Kamis,12 Nov 2015 15:45 WIB

Penulis: pewete pewete

Pasang Oil Cooler untuk Mesin Mobil PENTING JIKA SUDAH UPGGRADE

Foto: tejja

Pasang Oil Cooler untuk Mesin Mobil PENTING JIKA SUDAH UPGGRADE



Jakarta
- Sudah melakukan upgrade mesin seperti menaikan kompresi, atau memasang turbo? Jangan lupakan soal pendinginan. Memang sudah ada radiator guna menjaga suhu mesin, juga intercooler yang bertugas mendinginkan udara yang akan dimampatkan oleh turbo.

Namun ada satu hal lagi yang mungkin terlihat sepele namun cukup vital efeknya bagi mesin, yaitu pendinginan pelumas atau oil cooler yang tugasnya mendinginkan pelumas pada mesin kendaraan. "Oil cooler ini meskipun bentuknya lebih kecil dari radiator, tapi fungsinya cukup penting terutama bagi mesin yang telah di-upgrade," sebut Andre Rusli, tuner ADR Motorsport asal Cengkareng, Jakbar.

Penting, karena mesin dengan peningkatan performa sudah tentu menghasilkan panas yang lebih besar, sehingga suhu pelumas yang terdapat dalam mesin ikut naik dan memperkuat kemungkinan bagi pelumas untuk mengalami penguapan. Di pasaran tersedia beragam paket oil cooler yang ditawarkan toko atau bengkel.

"Ada yang buatan Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Tiongkok. Perbedaan hanya pada harga dan kualitas material. Selebihnya soal prinsip kerja sama saja," ungkap Ayen dari ART Speed di Kedoya, Jakbar.

Sebagai gambaran, oil cooler buatan negeri Sakura alias Jepang seperti merek HKS atau Tomei bisa ditebus di kisaran Rp 10 juta, lengkap dengan slang aluminium (braided), nipel, dan adaptor pada dudukan filter oli. Ada juga yang memiliki harga di bawahnya seperti produk asal Amerika atau Taiwan. kisarannya mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 7 jutaan.

PEMASANGAN

Bicara pemasangan, kalau menebus paketan oil cooler tentu tidak ribet. "Jalur oli umumnya diambil dari adaptor filter oli yang sudah tersedia pada paket." ujar tuner berambut gondrong ini. Oiya, kalau sudah mengaplikasikan oil cooler, jangan lupa menambah volume oli mesin kendaraan.

"Tambahannya bisa berkisar mulai dari setengah hingga satu liter," ucap Ayen lagi. Penambahan volume ini disebabkan perjalanan oli yang semakin panjang karena harus bersirkulasi terlebih  dahulu melintasi oil cooler, baru melumasi mesin.

Selain itu, yang perlu dipastikan adalah posisi pemasangan oil cooler, jangan terlalu jauh dari adaptor filter oli karena dapat memperberat kerja pompa oli. "Sebagai catatan, pompa oli harus bekerja lebih keras karena sirkulasi oli yang semakin panjang.

Maka penting untuk memastikan kondisi pompa oli sebelum mengaplikasikan oil cooler." ujar Yulfi, tuner bengkel GSS Engineering di Cibubur, Depok.Masih kata Yulfi, posisi oil cooler jangan sampai ditidurkan. "Selain tidak mendapatkan embusan udara yang cukup, juga dapat menyebabkan oli  tidak dapat tersirkulasi dengan benar."

wanti tuner yang beken karena garapan mesin Toyota 4E-FTE-nya itu.Selain itu, sebaiknya oil cooler diletakkan di tempat yang sekiranya dapat menangkap angin lebih banyak. Contoh di moncong mobil, lebih tepatnya di balik grill depan.

Posisinya dapat diselipkan di antara radiator dan intercooler bila mengaplikasikannya, pemasangan extra fan juga dapat membantu kinerja oil cooler agar semakin maksimal mendinginkan pelumas. . • (otomotifnet.com)

Transmisi Juga Perlu

Selain pengaplikasian oil cooler untuk mesin, sektor penerus daya alias transmisi juga termasuk salah satu bagian yang juga bisa di dinginkan. Khususnya bagi transmisi otomatis yang sejatinya tidak begitu cocok berkolaborasi dengan mesin yang telah mengalami upgrade.

"Saat ini sedang ramai modifikasi performa dengan menggunakan transmisi otomatis bawaan mobil supaya bisa dikendarai sehari-hari. Maka dari itu, penggunaan oil cooler untuk transmisi otomatis menjadi kebutuhan supaya transmisi tetap awet,” ujar Theodorus Suryajaya dari REV Engineering  yang bermarkas di Kedoya, Jakbar.

Sedangkan pemakaian oil cooler di transmisi manual, Teddy menyatakan bahwa hal tersebut jarang dibutuhkan, “Namun beberapa tipe transmisi manual seperti milik Mitsubishi Lancer Evolution ada yang menggunakan oil cooler,” tambahnya.

Masalah harga, produk branded banderolnya tidak terlalu mahal, kira-kira berselisih Rp 1 juta lebih murah dari paketan oil cooler mesin karena dari segi dimensi juga lebih mungil. Pemasangannya adalah dengan mengambil aliran oli dari girboks lalu langsung dialirkan ke oil cooler, karena konfigurasi standarnya adalah melalui radiator.

“Nah, bila telah mengaplikasikan oil cooler maka aliran oli menuju radiator bisa ditinggalkan.” ujar Jajang dari bengkel Jajang Motor Sport (JMS) yang bermarkas di Pamulang, Tangsel



Selang aluminium (braided), lebih ampuh menahan tekanan dan suhu tinggi.



Pada umumnya, aliran oli diambil dari filter oli untuk didinginkan pada oil cooler



Paket Oil Cooler Transmisi



Beberapa tipe mesin telah menyediakan jalur oli, misalnya seperti Toyota JZ series


EDITOR

fauzi

Top