Rabu,13 April 2016 15:00 WIB

Penulis: Otomotifnet

Bedah Teknologi Jaguar XE, Senjata Entry Level

  • Foto: Jaguar

    All-surface Progress Control

  • Foto: Jaguar

    Arsitektur Aluminium

  • Foto: Jaguar

    Jaguar Drive Control

  • Foto: Jaguar

    Incontrol Touch

  • Foto: Jaguar

    Suspensi F-type & Epas

Jakarta - Meski ditetapkan sebagai line-up termurah, namun teknologi yang diterapkan pada Jaguar XE tetap menjadi terobosan Absennya X-Type dari tahun 2009 membuat Jaguar tidak memiliki sedan premium kompak yang mengisi pasar bersama Mercedes-Benz C Class dan BMW Seri 3.

Namun, perkenalan XE di London pada tahun 2014 yang sebelumnya diumumkan di Geneva Motor Show mengembalikan pabrikan Inggris ini unruk bermain di segmen tersebut.

“XE memperkenalkan Jaguar ke pangsa pasar yang baru, lebih muda dan dinamis,” jelas Tommy Handoko, Product Management Jaguar Land Rover Indonesia. Diposisikan tepat di bawah XF, mobil berkode X760 ini dipercaya akan menjadi volume maker dan menargetkan konsumen berumur 35-45 tahun.

Namun kelas yang sudah sangat padat ini tidak bisa ditembus begitu saja tanpa membawa senjata andalan. Sudah sepantasnya, premium saloon yang didesain Ian Cal ini membawa beberapa teknologi yang menjadi terobosan bahkan di antara line up lebih tingginya, yaitu XJ dan F-Type. Apa saja? Simak di bawah ini. • (otomotifnet.com)

Jaguar Drive Control

Drive Control merupakan 4 mode berkendara yang dapat dipilih untuk mengubah karakter mobil yang menyesuaikan mood pengemudi. Dalam mode Normal atau Standard, ECU akan menyesuaikan respon linear hingga menyeimbangkan konsumsi bahan bakar, emisi, pengendaraan dan handling.

Mode Dynamic akan memberi respon throttle dan perpindahan transmisi lebih cepat serta setting kaki-kaki lebih kaku untuk memberikan handling dan feedback lebih baik. Mode Eco ditujuan Jaguar Drive Control untuk memaksimalkan konsumsi bahan bakar. Sedangkan Mode Winter akan mengoptimalisasi traksi untuk pengendalian yang maksimal pada permukaan dengan cengkraman rendah.

Incontrol Touch

Pusat pengendali pada Jaguar yang diletakkan di centre fascia dinamakan InControl Touch. Dengan layar sentuh 8 inci, head unit ini membuat pengemudi dapat mengontrol fungsi fungsi
utama di dalam mobil seperti audio, climate control (AC), navigasi satelit atau GPS dan konektivitas telepon.

Suspensi F-type & Epas

Mencari keseimbangan antara feel berkendara dan refinement terbaik, XE dipasangkan konfigurasi kaki-kaki serupa dengan F-Type. Di depan dipakaikan double wishbone dan untuk suspensi belakang, dipakaikan jenis integral link dengan desain premium yang dibuat dari aluminium yang kuat dan ringan untuk kekakuan yang dibutuhkan dalam handling presisi.

XE juga jadi Jaguar pertama yang dipasangkan EPAS generasi terbaru (Electric Power-Assisted Steering) untuk kualitas rasa mengemudi yang lebih baik, variable steering damping dan fitur-fitur safety & advanced driver assistance.

All-surface Progress Control

ASPC bekerja seperti cruise control untuk kecepatan rendah, beroperasi di antara 3,6 – 30 km/jam. Fungsinya adalah agar pengemudi dapat fokus pada pengendaraan setir ketika XE sedang melewati situasi dengan daya cengkram minim.

Fitur ini difokuskan untuk negara yang memiliki musim salju, membuat pengemudi XE lebih percaya diri saat melewati kondsisi yang licin seperti jalan tertutup salju, parkir di tanjakan beku atau menarik beban di rumput basah. Mengaktifkannya pun cukup menekan tombol di dekat tuas transmisi.

Arsitektur Aluminium

XE merupakan produk Jaguar pertama yang menerapkan Advanced Aluminium Architecture berbasis struktur inti dari suspensi depan hingga ke bagian depan jok belakang. Penggunaan aluminiumnya mencapai 75% dari bodi, sedangkan sisanya seperti pintu dan bagasi dibuat dari fully galvanized, high strength steel.

Bahan aluminium yang digunakan pun dikembangkan agar meningkatkan konten aluminium yang dapat didaur ulang. Keuntungan memakai struktur aluminium intensif yang sangat ringan ini, konsumsi bahan bakar berkurang dan emisi CO2 hanya 99 g/km. Platform ideal dengan pembagian distribusi berat hampir 50:50 pun tercapai.

 

EDITOR

Otomotifnet

Top