Senin,18 Jan 2016 10:15 WIB

Penulis: parwata

Ganti Pompa Solar Semi Elektrik Jadi Manual, Murah Dan Mudah

  • Foto: Aong

    Gambar 1

  • Foto: Aong

    Gambar 2

  • Foto: Aong

    Gambar 3

  • Foto: Aong

    Gambar 4

Jakarta - Mesin diesel keluaran 2001 sampai 2007, kebanyakan sudah mengusung teknologi semi-elektris. Sudah dilengkapi rangkaian elektronik, yang berfungsi sebagai sakelar buka-tutup aliran bahan bakar, juga mengatur timing penyemprotan solar. Injeksi semi-elektris ini dipakai Mitsubishi Pajero lama (1999-2006) atau biasa dikenal Pajero Buldog dengan mesin 4M41 3.200 cc, Di-D. Lainnya Nissan Frontier atau NP300 (1997-2008) dengan kode mesin ZD30DDTI, juga Toyota Hilux (1999-2000) bermesin 2L-TE atau 5L-E EFI.

Namun sayangnya, kalau sudah rusak sistem elektonik dan mekanis pompanya, biayanya juga sangat mahal. Seperti terjadi pada Pajero ‘Buldog’ (4M41), jika bermasalah pada injection pump dan ganti versi baru, setidaknya harus mengeluarkan kocek Rp 50 juta. Sedang untuk Nissan Frontier ZD30DDTI 2005, di kisaran Rp 20 juta. Biaya itu merujuk dari bengkel spesialis injection pump, di kawasan Sawah Besar, Jakbar.

Nah pas lagi bongkar pompa Pajero, Asep Saepudin dari bengkel Surya Motor di Jl. Menjangan Raya, Ciputat Timur, Tangsel ingat ketika mengubah pompa solar Toyota Hilux lama dari model semi-elektris dengan milik mesin diesel 5-LE EFI, yang biasa dipakai Toyota Dyna. “Hasilnya, power mesin sangat besar walau asapnya rada hitam,” jelas Asep yang aseli Bandung itu.

Akhirnya konsultasi dengan Giok Can dari Betawi Diesel. Kebetulan Giok Can sering mengganti injection pump semi-elektris jadi manual. Hanya saja, milik Pajero ukurannya besar dan dilengkapi sirkuit kelistrikan, makanya banyak kabelnya (gbr.1). Tentu, harus memperhitungkan tekanan yang dihasilkan pompa.

Akhirnya injection pump kepunyaan forklift dengan merek Diesel Kiki made in Japan, yang akan dipasang di mesin Pajero Buldog. Sebelumnya mesti menyesuaikan dudukan di blok mesin agar terpasang sempurna. Dudukan injection pump milik Pajero Buldog besar dan lebar, sementara punya forklift kecil (gbr.2). “Solusinya dibuatkan dari aluminium babet. Bentuknya tinggal meniru,” jelas lelaki yang kini sibuk storing kapal-kapal laut itu.

Selain itu, lubang di gir timing injection pump yang terhubung ke gir kruk as juga kudu dimodif. Cara ini untuk mengakali perbedaan as di injection pump Pajero Buldog dengan milik forklift yang ukurannya lebih kecil. Harus ditambal las dan dibentuk tirus mengikuti as injection pump forklift (gbr.3).

Langkah terakhir, Giok Can tetap mengetes tekanan pompa injeksi menggunakan injection tester (gbr.4). Sebab injektornya masih manual, ukurannya kecil seperti milik Isuzu Panther, belum dilengkapi kabel kelistrikan. Selanjutnya tinggal tugas mekanik yang pasang. Harus mengatur posisi top di kruk dan di noken as. Seting agar gir di injection pump juga top. Supaya mesin hidup sempurna, tinggal putar-putar posisi injection pump, sebelum baut pengikatnya dikencangkan.

Jangan lupa pasang kabel menuju pedal gas. Sebab seperti di Nissan Frontier sudah throtle by wire. Harus bikin dudukan kabel di pedal gas dan seting ketegangan kabel di tuas injection pump. Sekalian pasang kabel setrum dari kontak menuju pompa injeksi. Jreng…. Menurut Giok Can yang sudah 30 tahun main diesel, biaya pembelian injection pump berikut pasang Rp 9 juta. “Digaransi, jangan bayar sebelum mesin hidup,” jelas Giok Can. Menurut pria yang senang memakai baju warna cokelat ini, harga segitu berlaku untuk merek Denso, Diesel Kiki, Bosch atau Dexzel. • (otomotifnet.com)

 

EDITOR

Bagja

Top