Sabtu,1 Agust 2015 12:06 WIB

Penulis: pewete pewete

Memanaskan Mesin Mobil Cuma Hitungan Detik

Foto: F.YOSI

Memanaskan Mesin Mobil Cuma Hitungan Detik



Jakarta
- Sampai saat ini masih terjadi pembicaraan mengenai kebiasaan memanaskan mesin kendaraan sebelum dibawa jalan. Jika berkaca pada kondisi mesin dan oli yang bersifat cairan, ritual memanaskan mesin tersebut masih relevan bahkan perlu untuk dilakukan.

"Kalau mobil sudah berhenti lebih dari 4 jam, sebaiknya memang dipanasin dulu. Beri waktu pada oli supaya bisa naik dan melumasi komponen mesin," jelas Dharma Sradha, pemilik bengkel Monza Motor di kawasan Cikeas Bogor.

Proses memanaskan mesin ini memberi waktu kepada oli untuk naik. Melakukan pelumasan dengan sempurna pada boring, metal-metal dan komponen bergerak lainnya. Bahkan juga sampai ke bagian kepala silinder. Dengan mesin yang berhenti bekerja, maka oli sebagai cairan akan turun ke bak penampungan oli.



Sambil nunggu manasin mesin, bisa lakukan hal lain

Efeknya, jumlah oli di komponen mesin yang butuh dilumasi menjadi lebih sedikit. Memang tidak akan membuat komponen langsung rusak, namun karena pelumasan berkurang, pasti ada efeknya. Tanpa melakukan ritual memanaskan mesin, memang efeknya tidak langsung bisa dirasakan saat itu juga, namun berdampak jangka panjang.

"Usia pakai mesin lebih pendek. Kinerja dari komponen-komponen yang ada juga jadi tak maksimal. Dengan memanaskan mesin, tidak ada ruginya, toh bahan bakar yang terbuang juga tidak banyak," tambah pria berkacamata ini.

Nah, supaya tidak semakin boros, memanaskan mesin ini bisa dilakukan sambil beraktifitas lainnya. Hidupkan saja dulu mesin kendaraan. Kemudian lanjut dengan membuka pagar. Hitung saja sudah beberapa detik buat pemanasan.

Ketika berada di kabin, sambil mesin terus menyala, bisa sekaligus juga memasang sabuk pengaman dan melakukan pengaturan seperti pengecekan spion, lampu-lampu, dan lainnya.



Tidak perlu menunggu sampai suhu mesin ideal saat manasin mesin

Lihat indikator panas mesin, pasti sudah merangkak naik dan sudah mulai bisa bergerak. "Kira-kira sekitar 50 derajat," tambah Dharma. Tidak perlu menunggu sampai suhu ideal untuk mulai berjalan. Atau kalau tidak ada jarum indikator suhu mesin, jika lampu bertanda mesin sudah mati maka suhu mesin sudah ideal.

Saat melakukan perjalanan keluar komplek perumahan, secara perlahan suhu mesin akan menuju ideal. Ini juga masuk kategori memanaskan mesin. Toh, ketika berada di jalan komplek tidak mungkin juga bisa langsung gas pol dengan putaran mesin yang tinggi. Pas keluar komplek, maka mesin sudah mencapai suhu ideal dan dipakai dengan normal.

Jadi jangan anggap ritual manasin mesin itu hanya mendiamkan mesin idle selama lebih dari 5 menit sampai suhu mesin ideal. Apalagi sampai kompresor AC bekerja maksimal. Kalau demikian, memang jadinya malah pemborosan.• (otomotifnet.com)




EDITOR

Otomotifnet

Top