Senin,7 Sept 2015 15:07 WIB

Penulis: pewete pewete

All About Toyota Harrier (Bag. 3) Problem dan Penyakitnya

Foto: ISTIMEWA, OCTA

All About Toyota Harrier (Bag. 3) Problem dan Penyakitnya



Jakarta
- Setidaknya ada 3 pilihan bagi yang hendak memiliki Toyota Harrier. Dengan kapasitas mesin yang gede 3.000 cc, menengah 2.400 cc dan kecil 2.000 cc. Sebagai kendaraan berjenis Sport Utility Vehicle (SUV), memang Harrier dipilih untuk mengekspresikan diri si empunya.

Tipe paling anyar hanya tersedia kelir hitam dan putih. Soal harga dari Rp 800 sampai 925 juta.Harga terendah oleh importir umum (IU) biasanya dilengkapi jok semi kulit. Sedangkan untuk harga paling tinggi paket advance dan itu tergantung dari pihak IU.

Spesifikasi singkat dari model terbaru, memiliki tinggi 4.719 mm, lebar 1.834 mm dan tinggi 1.689 mm. Jarak antar sumbu rodanya 2.659 mm dan untuk jarak dengan tanah 150 mm. Ingin lebih dekat dengan Harrier, simak yang berikut. • (otomotifnet.com)



PROBLEM


Mengingat mobil ini masuk ke Indonesia semenjak tahun 2000 dan sudah memiliki tiga generasi. Beberapa unit mobil tersebut sudah ada yang mengalami penyakit. Apa saja penyakitnya? Simak lebih lanjut! Dimulai dari generasi pertama, dengan mengusung mesin V6 3.000 cc.

“Biasanya penyakitnya di long fuel trim dan sensor O2. Gejala yang ditunjukkan adalah, mesin sering mati secara tiba-tiba. Itu merupakan akibat dari pengisian bensin yang sembarangan,” jelas Sartono, Technical Leader PT Astra International Tbk, Auto2000, Bintaro. Untuk mengatasinya ganti sensor O2 dengan yang baru.

Untuk generasi kedua tahun 2003 tersedia dua pilihan mesin yakni 2.400 cc dan 3.000 cc. Masalah yang paling sering ditemukan adalah pecah atau retak pada bagian dasbor. Itu terjadi karena bahan dasbornya kurang cocok dengan iklim tropis, ditambah bila mobil sering dijemur di bawah terik matahari,” ujar Timoti Elias, pemilik bengkel BEO Motorsport.

Selain dua faktor tersebut, “Usahakan saat di tempat cuci steam, hindari permukaan dasbor disemprot semir,” tambah Sartono.Semua masalah akan timbul akibat pErilaku pemiliknya. Karena Harrier generasi 2 pintu bagasinya sudah otomatis, digerakkan oleh motor elektrik untuk membuka-tutup. Sudah ada beberapa unit mengalami gejala motor elektriknya sudah lemah.

Ditandai dengan respon saat membuka dan menutup. Pada bagian sunroof panoramic kadang terdengan bunyi ‘kreket-kreket’ saat melewati jalan enggak rata. Itu berasal dari karet-karet yang sudah getas akibat sering terjemur di bawah terik matahari. •


EDITOR

Otomotifnet

Top