Selasa,19 April 2016 14:11 WIB

Penulis: otonet

All About Hyundai H-1, Sokbreker Dirancang Lifetime

Halaman 1 dari 3

Foto: F Yosi/otomotifnet

Sokbreker Dirancang Liftime


Meski sempat dibilang “Alphard Wanna Be”, van besar ini terus menunjukkan bukti eksistensinya dengan menjadi tulang punggung Hyundai Mobil Indonesia

Jakarta - Awal kehadirannya di tahun 2008, Hyundai H-1 sempat membuat masyarakat Indonesia geger. Bagaimana tidak, waktu itu Hyundai menjanjikan sebuah MPV mewah dengan ruang ekstra-lega dan harga ketika pertama kali dirilis, hanya sekitar 1/3 Toyota Alphard. Namun bentuk kurang mewah dan mesin bensin yang dirasa kurang bertenaga, membuatnya kurang populer. Melirik unit bekasnya tentu jadi daya tarik sendiri karena harga pada tahun keluaran tertentu mulai bisa dianggap affordable.

Namun bila ditelaah lebih dalam,adakah masalah yang perlu diperhatikan ketika memiliki MPV ini? Bagaimana perawatan dan biaya yang harus dikeluarkan secara rutin? Simak detailnya di bawah ya. • (otomotifnet.com)


Sejarah & varian Hyundai H-1

Pertama kali dirilis di tahun 2008 silam, PT. HMI hanya membawa H-1 dengan varian mesin bensin. Wajar saja, mengingat MPV terdahulunya, Trajet, juga tidak pernah meminang mesin diesel. Harga terjangkau Rp 330 bahkan pada varian termahal XG yang memiliki 12-seater menjadi daya tarik utama, meskipun desain ala Eropa yang cenderung membuatnya terlihat sederhana kurang bisa menarik perhatian.

Baru di awal tahun 2010, setelah sebelumnya diimpor secara utuh (CBU) dari Korea Selatan, akhirnya H-1 mulai dirakit lokal di pabrik Pondok Ungu, Bekasi dan membuat harga jualnya lebih murah. Versi dengan mesin diesel menyusul pada akhir 2010. Dengan tampang yang sama dibanding sebelumnya, mesin A 2.5 CRDi yang sudah mengadopsi teknologi common rail dan VGT pun jadi daya tarik utama H-1 CRDi.

Kemudian pada Maret 2011, facelift berarti didapatkan H-1. Dengan gril yang kini didesain dengan beberapa bilah krom menggantikan versi honeycomb, MPV besar ini pun mulai terlihat mewah. Harganya mulai menyentuh Rp 429 juta untuk varian XG, sedangkan versi Elegance dengan konfigurasi 12-seater dipertahankan di bawah Rp 400 juta.

Pada tahun 2012, varian H-1 Classic diluncurkan untuk menjawab permintaan masyarakat yang mengingikan harga yang lebih ramah di kantong. Dengan transmisi manual 6-percepatan dan tanpa VGT, H-1 Classic dijual seharga Rp 325 juta ketika itu. Lanjut di tahun 2013, varian Royale dengan ottoman seat dan pintu geser elektrik di sebelah kiri pun diperkenalkan, namun hanya untuk versi Gasoline.

Facelift kedua baru dialami di pertengahan 2014, saat nama H-1 Next Generation. Di saat ini juga, HMI merilis varian Royale CRDi dan mulai membawa harga H-1 di atas Rp 500 jutaan. Jendela tengah geser model flush juga diperkenalkan di generasi ini. Mesin pun sedikit mendapat revisi dan disebut A2. Terakhir di IIMS 2016, HMI kembali menyegarkan MPV mewahnya dan kali ini ada perubahan di interior, tepatnya pada desain konsol tengah yang baru.•

Halaman 1 2 3

EDITOR

Bagja

Top