Jumat,14 Agust 2015 18:50 WIB

Penulis: pewete pewete

Aki Maintenance Free TINGGAL PAKAI

Foto: Bob

Aki Maintenance Free TINGGAL PAKAI



Tidak usah lagi repot-repot cek rutin


Jakarta - Aki bisa jadi jadi komponen yang paling mudah diingat jika mobil tidak mau dinyalakan. Itu memang salah satu tugasnya sebagai penjaga pasokan listrik pada kendaraan.Hal yang juga masih mudah diingat kalau merawat kinerja aki, salah satunya, dengan mengisi aki baru dengan accu zuur sebelum dipakai.

Ditambah cek secara rutin dengan menambah volume air aki minimal satu minggu sekali untuk mencegah aki mengalami low charge atau yang biasa disebut aki tekor.Itu cerita masa lalu. Kini terus hadir aki-aki yang memuat inovasi terbaru. Pernah muncul aki yang disebut aki hibrida (hybrid).

Kelebihan dari aki tipe ini adalah, pemasangannya yang tidak repot.Konsumen bisa langsung menggunakan aki tipe ini di kendaraan setelah dibeli, karenakan accu zuur sudah ada di dalam aki baru. Walaupun cek voume air akinya tetap harus dilakukan secara berkala.

LABIRIN

Kini muncul aki berspesifikasi MF atau Maintenance Free. Sesuai dengan namanya, aki tipe ini diklaim tidak memerlukan perawatan lagi oleh pemilik kendaraan. Konsumen cukup membeli, memasangngnya hingga akhir masa pakai. Salah satu nama yang memakai teknologi MF ini adalah Yuasa.



Agustono Santoso. Iklim Indonesia lebih cocok buat pemakaian aki MF

“Yuasa MF sendiri memiliki teknologi baru. Salah satunya adalah  Teknologi Labirin,” sebut Agustono Santoso, Promotion Manager PT. Santiyoga, distributor aki Yuasa di Indonesia.Teknologi ini berfungsi untuk mempersulit keluarnya penguapan sehingga tejadi pengembunan (kondensasi) untuk mengembalikan cairan aki ke dalam sel aki.

” Teknologi labirin ini mencegah berkurangnya cairan aki di dalam sehingga umur baterai menjadi lebih lama,” klaimnya. Teknologi Labirin juga didukung penambahan tinggi acid (air aki) sebesar 20 persen pada aki Yuasa spek MF itu. “Penambahan volume elektrolit ini memberikan umur aki lebih lama dibandingkan aki mobil Yuasa MF sebelumnya,” jelas Agus lagi.

Teknologi yang memberikan kemudahan juga terdapat pada produk teranyar aki NS yang diluncurkan beberapa waktu lalu (6/8). Dua aki yang juga bertipe MF, dinamai Jaguar dan Cheetah, mengadopsi teknologi Xtreme Frame.



Teknologi Xtreme Frame dilengkapi garansi 12 bulan

“Xtreme Frame merupakan teknologi terbaru untuk grid atau bahan pembentuk pelat yang merupakan komponen terpenting dari aki dan berpengaruh besar terhadap performa dan umur pakai aki membuatnya lebih tahan lama,” beber Richard Tandiono, Direktur Operasional PT Nipress Tbk.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh aki MF tipe adalah, rata-rata produk aki MF yang ada di Indonesia sudah fully sealed. Tidak adanya lagi lubang pengisian air aki bertujuan mereduksi potensi penguapan air aki. Tidak lain untuk menambah panjang usia pakai aki tersebut.

BISA DUA TAHUN?


Memang, muncul satu anggapan, kalau aki berteknologi baru yang ‘bebas perawatan’ berbanding lurus dengan label harganya.Richard memberikan analogi bahwa harga yang tinggi lebih dibandingkan tipe konvensional berbanding lurus dengan praktisnya pemakaian aki jenis ini.

Tidak perlu lagi mengeluarkan upaya cek rutin ataupun membeli air aki untuk menjaga volumenya. Karena kandungan teknologi sudah merangkum prosesi tadi sekaligus menjaga usia pakai jadi lebih panjang. Tapi apakah dengan begitu aki jenis MF benar-benar tahan lama?

 “Banyak faktor yang dapat mengurangi umur pakai aki, mulai dari kondisi cuaca Indonesia yang panas, kebiasaan dalam menggunakan yang tidak baik, seperti menggunakan peralatan elektronik pada saat mesin mati,” sebut Agus mencontohkan.

Selain itu, seperti banyak terjadi di kota besar, kemacetan membuat alternator tidak melakukan pengisian listrik ke aki, karena baru bekerja pada saat putaran mesin mencapai 2.000 RPM. Dan ternyata, aki dengan speisifkasi bebas repot itu juga bakal mengalami penurunan daya.

Jadi cek rutin atas voltase tetap perlu dilakukan. “Aki dengan kondisi normal akan menghasilkan angka voltase di kisaran 12,4-12,6 Volt. Jika daya yang dihasilkan di bawah itu  dianjurkan untuk melakukan charging (ulang) di bengkel,” saran Agus. • (otomotifnet.com)




EDITOR

fauzi

Top