Jumat,3 Juni 2016 13:01 WIB

Penulis: otomotifnet

25 Perkembangan Teknologi In Car Entertainment

  • Foto: rian

    Active Noise Cancellation

  • Foto: rian

    Apple Carplay

  • Foto: rian

    360° Camera

  • Foto: rian

    Capacitive Touch Screen

  • Foto: rian

    CD-Charger

  • Foto: rian

    Head Unit Android

  • Foto: rian

    Head Unit Hi-Res

  • Foto: rian

    Rotary Controller

  • Foto: rian

    Shark Fin Antena

  • Foto: rian

    USB & SD-Card Slot

Jakarta - 25 Perkembangan Teknologi In Car Entertainment. Demi Terhiburnya Penumpang dibuat, agar seisi mobil terjaga dari kebosanan saat jalan macet atau pun  kejenuhan di perjalanan jauh. Meski diawali sesuatu yang sesederhana FM-AM tuner, terbukti apa yang disediakan mobil masa kini bisa hampir secanggih gadget yang kita mainkan sehari-harinya. Yuk, ikuti perkembangan 2 teknologi in car entertainment versi OTOMOTIF di bawah ini: • (otomotifnet.com) / Sano

1. Head Unit Android

Meski tampilan HU makin mudah dicerna dan digunakan, faktanya perkembangan smartphone terus membayangi dan membuat interface HU seperti ketinggalan zaman. Pabrikan aftermarket pun memberi solusi dengan menggunakan sistem operasi Android, sehingga penggunaannya lebih fleksibel dan banyak fitur dapat membuatnya lebih familiar dan user friendly.

2. Android Auto

Sistem ini hadir untuk menjawab kelemahan Miracast dan setiap interface yang ada pada HU modern. Lebih user friendly dan jauh lebih simpel dari Android ke dalam HU, pengemudi dapat menikmati konten yang lebih familiar. Android Auto dikoneksikan via kabel USB yang disambungkan dan layar utama fokus terhadap navigasi maupun search engine via Google Now.

3. Single Din

Sebenarnya, DIN merupakan kependekan dari Deutsches Institut für Normung atau jadi standar ukuran internasional untuk radio mobil. ‘Single’ di depannya merupakan ukuran yang digunakan, yaitu memiliki panel 180 mm x 50 mm.

4. Double Din

Memiliki ukuran yang lebih besar dari Single DIN atau kira-kira 2 kali lipatnya, Double DIN memiliki panel 180 mm x 100 mm. Dengan ukuran yang lebih besar, fitur yang dikemas biasanya lebih banyak. Bahkan HU modern pun sudah mengusung layar sentuh jika mengadopsi ukuran ini.

5. Navigation

Kini pabrikan banyak yang berlomba membuat versinya sendiri. Dengan informasi yang terus ditambahkan seperti lokasi SPBU atau restoran, mencari lokasi via GPS jadi makin mudah. Beberapa menawarkan solusi lebih pintar, seperti HU bersistem operasi Android yang bisa menggunakan Waze atau Android Auto dengan Google Maps-nya dan Apple CarPlay dengan Apple Maps.

6. Rotary Controller

Ketika teknologi layar sentuh kapasitif belum populer dan penggunaannya dianggap berbahaya sambil menyetir, pabrikan merasa membutuhkan cara mengontrol HU yang lebih efektif. Datanglah iDrive BMW pada Seri 5 E60 pada tahun 2003. Semua yang ada di HU cukup dikendalikan kenop kecil yang diletakkan di konsol tengah, sehingga konsentrasi tidak perlu difokuskan ke layar. Hingga kini, tingkat adaptasinya sangat tinggi sehingga sudah digunakan Mercedes-Benz, Audi hingga Mazda.

7. Digital Sound Processor

Sesuai namanya, DSP membantu HU untuk memproses lebih lanjut suara yang diproduksi sebelum dikeluarkan ke speaker. Dengan konfigurasi yang advanced seperti Time Delay, Crossover, hingga Pre-Set, DSP dapat mengubah bagaimana suara akan terdengar di pengguna. Yang menarik, pabrikan aftermarket kini berlomba-lomba untuk membuat versi terjangkaunya, contoh Venom Pandora VPR-1.

8. Resitive Touch Screen

Merupakan teknologi awal layar sentuh yang hingga kini masih banyak digunakan. Karena adanya multiple layer yang dipisahkan ruang tipis, mendeteksi sentuhan via jari atau stylus butuh tekanan yang cukup besar, biasanya disebut awam dengan kata ‘tidak sensitif’.

9. Capacitive Touch Screen

Mengikuti perkembangan smartphone yang dipopulerkan iPhone pada tahun 2007, HU monitor pun perlahan mulai mengadopsi teknologi kapasitif untuk layar sentuhnya. Dengan lebih sedikit layer, adanya panel kaca di atas sensor dan menggunakan elektroda sebagai penerima input (bukannya tekanan seperti di resistif), sentuhan terhadap layar akan jauh lebih sensitif.

10. Touchpad

Walau kontrol rotari mudah untuk navigating di HU, input huruf dirasa cukup sulit. Solusi yang diambil dari pengontrol laptop yang sudah familiar lebih dari 3 dekade lalu pun diambil, yaitu touchpad. Dengan area lebih besar, pengguna dapat memberi input berupa gambar huruf. Beberapa pabrikan seperti Lexus pun memanfaatkannya sebagai pengontrol utama, sedangkan BMW, Mercedes- Benz dan Audi menggunakannya untuk pengontrol tambahan.

11. Voice Command

Fitur ini membuat pengemudi hanya menyentuh satu tombol untuk mengaktifkannya, lalu berbicara hal seperti ‘Bluetooth’ atau ‘Radio’ untuk masuk ke fungsi yang diinginkan. Beberapa yang lebih canggih seperti Siri Eyes Free di Chevrolet dan Speech Dialogue di Audi, memperbolehkan penggunaan bahasa yang lebih nyata.

12. Miracast

Termasuk upaya untuk membawa rasa smartphone ke HU, Miracastmenggunakan modul WiFi dan sebuahaplikasi dari sistem operasi Androidatau iOS, untuk memproyeksikan apa yang ada dari layar smartphone-nya ke layar HU.

13. Gesture Control

Sesuai namanya, fitur ini membutuhkan gestur atau gerakan tertentu untuk mengendalikan HU. Di Indonesia, fitur ini awalnya dipopulerkan ketika dibawa All New Toyota Yaris dengan nama Air Gesture di tahun 2014. Penerapan canggihnya hadir ketika BMW Seri 7 membawanya bersama iDrive 5.0, dengan gestur memutar-mutar jari untuk mengatur volume.

14. Shark Fin Antena

Ketika antena sebelumnya berupa batangan besi atau bahkan motorized hanya berfungsi sebagai penghantar sinyal AM/FM. Pabrikan berinovasi menciptakan satu set antena, yang berfungsi banyak hal sekaligus. Bisa sebagai antena AM/FM, GSM dan GPS Receiver dalam satu bentuk yang menarik.

15. Head Unit Hi-Res

Bukan dari resolusi layar, melainkan HU ini dapat memainkan file-file audio yang beresolusi tinggi, seperti FLAC atau bahkan DSD. Contoh Blaupunkt Cape Town dan Sony Hi-Res RSX-GS9. Bahkan HU Sony di atas dapat membuat speaker yang kompatibel untuk mengeluarkan frekuensi di atas 20 kHz.

16. USB & SD-Card Slot

Memang terdengar simpel, tetapi tidak adanya fitur ini kadang menjadi deal breaker saat memilih mobil. Bila slot USB biasa digunakan untuk memutar media dari smartphone, slot SD-Card mempunyai fungsi tambahan untuk menyimpan data map navigasi.

17. Active Noise Cancellation

Dibanding menambah peredam, beberapa pabrikan memilih solusi lebih pintar dengan ANC. Pertama, sebuah mic menangkap frekuensi suara yang ingin dihilangkan, misalnya desingan mesin atau road noise. Kemudian, frekuensi yang berkebalikan diproduksi untuk saling menghilangkan noise di atas. Sistem seperti ini digunakan seperti pada Honda Accord terbaru.

18. Steering Wheel Button

Meski di Indonesia juga sudah diterapkan di mobil mewah lebih dari satu dekade, fitur ini masih diperebutkan bila masuk ke mobil entry level. Baik pengontrolnya wireless atau wired, tombol yang biasa disediakan adalah untuk Mute, masuk menu utama, menaik- turunkan volume dan mengganti trek.

19. Aux Input

Sebelum slot USB populer, kabel yang satu ini jadi andalan untuk memindahkan output suara dari pemutar media andalan ke speaker. Berupa jack audio 3,5 mm atau 2,5 mm di beberapa kasus, pengguna cukup mencolok ke jack headphone di pemutar media dan ujung satunya lagi ke input AUX, maka suara yang sama persis akan dikeluarkan di speaker.

20. Multi_Touch Gesture

Gestur multi-touch yang membutuhkan sentuhan beberapa jari sekaligus pun diterapkan ke HU terkini. Contoh HU pada All New Kijang Innova Q dan Fortuner VRZ terbaru. Cukup menggunakan 4 jari ke bawah untuk mute, 4 jari ke atas untuk mematikan layar atau bahkan 5 jari pinch untuk kembali ke menu utama.

21. Tweeter Beryllium

Untuk mereproduksi suara berfrekuensi tinggi dengan kualitas jempolan, terkadang dibutuhkan bahan yang juga tidak biasa. Contoh tweeter keluaran Focal dan ScanSpeak, menggunakan bahan dasar Be bernomor atom 4 ini. 22. 360° Camera Ketika satu kamera di belakang dirasa kurang, maka penggabungan 4 kamera pun jadi solusinya. Dijahit menggunakan image processing yang canggih, pengguna langsung dapat menikmati pandangan 3600 dari di HU.

23. CD-Charger

Termasuk teknologi ICE tertua yang masih dipertahankan di mobil mewah hingga kini. CD-Changer menggunakan tempat yang terpisah dari HU, biasanya di bagasi atau di laci depan, untuk menyimpan hingga 6 CD sekaligus dan mempunyai mekanisme mekanikal untuk mengganti CD mana yang akan diputar, tentunya bisa dipilih dari HU di depan.

24. Apple Carplay

Sama seperti Android Auto, namun ini versi yang dikeluarkan Apple untuk iOS device-nya. Hanya dengan beberapa menu utama ala iOS yang diproyeksikan ke HU, tentu penggunaannya akan mudah sambil menyetir dan pengguna iPhone pun akan langsung feels at home. Sistem voice assistant Siri jadi input utama untuk teks dan Apple Maps untuk navigasinya.

25. Surround Sound

Kini, pabrikan premium seperti Audi, Mercedes-Benz, BMW atau bahkan Mazda, bekerja sama dengan pemain audio ternama seperti Bose, Harman-Kardon atau Burmester untuk menciptakan suara yang equal di setiap tempat duduk atau disebut surround sound. Jenis suara ini pun menirukan output suara live, misalnya ketika ada pesawat terbang, suara yang bergerak dari depan ke belakang ditirukan.

 

EDITOR

Bagja

Top