Rabu,11 Mei 2016 10:00 WIB

Penulis: otomotifnet

Panduan Servis Rutin All New Toyota Fortuner

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Penggantian oli A/T di buku manual di 160 ribu km, namun disarankan 100 ribu km sekali untuk Indonesia

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Oli mesin TGMO 10W-40 untuk mesin bensin butuh 5,6 liter, oli 15W-40 mesin diesel butuh 7,5 liter

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Filter udara pada mesin bensin cukup ganti setiap 40 ribu km dan 30 ribu km sekali pada mesin diesel

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Radiator coolant super LLC 4 liter seharga Rp 115 ribu dan Ring Plug Radiator seharga Rp 30 ribu baru diganti setelan 160 ribu km

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Tabel part dan jasa servis

Penggunaan jenis transmisi torque converter yang lebih canggih membuat penggantian olinya pun makin jarang

Jakarta - Setelah sebelumnya OTOMOTIF menjabarkan panduan servis rutin All New Mitsubishi Pajero Sport, kini giliran pesaing terdekatnya yang mendapat perhatian. Meski pun tidak menggunakan transmisi otomatis secanggih 8-percepatan pada Pajero, All New Fortuner ternyata tetap diuntungkan dari penggantian oli A/T yang relatif jarang.

“Penggantian berkala minyak transmisi otomatis di setiap 100 ribu km. Standarnya tidak ada flushing, diganti sejumlah oli yang keluar saja,” terang Iwan Abdurahman, Technical Service Division PT. Toyota Astra Motor. Oli A/T yang digunakan adalah Toyota Genuine ATF WS, 8,5 liter untuk mesin bensin dan 9,5 liter untuk mesin diesel. Untuk servis rutin, sama dengan produk Toyota lainnya, dijalankan 10 ribu km sekali.

“Jangan lupa servis rutin di bengkel resmi adalah salah satu klausul claim warranty, penting agar pelanggan selalu tahu,” tambah Iwan. Setiap 10 ribu km, penggantian oli mesin selalu dibarengi filter oli, gasket oli mesin dan balan. Servis besar jatuh di kelipatan 40 ribu km, karena termasuk penggantian oli diferensial sebanyak 3 liter, minyak rem dan oli M/T untuk varian 2.7 SRZ. Lalu bagaimana dengan pemeriksaan komponen fast moving seperti sokbreker dan rem?

“Brake pad diperiksa setiap servis berkala kelipatan 10 ribu km, sokbreker juga sama, tetapi tidak dilepas, hanya cek visual dan bouncing-nya saja,” tambah Iwan. Untuk detail part apa saja yang diganti di setiap kilometernya, bisa cek tabel untuk varian diesel di bawah ini ya.• (otomotifnet.com)

 

EDITOR

Bagja

Top