Senin,1 Agust 2016 18:00 WIB

Penulis: Arief Aszhari

Bos-Bos Aftermarket Yakin Asosiasi Mampu Mengatasi Permasalahan

Foto: Rizky Apriyandi

Bos-bos bisnis aftermarket yakin asosiasi bisa menyelesaikan permasalah yang terjadi

Jakarta- Masih banyaknya permasalahan yang terjadi di bisnis aftermarket di Tanah Air ternyata menggugah para pelaku bisnisnya untuk membuat wadah atau asosiasi.

Menurut para pengusaha bisnis aftermarket, dalam gathering OTOMOTIF di Bangi Kopitiam, Kelapa Gading, Jakut, Kamis (28/7), dengan adanya asosiasi ini akan membantu atau setidaknya menjadi jembatan antara para pelaku bisnis dengan pemerintah untuk mengatasi permasalahan terkait regulasi, atau setidaknya bisa menjadi wadah diskusi mengatasi masalah yang mereka hadapi.

"Kalau saya lihat, dengan adanya asosiasi ini benefitnya kita bisa diskusi dengan pemerintah. Karena selama ini, misalkan masalah bea cukai, kita mau ngadu dengan siapa? tidak ada wadahnya," papar Merisca Indriany, Managing Director Sumber Mas Autorindo, dari lini usaha alarm mobil.

Lanjut Merisca, jika memang ada bea masuk yang harus dibayar setidaknya kita bisa mendapatkan penjelasan yang jelas terkait hal tersebut. "Intinya kita bisa diskusi dengan pemerintah, dan kita bisa sampaikan masalah kita," tambahnya.

Sementara itu menurut Dani Sena, Motoritz dari lini usaha apparel sepeda motor dengan adanya asosiasi nanti pasti pendapat para pelaku usaha untuk menyuarakan berbagai permasalahan yang dihadapi akan lebih kuat. Dengan begitu, para pelaku bisnis aftermarket setidaknya bisa berdiskusi dengan pemerintah.

"Dengan ada asosiasi kita bisa menyuarakan permasalahan, seperti masalah SNI. Mengikuti SNI juga membutuhkan biaya, namun ada yang memasukan barang dengan tidak standar SNI pasti harga lebih miring, itu akan mematikan usaha kita," jelas Dani.

Cukup bisa dimaklumi memang, karena selama ini para pelaku bisnis aftermarket ini tidak pernah bisa duduk bareng dan berdiskusi dengan pemerintah jika para pelaku bisnis ini hanya datang dengan nama perusahaan. Namun, jika nanti ada asosiasi bisa menjadi jembatan untuk berdiskusi dengan pemerintah. 

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top