Untuk versi Traxer ini jarak antar-keduanya paling tidak 70 cm. Supaya roof box dapat terikat dengan pas

5. Tempatkan roof box di roof bar. Lihat kesesuaian antar kanan dan kiri serta harus benar-benar ditengah

6. Kalau sudah didapat lokasi yang pas, saatnya dikencangkan. Untuk Hapro Traxer ini menggunakan masterkey yang mudah penggunaannya. Tinggal putar saja untuk pengencangannya

7. Roof bar dan roof box sudah terpasang dengan baik. Saatnya berlibur...

 

EDITOR

Bagja

Top